Kalbar

Mendapat Kekerasan Saat Aksi Demonstrasi: Apa yang Harus Dilakukan?

Satyananda Wicaksana | 22 Oktober 2026, 10:37 WIB
Mendapat Kekerasan Saat Aksi Demonstrasi: Apa yang Harus Dilakukan?
Aksi Demonstrasi di Tugu Digulis, Kota Pontianak (20/10/2026) - Akurat Kalbar

kalbar.akurat.co – Sejumlah mahasiswa di Kalimantan Barat menggelar aksi demonstrasi sejak 20 Oktober 2026. Dalam rangkaian aksi tersebut, sebagian mahasiswa diduga mengalami kekerasan yang dilakukan oleh orang tak dikenal.

Menanggapi hal tersebut, Koordinator Wilayah BEM PTMAI Kalimantan Barat, Syayid Zaki Alfaridzi atau yang akrab disapa Faris, membagikan sejumlah langkah yang dapat dilakukan mahasiswa apabila mengalami kekerasan saat mengikuti aksi demonstrasi.

Faris mengimbau massa aksi untuk mengumpulkan berbagai bukti yang dapat mendukung proses pelaporan, baik berupa foto maupun video yang merekam kejadian kekerasan.

“Yang pertama, kumpulkan bukti apa pun itu buktinya, berupa foto atau video saat kejadian. Saat aksi, teman-teman dipukul atau diseret, supaya bisa jadi bukti yang kuat untuk kita bawa ke tempat yang lebih serius,” ujar Faris.

Menurutnya, dokumentasi kejadian dapat menjadi bukti penting untuk menindaklanjuti dugaan kekerasan melalui jalur hukum. Karena itu, mahasiswa yang mengalami atau menyaksikan kekerasan diharapkan dapat mengamankan bukti yang tersedia dengan tetap mengutamakan keselamatan diri.

Selain mengumpulkan bukti, Faris juga menyarankan mahasiswa untuk mencari pendampingan dari lembaga bantuan hukum (LBH) di wilayah domisili masing-masing. Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa memahami hak-haknya serta menentukan langkah hukum yang dapat ditempuh.

“Yang kedua, teman-teman perlu mencari lembaga bantuan hukum, yang dalam hal ini lembaga bantuan hukum pada domisili masing-masing. Contohnya, dalam hal ini misalnya LBH Kalbar,” tambahnya.

Di akhir pesannya, Faris mengingatkan mahasiswa agar tetap memperjuangkan keadilan sekaligus menjaga keselamatan dan solidaritas selama menyampaikan aspirasi.

“Selalu tegakkan keadilan, stay safe teman-teman. Perjuangan ini abadi dan jangan lupa jaga barisan,” tutup Faris.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.