Kalbar

Udara Kayong Utara Berbahaya, 947 Warga Terserang ISPA

Unggul Ali Sadewo | 22 September 2026, 06:13 WIB
Udara Kayong Utara Berbahaya, 947 Warga Terserang ISPA
Udara Kayong Utara Berbahaya, 947 Warga Terserang ISPA - Ist

Kalbar.akurat.co — Kabut asap tak hanya mengganggu jarak pandang di Kabupaten Kayong Utara, tetapi mulai memukul kesehatan warga. Sebanyak 947 kasus ISPA tercatat sepanjang September 2026 hingga 17 September, saat kualitas udara di wilayah tersebut berada pada kategori berbahaya.

Data Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Kabupaten Kayong Utara menunjukkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di seluruh wilayah puskesmas pada 19 September 2026 mencapai angka ≥300 atau masuk kategori berbahaya.

Kondisi paling ekstrem tercatat di wilayah kerja Puskesmas Sukadana. Konsentrasi PM2,5 luar ruangan mencapai 2.727 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes KB Kabupaten Kayong Utara, Fransiska Wardiani, mengatakan kasus ISPA ditemukan pada berbagai kelompok usia.

"Untuk data kasus ISPA di Kabupaten Kayong Utara, pada bulan September sampai pada tanggal 17 lalu, tercatat ada 947 kasus," kata Fransiska saat dikonfirmasi, Minggu (20/9/2026).

Kasus tersebut mencakup balita, anak-anak, remaja, dewasa hingga lansia.

"Terdiri dari usia balita ada 173 kasus, kemudian usia anak-anak ada 102 kasus, usia remaja ada 72 kasus, dan usia dewasa ada 517 kasus, dan lansia ada tercatat 83 kasus," katanya.

Kelompok balita dan anak-anak menyumbang 275 kasus. Di tengah kondisi udara yang memburuk, masyarakat diminta lebih waspada terhadap gejala ISPA, terutama ketika kondisi penderita mulai menunjukkan tanda-tanda memburuk.

Fransiska menyebut beberapa gejala yang perlu mendapat perhatian.

"Napasnya agak cepat, retraksi (garis tulang rusuk terlihat lebih dalam), batuk yang disertai muntah, lemas dan lesu," jelasnya.

Gangguan pernapasan juga dapat ditandai dengan munculnya suara tidak normal saat penderita menarik napas.

"Stridor atau suara bergetar keras dan serak yang terdengar saat menarik napas, terkadang disertai dengan batuk," pungkas Fransiska.

Dinkes KB mengimbau warga yang mengalami gejala ISPA agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat, terlebih jika keluhan semakin berat atau muncul gangguan pernapasan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.