Progres Sensus Ekonomi 2026 di Kalbar Capai 17,19 Persen, Mempawah Tertinggi, Pontianak Terendah

kalbar.akurat.co – Pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Provinsi Kalimantan Barat terus berjalan sejak resmi dimulai pada 15 Juni 2026. Hingga awal Juli, capaian pendataan telah mencapai 17,19 persen dari total rumah tangga dan unit usaha yang menjadi sasaran sensus di seluruh Kalimantan Barat.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat, Muh. Saichudin, mengatakan proses pendataan akan terus berlangsung hingga berakhir pada 31 Agustus 2026.
Menurutnya, Kabupaten Mempawah menjadi daerah dengan progres pendataan tertinggi, sementara Kota Pontianak masih mencatat capaian terendah.
"Yang paling cepat itu Kabupaten Mempawah, sudah mencapai 22,94 persen. Yang paling rendah adalah Kota Pontianak, baru 12,06 persen," ujar Saichudin di Kantor BPS Provinsi Kalimantan Barat, Rabu (1/7/2026).
Saichudin menjelaskan rendahnya capaian pendataan di Kota Pontianak dipengaruhi beberapa faktor, di antaranya masih adanya petugas lapangan yang baru bertugas sehingga membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dalam proses wawancara. Selain itu, terdapat pula petugas yang sedang sakit sehingga memengaruhi kecepatan pendataan.
"Kami di tingkat provinsi membantu Kota Pontianak agar capaiannya bisa meningkat. Jangan sampai nanti ada wilayah yang pendataannya molor," katanya.
Ia menegaskan BPS Provinsi Kalimantan Barat akan terus melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di seluruh kabupaten dan kota agar target pendataan dapat diselesaikan sebelum batas waktu yang telah ditetapkan.
Untuk mempercepat proses pendataan, BPS menargetkan setiap petugas lapangan mampu mencatat sekitar 8 hingga 10 rumah tangga atau tempat usaha setiap harinya.
"Ayo kita data, paling tidak satu hari harus dapat 10," tutup Saichudin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Praperadilan RY Ditolak, Kuasa Hukum Korban Minta Proses Hukum Dikawal hingga Tuntas
- 2MHH PWM Kalbar Nilai Gubernur dan Wakil Gubernur Gagal Lindungi Warga dari Kabut Asap
- 3MHH PWM Kalbar Desak Penegakan Hukum Lingkungan Berpihak pada Masyarakat
- 4Sampaikan Aspirasi Karhutla di Istana Negara, Presma UMP Desak Pemerintah Serius Tangani Asap Kalbar
- 5Muhammadiyah Kubu Raya Bagikan Alat Tulis untuk Siswa SD Negeri 52 Sungai Raya
- 6Resmi Dilantik, APPSI Pontianak Fokus Kawal Stabilitas Harga dan Advokasi Pedagang
- 7Atlet Lempar Lembing dan Dua Atlet Angkat Berat Kalbar Perkuat Indonesia di Asian Para Games 2026
- 8Bawaslu Kubu Raya dan NasDem Bahas Pencegahan Sengketa Pemilu Sejak Dini
- 9Kantor Pos Lama Pontianak Bisa Lebih Produktif, Bentuk Bangunan Tak Boleh Diubah
- 10Muhammadiyah Kubu Raya Bagikan Alat Tulis untuk Siswa SD Negeri 52 Sungai Raya








