Kalbar

Ketum Ormas Mangkok Merah Kalbar Tolak Penghentian Program MBG, Minta Oknum Nakal Ditindak Tegas

Rifqi Al Furqon | 21 Juni 2026, 17:50 WIB
Ketum Ormas Mangkok Merah Kalbar Tolak Penghentian Program MBG, Minta Oknum Nakal Ditindak Tegas
Ketua Umum Mangkok Merah, Iyen Bagago saat Ditemui Awak Media pada Sabtu (20/06). Rep : Sandy/Akurat Kalbar

Kalbar.akurat.co – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Organisasi Masyarakat (Ormas) Mangkok Merah Kalimantan Barat, Iyen Bagago, merespons isu dan rencana aksi protes dari beberapa pihak terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia secara tegas menyatakan dukungan penuh terhadap program unggulan pemerintah tersebut dan meminta agar pelaksanaannya terus dilanjutkan tanpa interupsi.

Saat ditemui oleh awak media di sela-sela kegiatannya pada Sabtu (20/06), Iyen Bagago menekankan bahwa Program MBG memiliki esensi yang sangat baik bagi masa depan bangsa. Menurutnya, manfaat dari program ini sangat dirasakan oleh masyarakat luas, bukan hanya di wilayah perkotaan, tetapi juga menyentuh akar rumput.

"Harapan saya kalau program pemerintah MBG ini tidak usah dihentikan. Karena ini sangat berdampak positif bagi seluruh masyarakat Indonesia, terutama masyarakat di daerah pedalaman," ungkap Iyen Bagago.

Selain berfokus pada peningkatan gizi para pelajar demi menciptakan generasi penerus yang cerdas dan sehat, program ini juga diklaim membawa multiplier effect atau efek ganda bagi perekonomian warga sekitar. Pelibatan masyarakat lokal dalam rantai pasok makanan memberikan angin segar bagi roda ekonomi daerah.

"Dan juga, program ini sebenarnya menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia," tambahnya menjelaskan dampak ekonomi dari program tersebut.

Terkait dengan adanya sorotan, keluhan, maupun aksi protes yang menduga adanya penyelewengan, mark-up harga, atau pengurangan porsi gizi di lapangan, Iyen memiliki pandangan yang tegas. Ia sepakat bahwa setiap bentuk pelanggaran hukum harus ditindak, namun ia menolak keras jika programnya yang dikorbankan atau dihentikan secara total.

"Kalaulah ini memang ada yang mereweng, ada yang tidak benar, ya itu saja yang ditindaklanjuti, diproses. Jangan programnya ditutup," tegas tokoh masyarakat Kalimantan Barat tersebut.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kesalahan oknum pelaksana di lapangan tidak boleh merugikan jutaan anak-anak dan masyarakat yang benar-benar membutuhkan dan merasakan manfaat dari Program MBG. Mewakili organisasinya, Iyen memastikan akan berada di barisan pendukung kebijakan pro-rakyat.

"Saya selaku Ketua Ormas Mangkok Merah Kalimantan Barat sangat mendukung program pemerintah yang Prabowo-Gibran buat ini. MBG harus berjalan terus, tidak bisa dihentikan," ucapnya dengan penuh penekanan.

Saat ditanya oleh wartawan mengenai rencana aksi damai yang diinisiasi oleh kelompok masyarakat tertentu yang mengkritisi program ini, Iyen mengisyaratkan bahwa organisasinya memilih untuk fokus pada pengawalan substansi program ketimbang ikut turun ke jalan untuk melakukan penolakan.

"Kalau hari ini, mungkin saya hanya mendukung program MBG," pungkas Iyen Bagago, menegaskan posisinya.

Dengan pernyataan sikap ini, Ormas Mangkok Merah Kalimantan Barat berharap aparat penegak hukum dan instansi terkait dapat memperketat pengawasan di lapangan, sehingga Program MBG dapat berjalan transparan, akuntabel, dan tepat sasaran sesuai dengan visi awal pemerintah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.