Sebut Momentum Sakral, Anggota DPRD Kalbar Neneng Ajak Mangkok Merah Rawat Warisan Leluhur

Kalbar.akurat.co – Pelantikan organisasi Mangkok Merah yang berlangsung di Hotel Grand Mahkota Pontianak mendapat apresiasi dari Anggota Komisi V DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Neneng. Ia menyebut momentum tersebut sebagai bagian dari kebangkitan masyarakat Dayak yang memiliki nilai sejarah dan makna yang sangat sakral.
Dalam pernyataannya saat ditemui awak media disela kegiatan pelantikan Sabtu (13/06), Neneng menegaskan dukungannya terhadap keberadaan Organisasi Mangkok Merah serta berbagai program yang dijalankan ke depan. Menurutnya, organisasi tersebut memiliki peran penting dalam menjaga identitas, budaya, dan persatuan masyarakat Dayak di Kalimantan Barat.
Bagi DPRD Provinsi Kalimantan Barat, di mana ini adalah sebuah kebangkitan suatu daerah atau wilayah yang dikatakan oleh Ketua tadi itu sangat sakral. Oleh sebab itu, saya selalu mendorong apapun organisasi yang dilakukan oleh Mangkok Merah, mari kita bersatu padu, jangan sampai organisasi ini sampai hanya di sini saja, tapi harus berkelanjutan bermitra dengan pemerintah tentunya dan juga bersama perusahaan
Neneng menilai Organisasi Mangkok Merah perlu menjadi rumah besar bagi seluruh elemen masyarakat Dayak. Karena itu, ia mendorong agar organisasi tersebut tidak hanya bergerak secara internal, tetapi juga membuka ruang yang lebih luas bagi seluruh sub suku Dayak yang ada di Kalimantan Barat.
Menurutnya, keterlibatan berbagai sub suku akan memperkuat silaturahmi, mempererat hubungan antar komunitas, serta menciptakan solidaritas yang lebih kuat dalam menjaga warisan budaya leluhur.
Cara terbaiknya ya harus saling berorganisasi, apapun itu. Asalkan jangan pecah belah, tentunya tetap Dayak, ya. Oleh sebab itu saya selaku anggota DPRD Provinsi mendorong, organisasi Mangkok Merah ini jangan hanya organisasi berdiri sendiri, tetapi melibatkan semua sub-suku Dayak yang ada di Kalimantan Barat,
Lebih lanjut, Neneng berharap Organisasi Mangkok Merah dapat terus membangun sinergi dengan pemerintah dalam berbagai bidang, terutama yang berkaitan dengan pelestarian budaya, pemberdayaan masyarakat adat, dan pembangunan daerah.
Ia meyakini kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah akan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekaligus memperkuat posisi budaya Dayak sebagai bagian penting dari identitas Kalimantan Barat.
“Kegiatannya apapun itu, tentu harus berorganisasi bersama-sama ya supaya menjalin silaturahmi lebih baik. Jangan sampai pecah belah. Jadi oleh sebab itu saya mendukung penuh, bagaimanapun organisasi sangat positif bagi saya," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini




Terpopuler
- 1HMI Kubu Raya Desak Dinsos Turun ke Lapangan, Anak Diduga Mengemis hingga Tengah Malam di Tol 2
- 2Soroti Anggaran Karhutla Rp60 Miliar, Ketua PC IMM Pontianak Mengaku Diteror Pihak yang Mengatasnamakan Wagub Kalbar
- 3Produksi Sabun Cuci Jadi Jalan Panti ‘Aisyiyah Tunas Harapan Bangun Kemandirian Ekonomi
- 4Pemkot Pontianak Benahi Kabel Semrawut, Siapkan Penataan Utilitas Bawah Tanah
- 5Dua Mahasiswa UM Pontianak Tembus Future Leaders Summit 2026
- 6Muhammadiyah Kubu Raya dan Polres Bagikan Alat Tulis untuk Anak Kurang Mampu di Desa Limbung
- 7Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya Minta Dinsos dan Komisi IV DPRD Tinjau Anak-Anak yang Meminta Uang di Simpang Tol 2 Adisucipto
- 8PT TAA Diduga Ambil Air di Lahan SHM, Kuasa Hukum Unus Minta Proses Hukum
- 9Pemkot Pontianak Benahi Kabel Semrawut, Siapkan Penataan Utilitas Bawah Tanah
- 10Manusia Jadi Ikon, Pontianak Usung Semangat “Tangguh Bersahabat” di Usia 255 Tahun

