Kalbar

Menko Pangan Zulhas di Pontianak: Transformasi Pertanian Modern Kunci Menarik Minat Anak Muda

Arrayyan Nurrochim | 5 Juni 2026, 13:14 WIB
Menko Pangan Zulhas di Pontianak: Transformasi Pertanian Modern Kunci Menarik Minat Anak Muda
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan

kalbar.akurat.co – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa pemerintah tengah merombak total ekosistem pertanian agar menjadi sektor yang atraktif dan menguntungkan bagi generasi muda. Hal ini disampaikannya dalam acara diskusi hangat bertajuk "Anak Muda Maunya Apa" yang digelar di Aming Coffee, Podomoro, Pontianak, pada Jumat (5/6). Dalam kunjungan kerja tersebut, pria yang akrab disapa Zulhas ini turut didampingi oleh sejumlah figur publik ternama seperti Pasha Ungu, Eko Patrio, Rizky Billar, dan Lesty Kejora.

Menko Pangan mengakui bahwa selama puluhan tahun terakhir, profesi petani dinilai tidak menarik dan cenderung dijauhi oleh generasi muda. Anggapan ini lahir bukan tanpa alasan; rantai birokrasi yang panjang dan tata niaga yang tidak berpihak sering kali membuat para petani lokal mengalami kerugian besar saat musim panen tiba. Oleh karena itu, paradigma lama tersebut harus segera diputus melalui intervensi kebijakan pemerintah yang lebih berpihak pada kesejahteraan petani.

Di bawah kepemimpinan kabinet saat ini, pemerintah fokus mengejar target swasembada pangan dengan cara memangkas puluhan regulasi yang selama ini menghambat. Zulhas menjelaskan bahwa pemerintah kini memberikan kepastian hukum dan kemudahan bagi petani, salah satunya lewat penyederhanaan jalur distribusi pupuk subsidi yang kini disalurkan langsung ke petani. Selain itu, pemerintah juga telah menetapkan harga batas bawah gabah (HPP) menjadi Rp6.500 per kilogram untuk menjamin margin keuntungan yang layak.

Lebih lanjut, Zulhas menekankan bahwa penataan regulasi ini krusial agar sektor pertanian menghasilkan keuntungan nyata, bukan sekadar kerja keras tanpa hasil.

"Kenapa anak muda tidak mau bertani? Karena rugi. Puluhan tahun kita abai, regulasinya berbelit-belit. Sekarang kita potong semuanya, pupuk langsung ke petani, dan kita tetapkan HPP gabah Rp6.500 supaya petani itu untung, bukan buntung," ujar Zulhas menegaskan komitmen pemerintah di depan para peserta diskusi.

Melalui transformasi ini, Kementerian Koordinator Bidang Pangan optimistis produktivitas pertanian nasional akan melonjak drastis sekaligus meningkatkan strata ekonomi para pelakunya melalui mekanisasi seperti penggunaan mesin modern yang mampu menanam padi hingga 24 hektare dalam sehari. Pemerintah berjanji akan terus mengawal regulasi hulu hingga hilir agar sektor pangan menjadi motor penggerak ekonomi baru yang menjanjikan bagi masa depan anak muda.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.