Kalbar

Yance Christy Tekankan Pentingnya Pendidikan Pemilih untuk Perkuat Demokrasi

Unggul Ali Sadewo | 24 Oktober 2026, 23:15 WIB
Yance Christy Tekankan Pentingnya Pendidikan Pemilih untuk Perkuat Demokrasi
Anggota Bawaslu Kubu Raya, Yance Cristy, dalam kegiatan Sosialisasi Pendidikan Pemilih yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kubu Raya di Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri (STAKatN) Pontianak, Jumat (23/10/2026). - Ist

kalbar.akurat.co – Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Kubu Raya, Yance Christy, menekankan pentingnya pendidikan pemilih dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam demokrasi. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Sosialisasi Pendidikan Pemilih yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kubu Raya di Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri (STAKatN) Pontianak, Jumat (23/10/2026).

Menurut Yance, pendidikan pemilih tidak hanya berkaitan dengan tata cara menggunakan hak suara, tetapi juga membangun pemahaman masyarakat mengenai hak dan kewajiban sebagai warga negara dalam proses demokrasi.

“Pendidikan pemilih bukan hanya tentang bagaimana masyarakat menggunakan hak pilihnya, tetapi juga bagaimana membangun kesadaran untuk berpartisipasi aktif dalam demokrasi. Pemilih harus cerdas, kritis terhadap informasi, serta mampu menentukan pilihan secara mandiri tanpa tekanan dari pihak mana pun,” ujarnya.

Ia menilai, pemahaman kepemiluan perlu terus diperkuat agar masyarakat mampu menyikapi berbagai informasi politik secara bijak. Terlebih di era digital, masyarakat dihadapkan pada beragam informasi yang belum tentu benar dan dapat memengaruhi pandangan terhadap proses demokrasi.

Karena itu, pendidikan pemilih menjadi salah satu upaya untuk mendorong masyarakat lebih kritis dalam menerima informasi, memahami proses pemilihan, serta menghormati perbedaan pilihan politik.

Yance juga menyoroti peran mahasiswa dalam membangun kesadaran demokrasi di lingkungan kampus maupun masyarakat. Sebagai bagian dari generasi muda, mahasiswa dinilai memiliki ruang untuk menyebarkan pemahaman politik yang sehat dan mendorong partisipasi masyarakat secara bertanggung jawab.

“Mahasiswa memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran politik di tengah masyarakat. Karena itu, penting bagi generasi muda untuk memahami proses kepemiluan, menghormati perbedaan pilihan, dan ikut mengawal demokrasi agar berjalan jujur, adil, serta berintegritas,” katanya.

Menurutnya, partisipasi masyarakat dalam demokrasi tidak seharusnya berhenti pada pemberian suara saat pemilu. Kesadaran untuk memahami aturan, mengawasi proses kepemiluan, dan melaporkan dugaan pelanggaran melalui mekanisme yang berlaku juga menjadi bagian penting dalam menjaga integritas pemilihan.

Kegiatan Sosialisasi Pendidikan Pemilih yang diselenggarakan KPU Kabupaten Kubu Raya di STAKatN Pontianak tersebut menjadi ruang untuk memperluas pemahaman peserta mengenai pentingnya keterlibatan masyarakat dalam proses demokrasi.

Melalui pendidikan pemilih yang berkelanjutan, masyarakat diharapkan semakin memahami hak politiknya, mampu menentukan pilihan secara mandiri, serta berkontribusi dalam mewujudkan demokrasi yang berkualitas dan berintegritas.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.