Kalbar

Edi Kamtono: Pesparani Perkuat Persaudaraan dan Harmoni di Pontianak

Unggul Ali Sadewo | 19 September 2026, 22:06 WIB
Edi Kamtono: Pesparani Perkuat Persaudaraan dan Harmoni di Pontianak
Edi Kamtono: Pesparani Perkuat Persaudaraan dan Harmoni di Pontianak - Humas Pemkot Pontianak

kalbar.akurat.co – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menilai Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik (Pesparani) memiliki peran penting dalam memperkuat keimanan, persaudaraan, dan kehidupan masyarakat yang harmonis di tengah keberagaman Kota Pontianak.

Edi mengatakan Pesparani tidak semata-mata menjadi ruang untuk menunjukkan kemampuan bernyanyi dan harmonisasi suara, tetapi juga dapat menjadi sarana mempererat hubungan antarmasyarakat melalui nilai-nilai keagamaan.

“Pesparani ini jangan hanya dimaknai sebagai mendengarkan atau menyanyikan lagu-lagu yang indah dan harmonis. Ini justru menjadi sarana meningkatkan keimanan sekaligus mempererat persaudaraan dan silaturahmi,” ujarnya saat menutup rangkaian Pesparani Katolik ke III dan peringatan Hari Ulang Tahun ke-7 Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik atau LP3K, di Aula Rumah Dinas Wakil Gubernur Kalbar, Sabtu (19/9/2026).

Menurut Edi, keberagaman suku, agama, budaya, dan aktivitas masyarakat merupakan kekuatan yang melekat pada Kota Pontianak sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Barat. Kondisi tersebut, kata dia, perlu terus dirawat melalui berbagai ruang interaksi yang mendorong persaudaraan.

Ia menyebut keberagaman Pontianak menjadi gambaran kecil Indonesia sehingga setiap kegiatan keagamaan dapat mengambil peran dalam membangun kehidupan masyarakat yang damai, sejuk, sejahtera, dan harmonis.

Pemerintah Kota Pontianak, lanjutnya, berkomitmen memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan masyarakat, baik di bidang keagamaan, sosial, olahraga maupun kebudayaan. Menurut dia, kegiatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan bidang masing-masing, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan.

Edi juga menempatkan Pesparani sebagai salah satu sarana untuk memperkuat moderasi beragama. Menurutnya, interaksi yang dibangun melalui kegiatan keagamaan dapat mendorong masyarakat untuk semakin memahami pentingnya menghormati perbedaan.

“Kegiatan seperti ini menjadi salah satu sarana untuk memperkuat moderasi. Dalam agama apa pun, kita diajarkan nilai kebaikan, kedamaian, dan saling menghormati,” jelasnya.

Ia menilai tantangan menjaga kerukunan masyarakat semakin berkembang seiring dengan meningkatnya penggunaan media sosial. Ruang digital, menurut Edi, dapat memberikan manfaat besar apabila digunakan untuk menyebarkan informasi dan aktivitas positif, namun juga berpotensi menjadi ruang munculnya gesekan apabila digunakan untuk menyebarkan informasi yang memecah belah.

“Sekarang kita berada di era digitalisasi. Media sosial sangat terbuka. Kalau digunakan untuk hal positif tentu sangat baik, tetapi kita juga harus waspada terhadap hal-hal yang bisa menimbulkan perpecahan,” katanya.

Karena itu, Edi mengingatkan masyarakat untuk semakin dewasa dalam menyikapi perbedaan, termasuk perbedaan pandangan politik, suku maupun kelompok.

Ia berharap LP3K dapat terus berperan dalam mengembangkan kegiatan keagamaan yang tidak hanya memberikan ruang bagi umat untuk berkarya, tetapi juga memperkuat persaudaraan dan harmoni di tengah masyarakat.

Edi juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta Pesparani yang telah mengikuti rangkaian kegiatan tersebut. Ia menyampaikan selamat kepada peserta yang meraih nilai terbaik sekaligus mendorong peserta lainnya untuk terus meningkatkan kemampuan.

“Bagi yang mendapat nilai tertinggi saya ucapkan selamat. Yang belum, masih ada kesempatan tahun depan untuk terus berlatih dan meraih hasil yang lebih baik,” katanya.

Menurut Edi, keberlanjutan Pesparani diharapkan dapat mempertemukan nilai keagamaan, seni, dan persaudaraan dalam satu ruang kebersamaan masyarakat Kota Pontianak.

“Semoga kegiatan ini terus membawa berkat, memperkuat iman, dan semakin mempererat kebersamaan kita di Kota Pontianak,” pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.