Kalbar

Pemkot Pontianak Dorong ASN Lahirkan Inovasi yang Berdampak bagi Masyarakat

Unggul Ali Sadewo | 17 September 2026, 22:07 WIB
Pemkot Pontianak Dorong ASN Lahirkan Inovasi yang Berdampak bagi Masyarakat
Kompetisi Inovasi Pontianak (KOPi) Tahun 2026 - Humas Pemkot Pontianak

Kalbar.akurat.co — Pemerintah Kota Pontianak mulai mendorong aparatur sipil negara (ASN) menghasilkan inovasi yang dapat menjawab persoalan masyarakat melalui Kompetisi Inovasi Pontianak (KOPi) Tahun 2026.

Rangkaian kompetisi tersebut diawali dengan Bimbingan Teknis dan Sosialisasi Penyusunan Proposal di Aula Rohana Muthalib, Bapperida Pontianak, Kamis (17/9/2026). Untuk pelaksanaan tahun ini, KOPi sementara dikhususkan bagi ASN di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak.

Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah mengatakan tuntutan terhadap pemerintah daerah tidak lagi sebatas menjalankan pekerjaan rutin, tetapi juga mampu merespons persoalan masyarakat secara cepat, efektif, efisien, dan adaptif.

“Inovasi bukan lagi sekadar pilihan, tetapi sudah menjadi bagian penting dari tata kelola pemerintahan,” ujarnya ketika membuka kegiatan bimtek dan sosialisasi.

Menurut Amirullah, inovasi tidak harus diwujudkan melalui program besar dengan kebutuhan anggaran yang tinggi. Perbaikan sederhana dalam mekanisme pelayanan maupun cara menyelesaikan persoalan masyarakat juga dapat menjadi sebuah inovasi.

“Inovasi bisa dimulai dari bagaimana kita menemukan cara yang lebih baik dalam menyelesaikan persoalan masyarakat maupun meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan,” katanya.

Pada KOPi 2026, pengelolaan kompetisi mengalami perubahan. Jika sebelumnya berada di Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kota Pontianak, tahun ini pelaksanaannya berada di Bidang Riset dan Inovasi Daerah BAPPERIDA Kota Pontianak.

Perubahan tersebut diarahkan untuk memperkuat ekosistem inovasi di lingkungan pemerintah daerah. Dengan pengelolaan yang berada pada bidang riset dan inovasi, hasil KOPi diharapkan tidak berhenti sebagai karya yang dinilai dalam kompetisi maupun sekadar mendapatkan penghargaan.

Amirullah meminta peserta tidak menjadikan penyusunan proposal hanya sebagai upaya memenuhi persyaratan kompetisi. Menurut dia, inovasi yang dihasilkan perlu memiliki peluang untuk dikembangkan secara berkelanjutan dan, jika sesuai, dapat diterapkan oleh perangkat daerah atau wilayah lainnya.

“Jangan sampai setelah kompetisi selesai, inovasinya kemudian berhenti,” katanya.

Ia mengatakan KOPi 2026 dapat menjadi ruang bagi perangkat daerah untuk memperbaiki cara kerja sekaligus menunjukkan kemampuan pemerintah dalam menyesuaikan pelayanan dengan kebutuhan masyarakat.

“Bukan sekadar berlomba untuk menjadi juara, tetapi berlomba untuk memberikan manfaat terbaik bagi masyarakat,” tegasnya.

Karena itu, Amirullah berharap proposal yang masuk pada KOPi 2026 tidak hanya memenuhi aspek administrasi, tetapi benar-benar lahir dari persoalan yang ditemukan dalam penyelenggaraan pemerintahan maupun pelayanan publik.

“Saya berharap lahir proposal-proposal inovasi yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan dampak nyata bagi Kota Pontianak,” ujarnya.

Ia juga meminta peserta memanfaatkan tahapan bimtek untuk memperdalam pemahaman mengenai penyusunan proposal, berdiskusi, serta menggali pengetahuan dari narasumber agar gagasan yang dihasilkan dapat disusun secara lebih matang.

“Semoga melalui KOPi Tahun 2026 kita semakin banyak menemukan inovasi unggulan yang membawa perubahan nyata bagi penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.