DAM Nasional di Pontianak Tegaskan Peran Pemuda Kawal Program Makan Bergizi Gratis Menuju Indonesia Emas 2045

Kalbar.akurat.co – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Pontianak gelar pembukaan Darul Arqam Madya (DAM) Nasional yang diintegrasikan dengan Simposium Pemuda di Kota Pontianak menjadi momentum strategis dalam memperkuat paradigma kepemimpinan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045. Bertempat di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, pada 17 Juni 2026.
Simposium tersebut mengusung tema "Makan Bergizi Gratis dan Kepemimpinan Visioner: Membangun Generasi Unggul untuk Indonesia Emas 2045", kegiatan ini menjadi ruang kaderisasi sekaligus forum ilmiah untuk menegaskan pentingnya peran pemuda dalam mentransformasikan bonus demografi menjadi keunggulan bangsa.
Melalui berbagai diskusi yang berlangsung, simposium menegaskan bahwa keberhasilan mewujudkan Indonesia Emas 2045 memerlukan sinergi antara pembangunan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi yang baik dan hadirnya kepemimpinan visioner yang mampu menjawab tantangan masa depan.
Materi utama dalam simposium disampaikan oleh Kepala Regional Makan Bergizi Gratis (MBG) Kalimantan Barat, Agus Kurniawi. Dalam paparannya, ia menjelaskan keterkaitan antara intervensi gizi sejak dini melalui Program Makan Bergizi Gratis dengan upaya menurunkan angka stunting serta meningkatkan kualitas kesehatan dan kemampuan kognitif generasi muda.
Agus Kurniawi juga menegaskan bahwa keberhasilan program berskala nasional tersebut tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif pemuda sebagai bagian dari sistem pengawasan kebijakan publik. Menurutnya, kontrol sosial, integritas, serta pengawasan yang dilakukan oleh kalangan intelektual muda di daerah menjadi faktor penting dalam memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran.
Ia menjelaskan bahwa pemuda memiliki sedikitnya tiga peran strategis dalam mendukung implementasi Program Makan Bergizi Gratis. Pertama, sebagai penggerak ekonomi lokal dengan memperkuat rantai pasok hasil pertanian dan pangan daerah agar mampu memenuhi kebutuhan program secara berkelanjutan. Kedua, sebagai pengawas independen yang mendorong transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan program sehingga meminimalkan potensi penyimpangan. Ketiga, sebagai agen edukasi yang meningkatkan literasi masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi sebagai investasi pembangunan sumber daya manusia.
Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Pontianak, Muhammad Sher Khan, menegaskan bahwa keberhasilan Indonesia Emas 2045 tidak hanya ditentukan oleh kualitas kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh kualitas kepemimpinan generasi muda yang mampu mengawal implementasi kebijakan secara kritis, objektif, dan bertanggung jawab.
"Program Makan Bergizi Gratis tidak boleh hanya dipahami sebagai program pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi harus menjadi investasi strategis untuk membangun kualitas manusia Indonesia. Pemuda harus hadir sebagai mitra kritis pemerintah, memastikan setiap kebijakan berjalan tepat sasaran, transparan, dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Indonesia Emas 2045 hanya dapat diwujudkan apabila lahir generasi yang sehat, berintegritas, dan memiliki kepemimpinan visioner yang berpihak pada kepentingan bangsa," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa proses kaderisasi melalui Darul Arqam Madya harus mampu melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang tidak hanya adaptif terhadap perubahan, tetapi juga memiliki kapasitas intelektual, integritas moral, serta keberanian menjadi pelopor transformasi sosial.
"Kepemimpinan visioner bukan sekadar kemampuan memimpin organisasi, tetapi juga kemampuan membaca tantangan zaman, mengawal kebijakan strategis nasional, serta memastikan setiap kebijakan publik berpijak pada nilai keadilan, kemanusiaan, dan keberpihakan kepada rakyat," tegasnya.
Melalui penyelenggaraan DAM Nasional di Bumi Khatulistiwa, forum ini menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pemuda, dan berbagai elemen masyarakat dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis.
Sinergi antara kebijakan publik yang dipaparkan oleh jajaran Regional MBG Kalimantan Barat dengan idealisme dan kapasitas intelektual generasi muda dinilai mampu membangun model kolaborasi yang adaptif, partisipatif, dan berkelanjutan.
Sebagai penutup, forum ini menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan fondasi penting dalam pemenuhan hak dasar masyarakat sekaligus investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Di sisi lain, kepemimpinan visioner generasi muda menjadi kekuatan utama yang akan memastikan setiap kebijakan publik terlaksana secara efektif, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan rakyat. Dengan demikian, Indonesia Emas 2045 tidak hanya dipandang sebagai target pembangunan nasional, tetapi juga sebagai proyek peradaban yang menempatkan generasi muda sebagai aktor utama dalam mewujudkan bangsa yang unggul, berdaulat, adil, dan berkemajuan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1HMI Kubu Raya Desak Dinsos Turun ke Lapangan, Anak Diduga Mengemis hingga Tengah Malam di Tol 2
- 2Soroti Anggaran Karhutla Rp60 Miliar, Ketua PC IMM Pontianak Mengaku Diteror Pihak yang Mengatasnamakan Wagub Kalbar
- 3Produksi Sabun Cuci Jadi Jalan Panti ‘Aisyiyah Tunas Harapan Bangun Kemandirian Ekonomi
- 4Pemkot Pontianak Benahi Kabel Semrawut, Siapkan Penataan Utilitas Bawah Tanah
- 5Dua Mahasiswa UM Pontianak Tembus Future Leaders Summit 2026
- 6Muhammadiyah Kubu Raya dan Polres Bagikan Alat Tulis untuk Anak Kurang Mampu di Desa Limbung
- 7Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya Minta Dinsos dan Komisi IV DPRD Tinjau Anak-Anak yang Meminta Uang di Simpang Tol 2 Adisucipto
- 8PT TAA Diduga Ambil Air di Lahan SHM, Kuasa Hukum Unus Minta Proses Hukum
- 9Pemkot Pontianak Benahi Kabel Semrawut, Siapkan Penataan Utilitas Bawah Tanah
- 10Manusia Jadi Ikon, Pontianak Usung Semangat “Tangguh Bersahabat” di Usia 255 Tahun





