PDAM Pontianak Siapkan Skenario Hadapi Kemarau, dari Imbauan Hemat Air hingga Mobil Tangki

kalbar.akurat.co – Memasuki musim kemarau, Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa Pontianak mengingatkan masyarakat agar mulai menggunakan air secara bijak. Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipasi apabila kondisi kemarau berkepanjangan berdampak pada penurunan kualitas maupun distribusi air bersih akibat intrusi air laut.
Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa, Abdullah, mengatakan pihaknya berharap pelanggan tidak menggunakan air secara berlebihan dan mulai menyiapkan cadangan air di rumah masing-masing selagi pasokan masih dalam kondisi normal.
"Dengan kondisi saat musim kemarau ini, kami mengharapkan masyarakat Kota Pontianak, pelanggan Perumda khususnya, itu menggunakan air sehemat mungkinlah," ucap Abdullah, Jumat (17/7).
Ia juga mengimbau masyarakat memanfaatkan kondisi distribusi air yang masih normal dengan menampung air sebagai persediaan apabila sewaktu-waktu terjadi gangguan layanan.
"Dan jangan lupa, pada kondisi saat normal ini air ditampunglah. Ditampung ke tempat penampungan di masing-masing rumah," tambahnya.
Selain mengajak masyarakat berhemat, Abdullah meminta pelanggan tetap tenang apabila terjadi kendala pelayanan selama musim kemarau. Menurutnya, Perumda akan terus berupaya mengatasi berbagai persoalan yang muncul sehingga masyarakat tidak perlu panik.
"Kami mengharapkan juga masyarakat pelanggan jangan panik, insyaallah ini cepat akan teratasi," tegasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar memperoleh informasi hanya melalui saluran resmi milik Perumda sehingga tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
"Kami ada kanal-kanal informasi. Kalau ada apa-apa, tanyakan kepada kami. Jangan sampai miskomunikasi, dalam arti dapat berita yang tidak resmi. Informasi-informasi resmi dari kami itu tolong sampaikan kepada tetangga, famili, keluarga, sehingga tidak menimbulkan keresahan."
Abdullah turut mengimbau pelanggan yang mengalami kesulitan memperoleh air agar segera menghubungi pihak Perumda. Ia berharap masyarakat tidak melampiaskan kekecewaan dengan merusak fasilitas milik perusahaan.
"Seandainya bapak atau ibu butuh air, informasikan kepada kami dan akan kami tindak lanjuti. Namun, jangan merusak sarana dan prasarana yang ada di PDAM," pesannya.
Siapkan Penjualan Air Langsung hingga Distribusi Mobil Tangki
Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa juga telah menyiapkan sejumlah langkah darurat apabila produksi air bersih terganggu akibat meningkatnya kadar garam di Sungai Kapuas. Salah satu opsi yang disiapkan ialah membuka layanan pembelian air bersih secara langsung oleh masyarakat.
Namun, Abdullah menegaskan kebijakan tersebut akan disesuaikan dengan kondisi yang terjadi di lapangan.
"Ya itu bisa, nanti kita berupa belilah air langsung ke PDAM, tapi nanti kita lihat kondisinya sebelum melakukan itu," urainya.
"Apakah memang dari melalui perpipaan itu tidak ngalir, apakah memang melalui perpipaan itu kualitasnya jelek."
Selain itu, Perumda juga telah menyiapkan armada mobil tangki untuk mendistribusikan air bersih ke sejumlah fasilitas yang menjadi prioritas apabila terjadi gangguan distribusi.
"Akan kita drop air yang memenuhi syarat untuk melayani kebutuhan dari utilitas-utilitas yang vital. Kayak rumah sakit dan dapur MBG misalnya," jelas Abdullah.
Ia menambahkan, bantuan air bersih juga akan diberikan kepada fasilitas sosial dan rumah ibadah yang membutuhkan agar aktivitas pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.
"Memang kami kalau untuk tempat-tempat ibadah dan tempat-tempat sosial, itu kami bantu berupa men-drop tangki. Pada intinya, kami melakukan tindakan-tindakan semaksimal mungkin sehingga operasional rumah sakit maupun tempat-tempat vital itu tidak terganggu."
Pastikan Dampak Korosi Tidak Signifikan
Menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait potensi kerusakan infrastruktur akibat meningkatnya kadar garam, Abdullah mengakui bahwa material berbahan besi memang dapat terdampak. Namun, menurutnya kondisi tersebut tidak akan menimbulkan kerusakan yang berarti terhadap jaringan perpipaan maupun fasilitas pengolahan air.
"Memang ada yang terdampak karena barang-barang material kita itu ada sebagian besi. Dengan kena kadar garam itu pasti berdampak," ungkapnya.
Ia menjelaskan, setelah kondisi sungai kembali normal, sistem distribusi air akan kembali beroperasi seperti biasa sehingga dampak terhadap infrastruktur dapat diminimalkan.
"Setelah normal pun itu tetap kita lakukan dengan aliran air yang normal. Tapi dampaknya itu tidak terlalu signifikan lah untuk mengganggu material yang ada di sarana prasarana air minum kita di Kota Pontianak," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1HMI Kubu Raya Desak Dinsos Turun ke Lapangan, Anak Diduga Mengemis hingga Tengah Malam di Tol 2
- 2Soroti Anggaran Karhutla Rp60 Miliar, Ketua PC IMM Pontianak Mengaku Diteror Pihak yang Mengatasnamakan Wagub Kalbar
- 3Produksi Sabun Cuci Jadi Jalan Panti ‘Aisyiyah Tunas Harapan Bangun Kemandirian Ekonomi
- 4Pemkot Pontianak Benahi Kabel Semrawut, Siapkan Penataan Utilitas Bawah Tanah
- 5Dua Mahasiswa UM Pontianak Tembus Future Leaders Summit 2026
- 6Muhammadiyah Kubu Raya dan Polres Bagikan Alat Tulis untuk Anak Kurang Mampu di Desa Limbung
- 7Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya Minta Dinsos dan Komisi IV DPRD Tinjau Anak-Anak yang Meminta Uang di Simpang Tol 2 Adisucipto
- 8PT TAA Diduga Ambil Air di Lahan SHM, Kuasa Hukum Unus Minta Proses Hukum
- 9Pemkot Pontianak Benahi Kabel Semrawut, Siapkan Penataan Utilitas Bawah Tanah
- 10Manusia Jadi Ikon, Pontianak Usung Semangat “Tangguh Bersahabat” di Usia 255 Tahun





