Kalbar

Diduga Diterkam Buaya, Pemancing 60 Tahun Hilang di Sungai Kerawang

Unggul Ali Sadewo | 27 Oktober 2026, 12:59 WIB
Diduga Diterkam Buaya, Pemancing 60 Tahun Hilang di Sungai Kerawang
Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap Sirin (60), seorang warga yang diduga diterkam buaya di Sungai Sepanjang Kerawang, Selasa (27/10/2026). - Kantor SAR Pontianak

kalbar.akurat.co – Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap Sirin (60), seorang warga yang diduga diterkam buaya di Sungai Sepanjang Kerawang, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, Selasa (27/10/2026).

Kepala Kantor SAR Pontianak, Budiono, mengatakan laporan kejadian tersebut disampaikan Toha, Kepala Dusun Kerawang, kepada Kantor SAR Pontianak. Informasi awal mengenai keberadaan korban diketahui sekitar pukul 06.00 WIB setelah seorang warga bernama Abdullah menemukan sampan dalam kondisi tenggelam di depan sebuah pondok.

“Saat pulang dari melihat bubu kepiting miliknya, Abdullah melihat sebuah sampan dalam posisi tenggelam. Ia kemudian mendekati sampan tersebut untuk memastikan apakah ada orang di dalam pondok,” kata Budiono.

Setelah diperiksa, pondok tersebut ternyata kosong. Abdullah hanya menemukan sejumlah barang pribadi yang tertinggal serta sebuah sampan yang sudah tenggelam.

Berdasarkan keterangan warga, pondok tersebut biasa ditempati Sirin yang sehari-hari bekerja menjala udang. Korban diduga menjadi sasaran serangan buaya, meskipun hal itu masih perlu dipastikan melalui proses pencarian.

Kekhawatiran warga meningkat karena menurut informasi yang diterima, sudah tiga orang dilaporkan diterkam buaya di sekitar lokasi tersebut sepanjang tahun ini.

Menindaklanjuti laporan itu, Kantor SAR Pontianak mengerahkan tujuh personel untuk melakukan pencarian terhadap korban. Tim menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) dari Unit Siaga SAR Kayong Utara.

Selain perahu karet tersebut, tim juga membawa peralatan navigasi untuk menentukan posisi dan mendukung pencarian, alat komunikasi untuk koordinasi di lapangan, alat evakuasi untuk membantu proses penyelamatan, serta alat pelindung diri (APD) bagi personel selama operasi berlangsung.

“Kami mengerahkan tujuh personel untuk melakukan pencarian terhadap korban dengan dukungan RIB, peralatan navigasi, alat komunikasi, alat evakuasi, dan APD rescue,” ujar Budiono.

Hingga operasi pencarian berlangsung, Sirin masih belum ditemukan. Tim SAR gabungan terus melakukan upaya pencarian di sekitar lokasi kejadian.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.