Warga Serbu Pasar Murah Saat CFD, Beras hingga Cabai Diburu

kalbar.akurat.co – Warga yang datang berolahraga saat Car Free Day (CFD) di Pontianak, Minggu (4/10/2026), mendapat pilihan belanja kebutuhan dapur dengan harga lebih terjangkau. Pasar murah yang digelar Pemerintah Kota Pontianak di halaman PMI Kota Pontianak langsung diserbu warga, terutama untuk membeli beras, telur, sayur-mayur dan cabai.
Pasar murah tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah menjaga ketersediaan pangan sekaligus menekan dampak kenaikan harga komoditas yang langsung dirasakan rumah tangga.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan sejumlah kebutuhan pokok sengaja disediakan untuk membantu masyarakat mendapatkan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.
"Ini sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sembako dan kebutuhan pangan,” katanya.
Menurut Edi, pasar murah tersebut digelar melalui kolaborasi Pemerintah Kota Pontianak bersama Bank Indonesia, BUMD serta pelaku usaha ritel seperti Indomaret dan Alfamart. Selain memberikan alternatif harga bagi masyarakat, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memperlancar distribusi komoditas.
“Yang pertama kita bantu distribusinya, kemudian kita bantu menstabilkan harga ketika terjadi lonjakan di pasar-pasar,” jelasnya.
Pasar murah tersebut telah berjalan selama dua minggu dan menyasar enam kecamatan di Kota Pontianak. Pemerintah berencana kembali menggelarnya di sejumlah lokasi yang dinilai membutuhkan, terutama ketika harga komoditas tertentu mulai mengalami kenaikan.
Bagi warga, selisih harga menjadi alasan utama untuk mendatangi pasar murah. Asih (46), warga Pontianak Kota, mengaku terbantu karena dapat membeli beberapa kebutuhan pokok dengan harga yang menurutnya lebih ringan dibandingkan harga di pasar.
“Lumayan membantu, terutama untuk beras, telur dan kebutuhan dapur. Kalau harganya lebih murah, selisihnya bisa dipakai untuk membeli kebutuhan lain,” ujarnya.
Hal serupa dirasakan Dwi (39), warga Pontianak Tenggara. Ia awalnya datang ke kawasan CFD untuk berolahraga, tetapi kemudian mampir setelah melihat adanya pasar murah.
Perhatiannya tertuju pada sayur-mayur dan cabai yang menjadi kebutuhan dapur sehari-hari dan harganya relatif mudah berubah.
“Senang ada kegiatan seperti ini. Sayur dan cabai kan hampir setiap hari dibutuhkan. Kalau harganya lebih terjangkau tentu sangat membantu,” katanya.
Kehadiran pasar murah di tengah CFD membuat aktivitas warga tidak hanya berpusat pada olahraga. Warga juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, sementara pemerintah menjadikan momentum keramaian publik sebagai salah satu titik distribusi pangan dengan harga yang lebih terjangkau.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Milad ke-114, Muhammadiyah Kubu Raya Bagikan Sembako untuk Warga
- 2OTT PDAM Bengkayang, Eka Berharap Polda Kalbar Bongkar Sampai ke Akar
- 3Jauh dari Puskesmas, Warga Sepuk Laut Didatangi Petugas Kesehatan
- 4Anggota Bawaslu Kalbar Yosef Harry Suyadi Tanamkan Nilai Demokrasi kepada Ribuan Mahasiswa Baru UPGRI Pontianak
- 5Kadinkes Kubu Raya Minta Orang Tua Tak Tolak Imunisasi Anak
- 6IMM Kalbar Salurkan 81 Ribu Liter Air Bersih dan 5.000 Masker untuk Warga Terdampak Karhutla
- 7BEM KM UM Pontianak Kabinet Katalisator Salurkan Sembako ke Warga Limbung
- 8PWI Launching Website, Terkonsolidasi di 38 Daerah
- 9Anggota Bawaslu Kalbar Yosef Harry Suyadi Tanamkan Nilai Demokrasi kepada Ribuan Mahasiswa Baru UPGRI Pontianak
- 10Milad ke-114, Muhammadiyah Kubu Raya Bagikan Sembako untuk Warga







