Kalbar

Bukan Sekadar Penutup Hidung, Ini Jenis Masker dan Kelebihannya Saat Kabut Asap

Unggul Ali Sadewo | 18 September 2026, 22:14 WIB
Bukan Sekadar Penutup Hidung, Ini Jenis Masker dan Kelebihannya Saat Kabut Asap
Bukan Sekadar Penutup Hidung, Ini Jenis Masker dan Kelebihannya Saat Kabut Asap - Ist

kalbar.akurat.co — Ketika kabut asap mulai memenuhi udara, masker menjadi pelindung yang tak lagi sekadar pelengkap saat bepergian. Bagi masyarakat yang harus tetap beraktivitas di luar ruangan, pilihan masker dapat menentukan seberapa besar paparan partikel udara yang masuk ke saluran pernapasan.

Masalahnya, tidak semua masker memiliki kemampuan perlindungan yang sama. Bentuk, bahan, jumlah lapisan hingga kemampuan menyaring partikel menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan sebelum memilihnya.

Masker bedah atau surgical mask menjadi jenis yang paling mudah dijumpai. Masker ini ringan dan praktis digunakan untuk aktivitas sehari-hari, terutama untuk membantu menahan percikan dan partikel berukuran lebih besar. Namun, celah di sekitar wajah membuat tingkat perlindungannya terhadap partikel udara yang sangat kecil tidak setara dengan respirator.

Berbeda dengan masker N95 yang dirancang untuk memberikan perlindungan lebih tinggi terhadap partikel halus. N95 mampu menyaring setidaknya 95 persen partikel udara berukuran sangat kecil apabila digunakan dengan benar dan memiliki fit yang baik di wajah. Karena itu, jenis ini kerap menjadi pilihan ketika seseorang harus berada di lingkungan dengan paparan partikel tinggi.

Pilihan lain adalah KN95. Secara fungsi, masker ini juga merupakan respirator penyaring partikel dan dirancang agar lebih rapat menutup hidung serta mulut dibandingkan masker biasa. Namun, kualitas dan standar produk tetap perlu diperhatikan karena tidak semua produk yang menggunakan nama KN95 memiliki kualitas yang sama.

Kemudian ada KF94 yang populer karena desainnya mengikuti bentuk wajah. Masker ini memiliki kemampuan filtrasi partikel yang tinggi dan bagi sebagian pengguna terasa lebih nyaman karena terdapat ruang di bagian depan wajah.

Sementara masker kain menawarkan keunggulan berbeda. Dapat dicuci dan digunakan kembali membuatnya praktis untuk penggunaan tertentu. Namun, kemampuan perlindungannya sangat bergantung pada bahan, jumlah lapisan dan desain. Karena itu, masker kain tidak otomatis memberikan perlindungan yang sama dengan respirator seperti N95.

Dalam kondisi kabut asap, bukan hanya jenis masker yang menentukan perlindungan. Cara pemakaian juga penting. Masker harus menutup hidung dan mulut dengan baik, sementara celah besar di sisi wajah perlu diminimalkan agar udara yang terhirup tidak banyak melewati bagian yang tidak tersaring.

Masker sekali pakai juga perlu diganti ketika sudah basah, kotor atau rusak. Adapun masker yang dapat digunakan kembali harus dibersihkan sesuai petunjuk agar tetap layak digunakan.

Selain mengenakan masker, masyarakat sebaiknya mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk, menutup pintu dan jendela serta mengikuti informasi kualitas udara dari sumber resmi.

Di tengah kabut asap, memilih masker bukan sekadar memilih mana yang paling nyaman dipakai. Yang lebih penting adalah memahami kebutuhan perlindungan, memastikan masker terpasang dengan benar dan tidak menganggap semua masker memiliki kemampuan yang sama.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.