Kalbar

FIKPsi UM Pontianak Perkuat Pembelajaran Lapangan Lewat Kerja Sama BKK

Unggul Ali Sadewo | 6 Oktober 2026, 18:39 WIB
FIKPsi UM Pontianak Perkuat Pembelajaran Lapangan Lewat Kerja Sama BKK
FIKPsi UM Pontianak Perkuat Pembelajaran Lapangan Lewat Kerja Sama BKK - Unggul

kalbar.akurat.co – Fakultas Ilmu Kesehatan dan Psikologi (FIKPsi) Universitas Muhammadiyah Pontianak memperluas akses pembelajaran lapangan bagi mahasiswa melalui kerja sama dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Pontianak.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Ruang Kerja Kepala BKK Kelas I Pontianak, Senin (5/10/2026), dengan fokus pada penguatan pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi.

Kolaborasi itu membuka kesempatan bagi mahasiswa FIKPsi UM Pontianak untuk mendapatkan pengalaman langsung di lingkungan kerja kekarantinaan kesehatan, mulai dari Praktik Kerja Mahasiswa (PKM), magang institusi, praktikum mata kuliah, hingga penelitian dan penyusunan skripsi.

Dekan FIKPsi UM Pontianak Dedi Alamsyah mengatakan kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan pembelajaran akademik dengan kebutuhan praktik di lapangan.

“Kerja sama ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menghubungkan teori yang diperoleh di kampus dengan praktik di lapangan, sehingga pengalaman yang mereka dapatkan lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” kata Dedi.

Selain kegiatan praktik dan magang, lingkungan BKK Kelas I Pontianak juga dapat menjadi lokasi pembelajaran serta penelitian mahasiswa, khususnya yang berkaitan dengan kesehatan dan kekarantinaan.

Kepala BKK Kelas I Pontianak Umar Fahmi menyatakan pihaknya siap memberikan dukungan terhadap proses pembelajaran mahasiswa selama berada di lingkungan BKK.

“Kami menyambut baik kerja sama ini dan siap mendukung mahasiswa dalam memperoleh pengalaman serta pembelajaran yang dapat menunjang kompetensi mereka,” ujar Umar.

Kerja sama tersebut diharapkan memberi pengalaman lapangan yang lebih konkret bagi mahasiswa sebelum memasuki dunia profesional. Dengan demikian, kompetensi lulusan tidak hanya dibentuk melalui pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga melalui keterlibatan langsung dalam persoalan kesehatan di lapangan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.