Kalbar

Cegah Kebakaran Akibat Pemadaman Listrik, Masyarakat Diingatkan Perbarui Instalasi Rumah yang Usang

Rifqi Al Furqon | 5 Juli 2026, 21:17 WIB
Cegah Kebakaran Akibat Pemadaman Listrik, Masyarakat Diingatkan Perbarui Instalasi Rumah yang Usang
Presidium YPK-PHM, Ade Khairul Arya Putra

Kalbar.akurat.co — Frekuensi pemadaman listrik bergilir yang disertai dengan fenomena suhu udara ekstrem belakangan ini memicu perhatian serius dari kalangan pemerhati keselamatan publik.

Yayasan Pemadam Kebakaran Parit Haji Muksin (YPK-PHM) Kubu Raya secara resmi mengeluarkan seruan kepada masyarakat luas untuk segera meningkatkan eskalasi kewaspadaan terhadap potensi terjadinya arus pendek atau korsleting listrik, khususnya pada bangunan residensial dengan sistem instalasi yang sudah usang.

Presidium YPK-PHM, Ade Khairul Arya Putra, menekankan pentingnya langkah mitigasi struktural dan sistematis dari tingkat rumah tangga guna memutus rantai risiko musibah kebakaran yang mengancam keselamatan jiwa serta materi. Berdasarkan amatan komprehensif dan data faktual di lapangan, terdapat korelasi sosiologis yang kuat antara usia bangunan dengan tingkat kerentanan sistem kelistrikan.

"​Kami mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk segera melakukan mitigasi risiko secara mandiri terhadap aset properti yang dimiliki, guna mengeliminasi stimulan termal yang dapat memicu kebakaran. Berdasarkan data empiris di lapangan, mayoritas insiden kebakaran struktural didominasi oleh bangunan yang usianya sudah mencapai puluhan tahun, di mana sistem instalasi listrik utamanya telah mengalami degradasi fungsi. Oleh karena itu, kelayakan penggunaan jaringan listrik tersebut wajib ditinjau kembali secara berkala mengacu pada standar kelaikan operasi yang telah ditetapkan ," ujar Ade Khairul, Minggu (5/7/2026).

Senada dengan evaluasi tersebut, presidium yayasan pemadam kebakaran, Ade menambahkan bahwa fluktuasi stabilitas daya akibat pemadaman listrik yang tidak menentu dalam beberapa hari terakhir secara linear meningkatkan koefisien risiko kebakaran.

Melalui pemetaan berkala di lapangan, ketidakstabilan arus saat listrik padam dan menyala kembali secara berulang merupakan salah satu pemicu utama kegagalan isolasi pada kabel, yang berujung pada terjadinya korsleting.

Anomali ini diperparah oleh fenomena ketidakseimbangan beban daya (overload). Banyak hunian yang secara historis mengalami dinamika perubahan fungsi ruang dan peningkatan akumulasi perangkat elektronik berdaya besar—seperti pendingin ruangan (AC), lemari es, dan televisi—namun tidak dibarengi dengan peningkatan spesifikasi teknik atau rekayasa ulang pada jaringan sirkuit listrik rumah mereka. Beban arus yang melampauiu kapasitas ambang batas inilah yang secara akumulatif menciptakan panas berlebih (overheating) dan memicu letupan api, terlebih ketika dihadapkan pada faktor eksternal berupa suhu lingkungan yang tinggi.

Kendati demikian, pihak pemadam kebakaran menegaskan bahwa langkah evaluatif ini tidak bertujuan untuk menyudutkan penyedia layanan kelistrikan.

Pemadaman diakui sebagai bagian dari kendala teknis operasional pada sistem pembangkit. Namun, mengingat masyarakat merupakan entitas yang berada di lini terdepan terdampak risiko, maka kesadaran preventif mutlak harus diinisiasi secara mandiri dari dalam rumah.

Sebagai langkah konkret, Yayasan Pemadam Kebakaran Parit Haji Muksin Kubu Raya merekomendasikan masyarakat untuk melakukan audit kelistrikan mandiri secara berkala. Tindakan tersebut dapat dimulai dengan memeriksa kelayakan fisik kabel, mereduksi penggunaan stop kontak paralel yang berlebihan (pemberbanan menumpuk), memutus aliran perangkat elektronik yang sedang tidak digunakan, serta melakukan penggantian total pada material instalasi yang telah mengalami degradasi fungsi demi menekan potensi bahaya sekecil mungkin.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.