Pontianak Jadi Magnet Pendidikan, 95 Persen Mahasiswa Baru Universitas PGRI Berasal dari Luar Kota

kalbar.akurat.co – Kota Pontianak semakin menunjukkan perannya sebagai magnet pendidikan di Kalimantan Barat. Hal itu terlihat dari asal mahasiswa baru Universitas PGRI Pontianak, yang sebagian besar datang dari berbagai daerah di luar ibu kota provinsi tersebut.
Dari 1.291 mahasiswa baru yang mengikuti masa perkenalan kampus, sekitar 95 persen di antaranya bukan warga Kota Pontianak.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan tingginya jumlah mahasiswa dari luar daerah memperlihatkan bahwa Pontianak tidak hanya menjadi pusat pemerintahan dan aktivitas ekonomi, tetapi juga menjadi tujuan pendidikan bagi masyarakat dari berbagai wilayah.
“Dari 1.291 mahasiswa baru, hampir 95 persen merupakan warga dari daerah, bukan ber-KTP Pontianak. Ini menunjukkan bahwa Kota Pontianak sebagai ibu kota provinsi juga menjadi pusat pendidikan,” ujarnya saat membuka PKKMB Universitas PGRI Pontianak, Sabtu (3/10/2026).
Menurut Edi, kedatangan mahasiswa dari berbagai daerah turut membuat Pontianak menjadi ruang pertemuan bagi anak-anak muda dengan latar belakang berbeda. Mereka tidak hanya menjalani pendidikan formal, tetapi juga beradaptasi dengan lingkungan baru dan membangun pengalaman selama berada di kota tersebut.
“Harapan kita mereka bisa betah tinggal di Pontianak dan mendapatkan apa yang mereka cita-citakan,” katanya.
Keberadaan ribuan mahasiswa pendatang juga menjadi bagian dari dinamika kehidupan kota. Karena itu, Pemerintah Kota Pontianak terus berkoordinasi dengan perguruan tinggi, termasuk dalam mendukung sarana dan prasarana yang berkaitan dengan aktivitas pendidikan.
Edi berharap mahasiswa yang datang dari berbagai daerah dapat memanfaatkan kesempatan selama berada di Pontianak untuk mengembangkan diri sebelum nantinya kembali dan berkontribusi di daerah masing-masing.
“Yang kita harapkan mereka nyaman belajar di Pontianak, berkembang, lalu membawa ilmu dan pengalamannya untuk memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, Rektor Universitas PGRI Pontianak Muhamad Firdaus mengatakan pembekalan mahasiswa baru yang dimulai 3 Oktober 2026 tidak sekadar mengenalkan lingkungan kampus. Materi yang diberikan juga diarahkan untuk membentuk karakter mahasiswa agar mampu beradaptasi dengan perubahan dan tantangan selama menjalani pendidikan tinggi.
“Pembekalan kita sesuaikan dengan juknis dari Kementerian Pendidikan Tinggi. Salah satu yang ditekankan adalah penguatan karakter,” ujarnya.
Firdaus mengatakan mahasiswa perlu memiliki kemampuan lebih dari sekadar penguasaan akademik. Kemampuan beradaptasi, menghadapi perubahan, serta membangun sikap yang baik menjadi bagian penting dalam proses pendidikan.
Menurutnya, penguatan karakter tersebut menjadi bagian dari arah pengembangan Universitas PGRI Pontianak dalam menyiapkan lulusan yang mampu bersaing sekaligus memiliki karakter dan kemampuan berinovasi.
“Ini sesuai dengan visi kampus, menjadi kampus unggul dan berdaya saing tinggi dengan lulusan yang berkarakter dan inovatif,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Partai Rakyat Indonesia Kalbar Matangkan Persiapan Rapimnas, Bidik Kolaborasi dengan Gen Z
- 2GMKD Gelar Aksi, Soroti Karhutla dan Dugaan Kader Nasdem Terseret Narkotika–TPPU
- 3Golkar Kalbar Bersama Pontianak dan Kubu Raya Ziarah ke Makam Pahlawan
- 4Musyda IPM Kubu Raya Perkuat Regenerasi Kader, Luncurkan Buku Sejarah
- 5Golkar Kubu Raya Tabur Bunga Peringati HUT ke-62, Siapkan Tasyakuran dan Aksi Sosial
- 6Muhammadiyah Kubu Raya Bahas Tanggung Jawab Bersama dalam Pencegahan Karhutla
- 7Pemkot Pontianak Perluas Layanan Digital e-Ponti ke Ruang Publik
- 8Lomba Mancing di Sungai Jawi Diikuti 3.000 Peserta
- 9Golkar Kalbar Bersama Pontianak dan Kubu Raya Ziarah ke Makam Pahlawan
- 10Partai Rakyat Indonesia Kalbar Matangkan Persiapan Rapimnas, Bidik Kolaborasi dengan Gen Z








