Kalbar

Anggota Bawaslu Kalbar Yosef Harry Suyadi Tanamkan Nilai Demokrasi kepada Ribuan Mahasiswa Baru UPGRI Pontianak

Unggul Ali Sadewo | 4 Oktober 2026, 19:31 WIB
Anggota Bawaslu Kalbar Yosef Harry Suyadi Tanamkan Nilai Demokrasi kepada Ribuan Mahasiswa Baru UPGRI Pontianak
Anggota Bawaslu Kalbar Yosef Harry Suyadi Tanamkan Nilai Demokrasi kepada Ribuan Mahasiswa Baru UPGRI Pontianak - Bawaslu Kalbar

kalbar.akurat.co – Mahasiswa diminta tidak menjadi penonton dalam kehidupan demokrasi. Kelompok intelektual muda itu didorong mengambil peran sebagai pemilih cerdas sekaligus ikut mengawasi jalannya pemilu.

Pesan tersebut disampaikan Anggota Bawaslu Provinsi Kalimantan Barat, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat, Yosef Harry Suyadi, saat memberikan materi kepada ribuan mahasiswa baru Universitas PGRI Pontianak dalam kegiatan PKKMB, Minggu (4/10/2026).

Yosef menilai mahasiswa memiliki posisi strategis dalam memperkuat demokrasi karena memiliki kemampuan berpikir kritis, jumlah yang besar, serta tidak terlepas dari perkembangan teknologi informasi. Kondisi itu membuat mahasiswa memiliki ruang besar untuk ikut mencegah berbagai bentuk pelanggaran dalam proses demokrasi.

"Pemilu yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh penyelenggara, tetapi juga oleh partisipasi masyarakatnya. Mahasiswa adalah kelompok strategis, pemikirannya kritis, jumlahnya besar, dan melek teknologi. Kami berharap adik-adik mahasiswa baru ini tidak hanya datang ke TPS, tetapi juga berani menjadi bagian dari pengawas partisipatif Bawaslu," jelas Yosef.

Dalam materi bertema “Demokrasi, Pemilu dan Bawaslu”, Yosef mengajak mahasiswa memahami demokrasi tidak sebatas proses pemungutan suara. Demokrasi juga membutuhkan masyarakat yang mampu menjaga kebebasan berpendapat, menghormati perbedaan, serta menolak praktik yang dapat merusak integritas pemilu.

Ia secara khusus mengingatkan mahasiswa untuk menolak politik uang, politisasi SARA dan berita hoaks terkait pemilu. Mahasiswa juga diminta tidak ragu melaporkan dugaan pelanggaran yang ditemukan di lingkungan mereka.

“Mahasiswa sebagai kaum intelektual muda diharapkan menjadi pelopor pemilih cerdas,” kata Yosef.

Peran tersebut semakin penting di tengah tingginya penggunaan media sosial di kalangan anak muda. Yosef juga membahas persoalan netralitas, pengawasan di ruang digital dan mekanisme pelaporan dugaan pelanggaran pemilu agar mahasiswa memahami langkah yang dapat dilakukan ketika menemukan persoalan.

Bawaslu Kalbar menempatkan pendidikan pengawasan partisipatif sebagai bagian dari upaya membangun pemilih muda yang kritis dan berintegritas. Kampus dinilai menjadi ruang strategis untuk menanamkan kesadaran bahwa menjaga demokrasi bukan hanya tugas penyelenggara pemilu, tetapi juga masyarakat, termasuk mahasiswa.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.