Dragon Boat Race 2026 Resmi Ditutup, Pemkot Pontianak Bidik Gelaran Lebih Meriah Tahun Depan

kalbar.akurat.co - Kejuaraan Pontianak Dragon Boat Race 2026 resmi ditutup pada Minggu (8/11/2026), setelah berlangsung selama tiga hari di Sungai Kapuas. Ajang olahraga dayung yang mempertandingkan tiga kategori tersebut tidak hanya menjadi arena kompetisi bagi para atlet, tetapi juga bagian dari strategi Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak dalam mengembangkan potensi wisata olahraga atau sport tourism.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut. Apresiasi secara khusus disampaikan kepada para atlet, panitia, sponsor, serta Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) XII atas dukungan dalam penyelenggaraan kejuaraan.
Edi berharap Dragon Boat Race dapat terus menjadi wadah bagi atlet dayung untuk mengasah kemampuan dan meningkatkan prestasi, baik di tingkat daerah maupun nasional.
"Atas nama Pemerintah Kota Pontianak, saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet. Terus semangat berlatih untuk menjadi atlet-atlet yang mampu mengharumkan nama daerah, tidak hanya di Kalimantan Barat, tetapi juga di tingkat nasional," ujarnya saat menutup kejuaraan.
Dalam hasil pertandingan, tim Indomarine 69 B berhasil keluar sebagai juara pertama kategori 12 pendayung open yang memperebutkan Piala Wali Kota Pontianak. Tim Ketapang menempati posisi kedua, sedangkan LPM Kota Pontianak berada di peringkat ketiga.
Sementara itu, pada kategori 22 pendayung antarkabupaten/kota se-Kalimantan Barat untuk memperebutkan Piala Komandan Kodaeral XII, Indomarine 69 berhasil meraih posisi tertinggi. GP Indonesia menyusul di urutan kedua, sedangkan posisi ketiga diraih tim gabungan LPM Kota Pontianak dan RJ KKR.
Adapun kategori 12 pendayung antaryayasan, perkumpulan, dan organisasi masyarakat dimenangkan oleh Insok Water Way B. Posisi kedua ditempati Insok Water Way A, sementara PSPS Kota Pontianak harus puas di peringkat ketiga.
Edi menjelaskan, Dragon Boat Race merupakan salah satu kegiatan yang secara konsisten masuk dalam agenda Pemerintah Kota Pontianak. Melalui kompetisi ini, Sungai Kapuas diharapkan semakin optimal dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan olahraga sekaligus destinasi rekreasi yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, penyelenggaraan kegiatan berskala besar seperti ini juga membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mendapatkan manfaat ekonomi dari meningkatnya kunjungan masyarakat.
"Dragon Boat Race ini memang menjadi agenda tetap Pemerintah Kota Pontianak dalam rangka mengoptimalkan potensi Sungai Kapuas dan meningkatkan perekonomian UMKM. Insya Allah tahun depan akan terus kita laksanakan," katanya.
Meski demikian, Edi menyebut masih terdapat sejumlah hal yang perlu dievaluasi untuk penyelenggaraan berikutnya. Penentuan waktu dan lokasi pertandingan menjadi perhatian, terutama untuk memastikan perlombaan dapat berlangsung dengan aman dan memberikan kenyamanan bagi atlet maupun penonton.
Ia mengungkapkan, Dragon Boat Race tahun ini sempat mengalami penundaan karena kondisi kabut asap. Selain itu, derasnya arus Sungai Kapuas di sekitar lokasi perlombaan juga menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan lokasi alternatif untuk tahun mendatang.
"Untuk tahun depan kita akan mencari waktu yang lebih tepat, termasuk mempertimbangkan beberapa alternatif lokasi. Di sini arusnya cukup deras, sehingga kita perlu melihat juga dari sisi pertandingan dan kenyamanan penonton," terangnya.
Lebih lanjut, Edi menegaskan bahwa keberlanjutan kejuaraan ini diharapkan mampu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas atlet dayung Kalimantan Barat. Di sisi lain, kegiatan tersebut juga diharapkan memperkuat posisi Pontianak sebagai daerah yang memiliki daya tarik wisata berbasis olahraga.
"Kita akan terus berupaya bagaimana atlet-atlet dayung Kalimantan Barat bisa berprestasi, sekaligus kegiatan ini memberikan dampak positif bagi pariwisata, sport tourism, dan perekonomian," ungkapnya.
Edi pun berharap penyelenggaraan Dragon Boat Race pada tahun berikutnya dapat berlangsung lebih maksimal dengan dukungan kondisi cuaca yang lebih baik serta partisipasi peserta yang semakin luas.
"Mudah-mudahan cuaca tidak lagi menghambat aktivitas kita dan penyelenggaraannya bisa terus ditingkatkan setiap tahun," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dua Perwakilan Bawaslu Kalbar Dilantik sebagai Anggota Tim Pemeriksa Daerah Periode 2026–2027
- 2Kelurahan Sungai Jawi Tembus Tiga Besar Regional Kalimantan, Siap Bersaing di Tingkat Nasional
- 3Pertama Dalam Sejarah, Kalbar Tembus Nominasi IGA 2026 Lewat Inovasi Pelayanan Publik
- 4Muhammadiyah Kubu Raya Dorong Peran Pemuda Lindungi Anak dari Radikalisme dan Kejahatan Siber
- 5Densus 88: Anak Rentan Terpapar Radikalisme Melalui Media Sosial dan Komunitas Online
- 6GMKI Pontianak Buka Posko Pengaduan Sekolah Rakyat, Dorong Evaluasi Pengawasan dan Perlindungan Anak
- 7Bingung Mau Kulineran di Pontianak? Coba Kunjungi 3 Kawasan Ini!
- 8Perumda Menanjak Bahagia Gandeng BTN, Bekali UMKM Kubu Raya Hadapi Penipuan Digital
- 9Dragon Boat Race 2026 Resmi Ditutup, Pemkot Pontianak Bidik Gelaran Lebih Meriah Tahun Depan
- 10Muhammadiyah Kubu Raya Dorong Peran Pemuda Lindungi Anak dari Radikalisme dan Kejahatan Siber





