Kalbar

5 Fakta Unik Timnas Spanyol Usai Singkirkan Prancis dan Melaju ke Final Piala Dunia 2026

Arrayyan Nurrochim | 15 Juli 2026, 08:14 WIB
5 Fakta Unik Timnas Spanyol Usai Singkirkan Prancis dan Melaju ke Final Piala Dunia 2026
Pemain Tim Nasional Spanyol saat merayakan gol yang dicetak Pedro Porro ke gawang Prancis pada semifinal Piala Dunia 2026 di Stadion Dallas, Airlington, Amerika Serikat, Selasa (14/7/2026). X/SEFutbol

kalbar.akurat.co – Tim Nasional (Timnas) Spanyol memastikan langkah ke partai puncak Piala Dunia 2026 usai menumbangkan Prancis dengan skor 2-0 pada laga semifinal yang berlangsung di Dallas Stadium, Amerika Serikat, Selasa (14/7/2026) waktu setempat. Kemenangan tersebut sekaligus menghentikan ambisi Les Bleus untuk tampil di final Piala Dunia tiga edisi berturut-turut.

Di balik keberhasilan itu, terdapat sejumlah fakta menarik yang membuat perjalanan La Roja semakin layak mendapat sorotan. Berikut lima fakta unik Timnas Spanyol usai menyingkirkan Prancis.

1. Kembali ke Final Piala Dunia Setelah 16 Tahun

Keberhasilan mengalahkan Prancis membawa Spanyol kembali ke final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak menjadi juara dunia pada edisi 2010 di Afrika Selatan. Ini menjadi momentum penting bagi generasi baru La Roja untuk mengukir sejarah baru.

2. Pertahanan Kokoh Jadi Senjata Utama

Berbeda dengan citra Spanyol yang identik dengan permainan menyerang, skuad asuhan Luis de la Fuente justru tampil luar biasa dalam bertahan. Hingga semifinal, mereka hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen dan berhasil membungkam lini depan Prancis yang diperkuat Kylian Mbappé, Ousmane Dembélé, hingga Michael Olise.

3. Rekor Tak Terkalahkan Terus Berlanjut

Kemenangan atas Prancis memperpanjang catatan tak terkalahkan Spanyol menjadi 37 pertandingan. Catatan impresif tersebut menyamai salah satu rekor terbaik dalam sejarah sepak bola internasional sekaligus menunjukkan konsistensi permainan mereka dalam beberapa tahun terakhir.

4. Kombinasi Pemain Muda dan Senior Berjalan Sempurna

Kesuksesan Spanyol tidak hanya bertumpu pada talenta muda seperti Lamine Yamal, tetapi juga keseimbangan yang dibangun oleh pemain-pemain berpengalaman. Perpaduan tersebut membuat permainan La Roja tetap matang meski mengandalkan banyak pemain muda sebagai motor serangan.

5. Semangat Juara 2010 Kembali Terasa

Pelatih Luis de la Fuente menyebut timnya berhasil menghidupkan kembali semangat kebersamaan yang pernah membawa Spanyol menjadi juara dunia pada 2010. Menurutnya, kekuatan utama La Roja bukan hanya kualitas individu, melainkan solidaritas tim dan kerendahan hati seluruh pemain.

Kini Spanyol tinggal menunggu pemenang semifinal lainnya antara Inggris dan Argentina untuk memperebutkan trofi Piala Dunia 2026. Dengan performa yang konsisten, pertahanan yang solid, dan perpaduan pemain muda serta senior yang seimbang, La Roja menjadi salah satu kandidat terkuat untuk kembali mengangkat trofi Piala Dunia setelah penantian selama 16 tahun.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.