Remaja 14 Tahun Ditemukan Meninggal Setelah Tenggelam di Sungai Kapuas

Kalbar.akurat.co — Tim SAR Gabungan menemukan seorang remaja yang dilaporkan tenggelam saat berenang di Sungai Kapuas, Desa Tanjung Ria, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, pada hari kedua pencarian, Jumat (25/9) pagi.
Korban diketahui bernama Paulus (14), warga Desa Tanjung Ria. Ia dilaporkan tenggelam pada Kamis (24/9) sekitar pukul 15.30 WIB setelah terbawa arus saat berenang bersama sejumlah temannya di kawasan pasir Desa Tanjung Ria.
Sebelum kejadian, Paulus bersama beberapa temannya telah meminta izin kepada orang tua untuk bermain di kawasan tersebut. Saat berenang di Sungai Kapuas, korban kemudian terbawa arus dan tenggelam.
Laporan kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pontianak pada Kamis (24/9) pukul 19.12 WIB. Sebanyak 18 menit kemudian, Tim SAR dari Pos SAR Sintang diberangkatkan menuju lokasi dan tiba pada pukul 20.47 WIB.
Pencarian kemudian dilanjutkan pada Jumat pagi dengan melibatkan Tim SAR Gabungan. Petugas menyisir sekitar lokasi kejadian hingga ke arah hilir Sungai Kapuas untuk mencari keberadaan korban.
Upaya tersebut membuahkan hasil pada pukul 09.35 WIB. Tim SAR Gabungan menemukan Paulus dalam kondisi meninggal dunia, mengapung sekitar lima kilometer ke arah hilir dari lokasi awal korban dilaporkan tenggelam.
Korban selanjutnya dievakuasi menuju Puskesmas Sepauk sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pontianak, Budiono, menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR Gabungan yang telah bersama-sama melakukan pencarian hingga korban berhasil ditemukan.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR Gabungan, keluarga dan masyarakat yang telah bersama-sama mendukung pelaksanaan operasi pencarian. Setelah korban ditemukan dan diserahkan kepada pihak keluarga, operasi SAR dinyatakan selesai dan seluruh unsur kembali ke satuannya masing-masing,” ujar Budiono.
Budiono juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati ketika melakukan aktivitas di sekitar sungai, khususnya saat berenang, serta memperhatikan kondisi arus dan keselamatan sebelum melakukan aktivitas di perairan.
“Kami menghimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di sungai. Terutama bagi anak-anak, diperlukan pengawasan dari orang tua atau orang dewasa untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan,” tambahnya.
Dengan ditemukannya korban, Search Mission Coordinator (SMC) mengusulkan penutupan Operasi SAR. Seluruh unsur yang terlibat kemudian kembali ke satuan masing-masing.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Sang Aktivis Jadi Kabid Kepemudaan, Juni Wardana Bawa Energi Baru untuk Pemuda
- 2Pendaki Croatia Didenda RM25,000, Majlis Adat Dedah Sisi Lain Kes Gunung Kinabalu: Peranan Sabah Parks Dipersoal
- 330 Kader Posyandu ILP Kalimas Ikuti Ujian Kenaikan Strata
- 4Dompet Umat dan Trust Music Galang Dana untuk Warga Terdampak Karhutla Kalbar
- 5Gerakan ASRI Gerindra Dorong Pasar Bersih Jadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi
- 6Tak Hanya Kabut Asap, Karhutla Bikin Warga Kesulitan Air, HMI Ketapang Bergerak
- 7Berenang di Sungai Kapuas, Remaja 14 Tahun Terseret Arus hingga Tenggelam
- 8Remaja 14 Tahun Ditemukan Meninggal Setelah Tenggelam di Sungai Kapuas
- 9Pendaki Croatia Didenda RM25,000, Majlis Adat Dedah Sisi Lain Kes Gunung Kinabalu: Peranan Sabah Parks Dipersoal
- 10Sang Aktivis Jadi Kabid Kepemudaan, Juni Wardana Bawa Energi Baru untuk Pemuda




