Produksi Sabun Cuci Jadi Jalan Panti ‘Aisyiyah Tunas Harapan Bangun Kemandirian Ekonomi

Kalbar.akurat.co – Panti Asuhan ‘Aisyiyah Tunas Harapan Pontianak mulai mengembangkan keterampilan anak-anaknya menjadi peluang usaha. Melalui pelatihan produksi sabun cuci, mereka tidak hanya belajar membuat produk, tetapi juga mengenal proses pengemasan, pemasaran hingga pengelolaan usaha.
Program tersebut merupakan bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Muhammadiyah Pontianak yang berlangsung Minggu, 4 Oktober 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Peningkatan Kemandirian Ekonomi Panti Asuhan ‘Aisyiyah Tunas Harapan Pontianak melalui Pelatihan dan Produksi Sabun Cuci Berbasis Kewirausahaan Mendukung SDGs.”
Ketua PKM Skema Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, Elin B Somantri, mengatakan pelatihan tersebut diarahkan untuk memberikan keterampilan yang memiliki nilai ekonomi sekaligus membangun jiwa kewirausahaan anak-anak panti.
“PKM yang berjudul ‘Peningkatan Kemandirian Ekonomi Panti Asuhan ‘Aisyiyah Tunas Harapan Pontianak melalui Pelatihan dan Produksi Sabun Cuci Berbasis Kewirausahaan Mendukung SDGs’ bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengurus serta anak-anak panti dalam memproduksi sabun cuci yang berkualitas dan memiliki nilai ekonomi,” ujarnya.
Menurutnya, keterampilan tersebut diharapkan dapat dikembangkan menjadi usaha produktif. Anak-anak panti tidak hanya memahami cara membuat sabun, tetapi juga belajar bagaimana sebuah produk dipersiapkan agar dapat dipasarkan.
Ketua Panti Asuhan ‘Aisyiyah Tunas Harapan, Hidayah, berharap program tersebut menjadi langkah awal bagi panti untuk membangun kegiatan ekonomi yang dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah nyata menuju kemandirian ekonomi panti. Keterampilan memproduksi, mengemas, dan memasarkan sabun cuci diharapkan terus dikembangkan sebagai usaha produktif yang berkelanjutan, sekaligus menjadi bekal bagi anak-anak panti untuk belajar mandiri dan mempersiapkan masa depan,” katanya.
Pengasuh sekaligus Ustad Panti Asuhan ‘Aisyiyah Tunas Harapan, Rahmat Hamzah, mengatakan kegiatan tersebut juga memberi ruang bagi anak-anak untuk membangun kepercayaan diri dan mengenali potensi yang mereka miliki.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan keterampilan membuat sabun cuci, tetapi juga menjadi pengalaman berharga bagi anak-anak panti untuk tumbuh lebih mandiri dan percaya diri,” ujarnya.
Program PKM yang berlangsung September hingga Desember 2026 tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai pelatihan. Produk sabun cuci yang dihasilkan dapat dikembangkan dan dipasarkan sehingga menjadi salah satu sumber pendapatan panti.
Di sisi lain, proses tersebut menjadi pembelajaran bagi anak-anak untuk terbiasa disiplin, bertanggung jawab, bekerja sama, kreatif dan berani menciptakan peluang ekonomi sejak dini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1HMI Kubu Raya Desak Dinsos Turun ke Lapangan, Anak Diduga Mengemis hingga Tengah Malam di Tol 2
- 2Soroti Anggaran Karhutla Rp60 Miliar, Ketua PC IMM Pontianak Mengaku Diteror Pihak yang Mengatasnamakan Wagub Kalbar
- 3Produksi Sabun Cuci Jadi Jalan Panti ‘Aisyiyah Tunas Harapan Bangun Kemandirian Ekonomi
- 4Pemkot Pontianak Benahi Kabel Semrawut, Siapkan Penataan Utilitas Bawah Tanah
- 5Dua Mahasiswa UM Pontianak Tembus Future Leaders Summit 2026
- 6Muhammadiyah Kubu Raya dan Polres Bagikan Alat Tulis untuk Anak Kurang Mampu di Desa Limbung
- 7Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya Minta Dinsos dan Komisi IV DPRD Tinjau Anak-Anak yang Meminta Uang di Simpang Tol 2 Adisucipto
- 8PT TAA Diduga Ambil Air di Lahan SHM, Kuasa Hukum Unus Minta Proses Hukum
- 9Pemkot Pontianak Benahi Kabel Semrawut, Siapkan Penataan Utilitas Bawah Tanah
- 10Manusia Jadi Ikon, Pontianak Usung Semangat “Tangguh Bersahabat” di Usia 255 Tahun





