Perempuan dan Pemuda Didorong Jadi Subjek dalam Mengawal Demokrasi

kalbar.akurat.co – Perempuan dan pemuda didorong tidak sekadar menjadi peserta dalam proses demokrasi, tetapi mengambil peran sebagai subjek yang kritis, melek data, dan aktif mengawal kualitas pemilu.
Dorongan tersebut mengemuka dalam coffee morning dan diskusi kepemiluan yang digelar Kelompok Kerja (Pokja) Rumah Demokrasi bersama Korps HMI Wati (Kohati) HMI Cabang Pontianak pada Minggu (4/10/2026).
Forum tersebut membahas penguatan peran perempuan dan pemuda dalam menghadapi dinamika politik elektoral, termasuk tantangan penyelenggaraan pemilu di tengah perkembangan teknologi digital.
Diskusi menghadirkan Komisioner KPU RI Idham Holik, Ketua KPU Kalimantan Barat M. Syarifudin Budi, serta perwakilan KPU dari sejumlah kabupaten/kota di Kalimantan Barat.
Idham Holik menekankan pentingnya keterlibatan perempuan dan pemuda dalam proses demokrasi. Partisipasi tersebut perlu dibarengi kemampuan berpikir kritis, memahami data, serta memiliki pengetahuan mengenai regulasi dan proses penyelenggaraan pemilu.
Pembahasan mencakup filosofi penyelenggaraan pemilu yang berintegritas hingga tantangan kepemiluan di era digital. Literasi politik dan kepemiluan dinilai menjadi modal penting agar masyarakat tidak hanya menjadi pemilih, tetapi mampu memahami sekaligus mengawal proses demokrasi.
Ketua Umum Kohati HMI Cabang Pontianak Siti Halizah mengatakan perempuan dan pemuda perlu mempersiapkan diri agar mampu mengambil peran lebih besar dalam kehidupan demokrasi.
“Sebagaimana yang ditegaskan oleh Pak Idham Holik tadi, bahwa kita sebagai perempuan dan pemuda harus aktif sebagai subjek yang berpikir kritis, melek data, dan berani mengawal transparansi,” kata Siti.
Menurutnya, penguatan literasi kepemiluan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan perempuan dan pemuda menghadapi tantangan demokrasi.
“Kohati Pontianak insyaallah siap menjawab tantangan tersebut dengan terus merawat nalar kritis dan memperkuat literasi kepemiluan. Kegiatan kolaborasi Pokja ini lah langkah awal kita membentuk kesiapan diri bagi pemuda dan pemudi, khususnya di Kohati,” ujarnya.
Sementara itu, Idham Holik mengatakan kualitas demokrasi tidak hanya bergantung pada penyelenggara pemilu. Masyarakat, khususnya perempuan dan generasi muda, memiliki ruang untuk berkontribusi dalam menjaga proses demokrasi.
“Perempuan dan pemuda harus memiliki literasi kepemiluan yang kuat agar tidak hanya menjadi peserta dalam proses demokrasi, tetapi mampu memahami, mengawal, dan berpartisipasi secara kritis dalam setiap tahapan pemilu,” ujar Idham.
Kolaborasi Pokja Rumah Demokrasi dan Kohati HMI Cabang Pontianak tersebut menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman kepemiluan sekaligus mendorong keterlibatan perempuan dan pemuda sebagai bagian aktif dalam menjaga kualitas demokrasi di Kalimantan Barat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Milad ke-114, Muhammadiyah Kubu Raya Bagikan Sembako untuk Warga
- 2Kepemimpinan Baru IMM Kubu Raya Didorong Perkuat Kader dan Gerakan Sosial
- 3Indonesia Ukir Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup usai Taklukkan Thailand
- 4Nobar Final Timnas Indonesia vs Thailand di UpGreat Cafe, Ultras Garuda Siap Gemuruhkan dan Bawa Atmosfer GBK di Pontianak!
- 5Anggota Bawaslu Kalbar Yosef Harry Suyadi Tanamkan Nilai Demokrasi kepada Ribuan Mahasiswa Baru UPGRI Pontianak
- 6PKKMB Universitas PGRI Pontianak Bekali Mahasiswa Materi Antinarkoba hingga Pencegahan Kekerasan
- 7Bawaslu Kubu Raya Perkuat Konsolidasi Pengawasan Bersama Partai Golkar
- 8Golkar Kubu Raya Sambut Kunjungan Bawaslu, Perkuat Pemahaman Aturan Pemilu
- 9Manusia Jadi Ikon, Pontianak Usung Semangat “Tangguh Bersahabat” di Usia 255 Tahun
- 10Nobar Final Timnas Indonesia vs Thailand di UpGreat Cafe, Ultras Garuda Siap Gemuruhkan dan Bawa Atmosfer GBK di Pontianak!






