Kalbar

Program BPBL Terealisasi, Cornelis Apresiasi ESDM dan PLN, Dorong Pemerataan Listrik Desa

Tim Redaksi | 22 September 2026, 11:05 WIB
Program BPBL Terealisasi, Cornelis Apresiasi ESDM dan PLN, Dorong Pemerataan Listrik Desa
Program BPBL Terealisasi, Cornelis Apresiasi ESDM dan PLN, Dorong Pemerataan Listrik Desa - Sopian Lubis

kalbar.akurat.co - Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) yang diperjuangkan melalui aspirasi Anggota Komisi XII DPR RI, Dr. (H.C.) Drs. Cornelis, M.H., mulai terealisasi di Kalimantan Barat.

Sejumlah rumah warga di Desa Sepotong, Kecamatan Sungai Laur, Kabupaten Ketapang, dan Desa Pasir Putih, Kecamatan Teluk Pakedai, Kabupaten Kubu Raya, kini telah menikmati sambungan listrik di rumah masing-masing.

Berdasarkan paparan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Kalimantan Barat mendapat rencana alokasi BPBL 2026 sebanyak 5.000 rumah tangga. Sementara per 25 Mei 2026, tercatat 5.379 usulan rumah tangga dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Secara nasional, BPBL 2026 ditargetkan menjangkau 225.000 rumah tangga.

Cornelis mengatakan, program tersebut harus benar-benar menyasar masyarakat yang belum mampu memasang listrik secara mandiri.

“Listrik hari ini sudah menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Kita ingin masyarakat yang memang belum mampu memasang listrik sendiri dapat dibantu dan merasakan langsung kehadiran negara,” ujar Cornelis.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian ESDM dan PLN atas pelaksanaan program tersebut hingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Kementerian ESDM dan PLN yang telah merealisasikan program ini. Program seperti ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan tentu kita berharap dapat terus dilanjutkan serta diperluas,” katanya.

Namun, dalam proses pengusulan masih ditemukan sejumlah rumah warga yang sangat membutuhkan bantuan tetapi belum dapat menerima BPBL karena jaringan listrik belum masuk ke desa atau dusun mereka.

Menurut Cornelis, persoalan tersebut menunjukkan bahwa BPBL perlu berjalan bersamaan dengan penguatan Program Listrik Desa (Lisdes). Sebab, bantuan sambungan listrik rumah tangga tidak dapat diberikan apabila jaringan distribusi listrik belum tersedia.

Karena itu, ia mendorong pemerintah dan PLN untuk semakin memasifkan pembangunan jaringan listrik desa, khususnya di wilayah Kalimantan Barat yang permukimannya tersebar dan masih memiliki daerah yang sulit dijangkau.

“Kita akan terus kawal. Jangan sampai masih ada masyarakat yang rumahnya berada di sekitar jaringan listrik, tetapi belum bisa menikmati listrik hanya karena terkendala biaya pemasangan,” tegasnya.

Bagi Cornelis, keberhasilan BPBL di Desa Sepotong dan Desa Pasir Putih harus dilanjutkan dengan pemerataan jaringan. BPBL membantu rumah yang belum tersambung, sementara Listrik Desa harus memastikan jaringan itu sendiri hadir sampai ke masyarakat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.