Kalbar

Lenora Fidelia Bawa Tenun Kebat Batu Petara ke Generasi Muda

Unggul Ali Sadewo | 23 September 2026, 22:20 WIB
Lenora Fidelia Bawa Tenun Kebat Batu Petara ke Generasi Muda
Lenora Fidelia Tuah Mualangnes, yang mewakili Kabupaten Sekadau di ajang Putri Anak Indonesia mewakili Kalimantan Barat 2 2026 - Lenora

Kalbar.akurat.co — Tenun Kebat Batu Petara tak ingin dibiarkan sekadar menjadi warisan masa lalu. Lenora Fidelia Tuah Mualangnes, yang mewakili Kabupaten Sekadau di ajang Putri Anak Indonesia mewakili Kalimantan Barat 2 2026, memilih membawa kain tradisional itu lebih dekat kepada generasi muda.

Di usianya yang masih muda, Lenora aktif memperkenalkan wastra khas daerah sebagai bagian dari identitas budaya yang perlu terus dikenal. Salah satu yang menjadi perhatiannya adalah tenun Kebat Batu Petara, kain tradisional asal Kabupaten Sekadau.

Menurut Lenora, keberlangsungan warisan budaya tidak hanya bergantung pada pelaku budaya dan generasi sebelumnya. Anak-anak dan generasi muda juga harus mulai mengenal, menggunakan, serta memperkenalkan kekayaan budaya daerahnya.

“Generasi muda wajib turut serta melestarikan wastra Indonesia, khususnya tenun Kebat Batu Petara asal Kabupaten Sekadau,” ucap Lenora, 22 September 2026.

Ia menilai pengenalan budaya kepada generasi muda menjadi langkah penting agar kain tradisional tidak kehilangan tempat di tengah perubahan zaman. Kebat Batu Petara, kata dia, perlu hadir bukan hanya dalam ruang budaya, tetapi juga dikenal sebagai bagian dari identitas masyarakat Sekadau.

Keikutsertaannya dalam Putri Anak Kalimantan Barat 2 2026 dimanfaatkan Lenora untuk membawa isu tersebut ke ruang yang lebih luas. Ia ingin keberadaan generasi muda tidak hanya menjadi penonton dalam pelestarian budaya, tetapi ikut mengambil peran.

Bagi Lenora, memperkenalkan tenun tradisional kepada anak-anak dan generasi muda juga menjadi cara menumbuhkan kebanggaan terhadap produk budaya daerah. Semakin dikenal, semakin besar peluang warisan tersebut tetap hidup dan diteruskan.

Dari Sekadau, Lenora membawa pesan bahwa pelestarian budaya bisa dimulai sejak usia muda. Tenun Kebat Batu Petara bukan sekadar kain tradisional, tetapi identitas yang membutuhkan generasi penerus untuk tetap mengenal dan menjaganya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.