Kalbar

SerPaDes Beri Tenggat Sepekan, Desak Solusi BBM Mahal dan Listrik Padam di Batu Ampar

Unggul Ali Sadewo | 26 Oktober 2026, 22:07 WIB
SerPaDes Beri Tenggat Sepekan, Desak Solusi BBM Mahal dan Listrik Padam di Batu Ampar
SerPaDes menggelar aksi di Gedung DPRD Kabupaten Kubu Raya, Senin (26/10/2026). - Unggul

kalbar.akurat.co – Serikat Pemuda Desa (SerPaDes) mendesak pemerintah segera mengatasi kelangkaan BBM, listrik yang kerap padam, dan mahalnya biaya transportasi di Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya. Mereka memberikan tenggat waktu satu minggu untuk penyelesaian persoalan tersebut.

Aspirasi itu disampaikan saat SerPaDes menggelar aksi di Gedung DPRD Kabupaten Kubu Raya, Senin (26/10/2026). Massa awalnya berorasi di halaman kantor DPRD, kemudian menyampaikan tuntutan di ruang rapat paripurna.

Aksi tersebut mendapat pengamanan dari Polres Kubu Raya dan Satpol PP. Sejumlah anggota DPRD menerima massa aksi, sementara Bupati Kubu Raya Sujiwo turut hadir untuk mendengarkan aspirasi mereka.

Ketua SerPaDes, Sulthan Daulad Akbar, mengatakan distribusi BBM yang tidak merata membuat masyarakat pesisir kesulitan mendapatkan bahan bakar dengan harga terjangkau. Selain itu, gangguan layanan listrik juga menjadi persoalan yang perlu segera ditangani.

“Kami mendesak masalah-masalah yang ada di desa Kecamatan Batu Ampar, seperti layanan PLN dan distribusi BBM yang tidak merata. Bahkan, masyarakat pesisir kesulitan mendapatkan BBM dengan harga yang relatif tinggi,” kata Sulthan.

Ia menegaskan, pemerintah dan pihak terkait harus segera mengambil langkah nyata untuk menjawab keluhan masyarakat, bukan sekadar memberikan penjelasan tanpa kepastian penyelesaian.

SerPaDes memberikan waktu satu minggu untuk mengatasi persoalan kelangkaan BBM dan gangguan layanan listrik. Jika tidak ada solusi, mereka menyatakan akan kembali menggelar aksi dengan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat.

“Jika dalam jangka waktu satu minggu belum ada solusi untuk mengatasi kelangkaan BBM dan pelayanan PLN, kami akan datang kembali bersama beberapa elemen dengan estimasi massa yang lebih banyak,” tegasnya.

Selain BBM dan listrik, massa juga menyampaikan keluhan mengenai kenaikan harga tiket transportasi yang menambah beban masyarakat, terutama warga di wilayah pesisir yang bergantung pada transportasi untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.