Mts Khulafaur Rasyidin Hadirkan Dosen FH Untan, Bekali 400 santri Edukasi Hukum Pencegahan Bullying

kalbar.akurat.co - MTs Khulafaur Rasyidin menggelar penyuluhan hukum bertajuk "Kenali, Cegah, Laporkan Bullying di Lingkungan Pesantren" dalam rangka Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA), Sabtu (18/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk perundungan.
Penyuluhan menghadirkan Dosen Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura sekaligus Ketua Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Daerah 'Aisyiyah Kabupaten Kubu Raya, Yuliana, sebagai narasumber.
Dalam paparannya, Yuliana menjelaskan pengertian bullying, berbagai bentuk perundungan yang kerap terjadi di sekolah maupun pesantren, dampak yang ditimbulkan terhadap korban maupun pelaku, hingga langkah-langkah pencegahan dan mekanisme pelaporan apabila terjadi tindakan perundungan.
"Bullying bukan candaan. Dampaknya bisa memengaruhi kondisi fisik, mental, hingga masa depan korban. Karena itu, setiap santri harus berani mencegah dan melaporkannya," ujar Yuliana.
Sebanyak 400 santri putra dan putri dari kelas VII, VIII, dan IX mengikuti kegiatan tersebut. Penyuluhan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang mendapat antusias tinggi dari para peserta. Berbagai pertanyaan disampaikan seputar perlindungan anak, bentuk-bentuk bullying, serta cara bersikap ketika menyaksikan atau mengalami perundungan di lingkungan pesantren.
Yuliana menegaskan bahwa menciptakan lingkungan pesantren yang aman tidak hanya menjadi tanggung jawab guru, tetapi juga seluruh warga madrasah, termasuk para santri.
"Setiap santri memiliki tanggung jawab untuk saling menghormati, saling menjaga, dan tidak membiarkan bullying terjadi di lingkungan sekitar," katanya.
Melalui kegiatan ini, MTs Khulafaur Rasyidin berharap seluruh peserta didik memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai bahaya bullying, berani menolak segala bentuk perundungan, serta mampu membangun budaya saling menghargai dan peduli demi terciptanya lingkungan pesantren yang aman dan kondusif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1HMI Kubu Raya Desak Dinsos Turun ke Lapangan, Anak Diduga Mengemis hingga Tengah Malam di Tol 2
- 2Soroti Anggaran Karhutla Rp60 Miliar, Ketua PC IMM Pontianak Mengaku Diteror Pihak yang Mengatasnamakan Wagub Kalbar
- 3Produksi Sabun Cuci Jadi Jalan Panti ‘Aisyiyah Tunas Harapan Bangun Kemandirian Ekonomi
- 4Pemkot Pontianak Benahi Kabel Semrawut, Siapkan Penataan Utilitas Bawah Tanah
- 5Dua Mahasiswa UM Pontianak Tembus Future Leaders Summit 2026
- 6Muhammadiyah Kubu Raya dan Polres Bagikan Alat Tulis untuk Anak Kurang Mampu di Desa Limbung
- 7Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya Minta Dinsos dan Komisi IV DPRD Tinjau Anak-Anak yang Meminta Uang di Simpang Tol 2 Adisucipto
- 8PT TAA Diduga Ambil Air di Lahan SHM, Kuasa Hukum Unus Minta Proses Hukum
- 9Pemkot Pontianak Benahi Kabel Semrawut, Siapkan Penataan Utilitas Bawah Tanah
- 10Manusia Jadi Ikon, Pontianak Usung Semangat “Tangguh Bersahabat” di Usia 255 Tahun





