Kalbar

HWDI Kalbar Soroti Hak Perempuan Disabilitas untuk Hidup Setara

Unggul Ali Sadewo | 18 September 2026, 20:06 WIB
HWDI Kalbar Soroti Hak Perempuan Disabilitas untuk Hidup Setara
HWDI Kalbar Soroti Hak Perempuan Disabilitas untuk Hidup Setara - Unggul

kalbar.akurat.co - Menonton film tidak sekadar menjadi hiburan. Bagi penyandang disabilitas yang menyaksikan film Istimewa di XXI Gaia Bumi Raya Mall, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Jumat (18/9/2026), layar lebar menjadi ruang untuk melihat kembali bagaimana kehidupan penyandang disabilitas dipahami oleh masyarakat.

Sejumlah penyandang disabilitas bersama komunitas ikut menyaksikan film tersebut. Salah satunya Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Kalimantan Barat yang hadir bersama anggotanya dalam kegiatan nonton bareng tersebut.

Ketua HWDI DPD Kalimantan Barat Linda Fardini, yang dikenal dengan nama panggilan Eel atau Kak El, mengatakan film ini memiliki peran penting dalam membantu masyarakat memahami kehidupan penyandang disabilitas secara lebih dekat dan manusiawi.

"Menurut saya, film ini memiliki peran yang sangat penting karena bisa membawa masyarakat melihat kehidupan penyandang disabilitas secara lebih dekat dan lebih manusiawi," kata kak EL.

Menurutnya, selama ini masih terdapat masyarakat yang melihat penyandang disabilitas hanya dari sisi keterbatasan. Padahal, penyandang disabilitas memiliki kehidupan, mimpi, kemampuan, perjuangan, serta hak yang sama seperti masyarakat lainnya.

Film, kata dia, dapat menjadi salah satu media edukasi untuk mengubah cara pandang tersebut.

"Melalui film seperti Istimewa, masyarakat bisa melihat bahwa penyandang disabilitas juga memiliki kehidupan, mimpi, kemampuan, perjuangan, dan hak yang sama seperti masyarakat lainnya," ujarnya.

Kak EL menilai perubahan cara pandang menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan yang inklusif. Penyandang disabilitas, menurutnya, tidak seharusnya hanya ditempatkan sebagai pihak yang membutuhkan rasa kasihan.

"Film juga bisa menjadi media edukasi untuk mengubah cara pandang masyarakat, dari rasa kasihan menjadi penghargaan, dari melihat kekurangan menjadi melihat potensi, serta mendorong terciptanya lingkungan yang lebih inklusif," katanya.

Ia juga menyampaikan pesan kepada keluarga maupun teman-teman penyandang disabilitas agar menjadi pihak pertama yang memberikan kepercayaan dan kesempatan.

Kak EL mengingatkan agar rasa khawatir tidak justru berubah menjadi pembatasan terhadap ruang tumbuh penyandang disabilitas.

"Jadilah tempat pertama yang memberikan kepercayaan dan kesempatan kepada anggota keluarga penyandang disabilitas. Jangan membatasi mereka hanya karena rasa khawatir atau takut mereka mengalami kesulitan," tuturnya.

Ia mendorong keluarga memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas untuk belajar, bersekolah, bekerja, berorganisasi, bersosialisasi, hingga menentukan pilihan dalam kehidupannya.

Dukungan keluarga, lanjut kak EL, memiliki peran besar dalam membangun kepercayaan diri dan kemandirian penyandang disabilitas , terutama kaum rentan seperti kami para perempuan disabilitas

"Jangan hanya melindungi, tetapi juga dengarkan apa yang mereka inginkan dan libatkan mereka dalam setiap keputusan yang berkaitan dengan kehidupannya," katanya.

Menurut kak EL , kebutuhan penyandang disabilitas tidak berhenti pada bantuan. Mereka juga membutuhkan kesempatan untuk berkembang, kepercayaan untuk menentukan pilihan, penghormatan terhadap martabat, serta pemenuhan hak secara setara.

"Karena penyandang disabilitas bukan hanya membutuhkan bantuan, tetapi juga membutuhkan kesempatan, kepercayaan, penghormatan, dan pemenuhan hak yang setara," ujarnya.

Kehadiran komunitas disabilitas dalam pemutaran film Istimewa tersebut sekaligus menunjukkan bahwa cerita tentang disabilitas dapat menjadi ruang pertemuan antara pengalaman penyandang disabilitas dan pemahaman masyarakat luas.

Melalui cerita di layar, persoalan tentang keterbatasan, perjuangan, keluarga, mimpi, dan kesempatan dapat dilihat bukan semata sebagai isu disabilitas, melainkan bagian dari kehidupan manusia yang membutuhkan penerimaan dan ruang yang setara , tentunya terutama untuk perempuan-perempuan disabilitas yang ada di kalimantan barat

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.