Kalbar

Karhutla Bukit Pramas, Medan Terjal Jadi Tantangan Pemadaman

Unggul Ali Sadewo | 21 September 2026, 22:16 WIB
Karhutla Bukit Pramas, Medan Terjal Jadi Tantangan Pemadaman
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, ikut meninjau langsung lokasi kebakaran pada Senin (21/9/2026). - Humas Pemprov Kalbar

kalbar.akurat.co — Menembus jalur berbatu dan menanjak, tim penanganan kebakaran harus berjibaku menuju titik api di Bukit Pramas, kawasan Taman Nasional Gunung Palung (TNGP), Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara. Karhutla yang telah berlangsung lebih dari sepekan itu masih ditangani tim gabungan.

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, ikut meninjau langsung lokasi kebakaran pada Senin (21/9/2026). Dari peninjauan tersebut, diketahui api tidak menjadi kendala utama karena material yang terbakar didominasi daun kering dan batang pohon di tanah mineral.

Justru akses menuju titik kebakaran menjadi persoalan. Petugas harus melewati medan menanjak dengan jalan yang tidak rata serta dipenuhi batu-batu terjal.

"Jadi untuk pemadamannya itu apinya tidak begitu sulit dipadamkan. Tetapi masalahnya naik dari bawah ke atas ini, penuh perjuangan juga naik bukit. Dan juga jalannya tidak rata, banyak batu-batu terjal," kata Norsan di sela-sela peninjauannya.

Meski medan cukup berat, pasokan air untuk pemadaman masih tersedia. Kondisi titik api juga mulai mereda setelah dilakukan penanganan oleh tim gabungan.

"Dan juga sumber air masih ada. Saya lihat pun sudah hampir padam api," ujarnya.

Norsan mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar. Kebakaran lahan dapat memperburuk kabut asap yang berdampak terhadap kesehatan, terutama kelompok rentan.

"Mudah-mudahan tidak ada masyarakat, oknum masyarakat yang nakal, sengaja membakar ini. Pikirkan masyarakat yang lain, orang yang rentan, yang usia di atas 60. Kemudian anak-anak kita yang usianya di bawah 8 tahun, 7 tahun. Itu rentan dengan ISPA," ungkapnya.

Ia meminta praktik pembakaran lahan dihentikan agar kebakaran serupa tidak kembali terjadi dan memperbesar dampak kabut asap.

"Jadi tolong masyarakat yang memang sengaja membakar itu. Jangan lagi melakukan hal-hal yang tidak terpuji ini," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.