Kalbar

Kabut Asap Hadang Operasi Chinook Jepang untuk Padamkan Karhutla Kalbar

Unggul Ali Sadewo | 21 September 2026, 22:08 WIB
Kabut Asap Hadang Operasi Chinook Jepang untuk Padamkan Karhutla Kalbar
Kabut Asap Hadang Operasi Chinook Jepang untuk Padamkan Karhutla Kalbar - Akurat

Kalbar.akurat.co — Helikopter Chinook bantuan Jepang belum bisa diterbangkan untuk membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara. Kabut asap yang pekat membuat jarak pandang di sekitar lokasi belum memenuhi standar keselamatan penerbangan.

Helikopter berukuran besar tersebut saat ini sudah disiagakan di perairan Teluk Sukadana, Kabupaten Kayong Utara. Armada itu dipersiapkan untuk membantu menjangkau titik-titik karhutla yang masih terbakar di dua wilayah tersebut.

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mengatakan operasi udara belum dapat dilakukan karena kondisi visibility masih terbatas. Helikopter tersebut membutuhkan jarak pandang tertentu sebelum dapat menjalankan misi pemadaman.

"Ini Jepang, jarak pandangnya agak sedikit jauh. Dia kalau tidak 2.000 meter visibility-nya itu, 2.000 atau 3.000 meter, baru dia berani," kata Norsan saat dikonfirmasi, Senin (21/9/2026).

Menurut Norsan, apabila persyaratan operasional penerbangan membutuhkan jarak pandang hingga 5 kilometer, kondisi kabut asap saat ini dapat membuat operasi semakin tertunda.

Pemerintah Provinsi Kalbar terus berkoordinasi dengan liaison officer (LO) untuk memantau kondisi cuaca dan memastikan armada dapat segera dikerahkan ketika jarak pandang sudah dinilai aman.

"Kemarin sudah kita sampaikan melalui LO-nya, ya, bahwa kalau bisa di 2.000 atau 3.000 meter ini sudah bisa start," ungkapnya.

Berbeda dengan pola pemadaman menggunakan helikopter pada umumnya, Chinook yang disiapkan untuk operasi ini akan mengambil air dari laut. Armada tersebut akan berangkat dari kapal yang berada di perairan, mengambil air, kemudian membawanya menuju lokasi titik api.

"Jadi nanti dia tidak turun ke darat, ya, tapi dia dari kapalnya. Dari kapalnya dia terbang, ngambil air di laut, mungkin langsung ke sasaran titik api," ujarnya.

Operasi Chinook baru dapat dimulai setelah kondisi jarak pandang memenuhi persyaratan keselamatan penerbangan. Pemerintah daerah berharap kabut asap segera menipis sehingga bantuan udara tersebut dapat digunakan untuk mempercepat penanganan karhutla di Ketapang dan Kayong Utara.

"Kalau itu sudah bisa dilakukannya, saya rasa cepat pemadaman karhutlanya," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.