Kalbar

Bawaslu Kalbar Gandeng UBSI Pontianak Perkuat Pengawasan Pemilu Partisipatif

Unggul Ali Sadewo | 17 September 2026, 20:06 WIB
Bawaslu Kalbar Gandeng UBSI Pontianak Perkuat Pengawasan Pemilu Partisipatif
Bawaslu Kalbar Gandeng UBSI Pontianak Perkuat Pengawasan Pemilu Partisipatif - Unggul

Kalbar.akurat.co — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Kalimantan Barat menjalin kemitraan dengan Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Kota Pontianak melalui penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU), Kamis (17/9/2026).

Penandatanganan kerja sama yang berlangsung di Kampus UBSI Kota Pontianak tersebut dirangkaikan dengan Sosialisasi Pemilih Partisipatif dan forum penguatan pendidikan demokrasi bagi mahasiswa serta civitas akademika.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Bawaslu Kalbar Mursyid Hidayat dan Anggota Bawaslu Kalbar Yosef Harry Suyadi bersama tim pendamping sekretariat dari unsur Hubungan Antar Lembaga (Hubal), Pengawasan, dan Humas.

Kehadiran jajaran Bawaslu Kalbar disambut Kepala Kampus UBSI Kota Pontianak Eri Bayu Pratama beserta jajaran akademisi dan mahasiswa.

Anggota Bawaslu Kalbar Yosef Harry Suyadi mengatakan kerja sama dengan perguruan tinggi menjadi langkah penting untuk memperkuat pengawasan partisipatif, khususnya dengan melibatkan mahasiswa dalam kehidupan demokrasi.

“Mahasiswa bukan hanya sebagai pemilih, tetapi juga dapat menjadi bagian dari pengawasan partisipatif. Melalui kerja sama ini, kami ingin membangun pemahaman bahwa pengawasan pemilu merupakan tanggung jawab bersama, sehingga mahasiswa dapat ikut mengawal proses demokrasi sesuai dengan peran dan kapasitasnya,” kata Yosef.

Menurut dia, perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam membangun literasi demokrasi dan kepemiluan. Mahasiswa dapat berperan dalam memahami sekaligus menyampaikan informasi kepemiluan yang benar kepada masyarakat.

Ia berharap kerja sama antara Bawaslu Kalbar dan UBSI Pontianak tidak berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman, tetapi dapat dilanjutkan melalui berbagai kegiatan pendidikan kepemiluan, diskusi, penelitian, maupun kegiatan akademik lainnya.

“Yang paling penting adalah bagaimana sinergi ini memberikan manfaat nyata. Kampus memiliki ruang yang sangat strategis untuk membangun literasi demokrasi, dan kami berharap mahasiswa dapat menjadi penyambung informasi kepemiluan yang benar di tengah masyarakat,” ujarnya.

Kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya Bawaslu memperluas jejaring pengawasan partisipatif dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat, termasuk institusi pendidikan tinggi.

Kolaborasi dengan UBSI Pontianak juga diarahkan untuk memperkuat literasi kepemiluan di lingkungan kampus sekaligus memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai hak dan kewajibannya sebagai pemilih serta peran masyarakat dalam mengawal proses pemilu.

Kerja sama tersebut menjadi bagian dari implementasi Peraturan Bawaslu Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2023 tentang Pedoman Kerja Sama Bawaslu, yang menjadi landasan bagi Bawaslu dalam membangun kemitraan dengan berbagai pihak.

Melalui kemitraan ini, Bawaslu Kalbar dan UBSI Pontianak berkomitmen mendorong keterlibatan generasi muda dalam pengawasan partisipatif sekaligus memperkuat pendidikan demokrasi di lingkungan perguruan tinggi.

Upaya tersebut diharapkan dapat membangun kesadaran mahasiswa untuk tidak hanya menggunakan hak pilih, tetapi juga ikut mengawal proses demokrasi agar berlangsung secara transparan, berintegritas, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.