Cegah Chikungunya di Musim Hujan, Kenali Langkah Sederhana Melindungi Keluarga

Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Chikungunya selama musim hujan. Munculnya genangan air di sekitar permukiman berpotensi meningkatkan perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, yang menjadi pembawa virus Chikungunya.
Direktur RS PKU Muhammadiyah Jeumpa, Kalimantan Barat, dr. Asep Ahmad Saefullah, menjelaskan bahwa Chikungunya merupakan penyakit infeksi virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk terinfeksi.
Penyakit ini umumnya tidak menyebabkan kematian, tetapi bukan berarti bisa dianggap sepele. Penderitanya dapat mengalami demam tinggi dan nyeri sendi yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Bahkan, keluhan nyeri sendi bisa bertahan selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.
"Chikungunya itu penyakit infeksi virus yang perlu diwaspadai masyarakat karena dapat menyebabkan demam tinggi dan nyeri sendi yang cukup berat. Tapi jangan panik dulu. Umumnya penyakit ini tidak menyebabkan kematian, namun juga tidak boleh dianggap sepele karena nyeri sendinya dapat berlangsung berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan," jelas dr. Asep saat ditemui, Sabtu (31/10/2026).
Ia mengatakan, risiko penularan perlu diperhatikan terutama saat musim hujan. Genangan air di sekitar rumah, saluran air yang tersumbat, serta barang bekas yang menampung air dapat menjadi tempat nyamuk berkembang biak.
Nyamuk yang telah menggigit seseorang yang terinfeksi Chikungunya dapat membawa virus dan menularkannya kembali kepada orang lain melalui gigitan berikutnya. Kondisi lingkungan yang kurang terjaga serta tingginya populasi nyamuk berpotensi memperluas penularan.
Karena itu, masyarakat perlu melakukan langkah pencegahan secara rutin, baik di lingkungan rumah maupun tempat tinggal secara umum.
Enam Cara Mencegah Chikungunya
Ada sejumlah langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko penularan Chikungunya, terutama dengan memutus tempat perkembangbiakan nyamuk dan menghindari gigitannya.
Rutin Membersihkan Lingkungan Rumah
Pastikan halaman rumah, selokan, dan saluran drainase tidak tersumbat sampah maupun dedaunan. Lingkungan yang bersih dapat mengurangi potensi terbentuknya genangan air sebagai tempat berkembang biak nyamuk.
Menggunakan Obat Antinyamuk
Gunakan losion antinyamuk atau produk pengusir nyamuk lainnya sesuai petunjuk pemakaian untuk mengurangi risiko gigitan nyamuk, terutama saat beraktivitas di luar rumah.
Memasang Kawat Kasa dan Kelambu
Pemasangan kawat kasa pada ventilasi rumah serta penggunaan kelambu saat tidur dapat membantu mengurangi kontak langsung dengan nyamuk.
Menggunakan Pakaian Tertutup
Kenakan pakaian berlengan panjang dan celana panjang, terutama ketika beraktivitas di lingkungan yang memiliki banyak nyamuk.
Memantau Tempat Penampungan Air
Periksa secara rutin pot bunga, tatakan dispenser, talang air, ember, dan berbagai wadah lainnya yang berpotensi menampung air hujan. Kosongkan atau bersihkan wadah tersebut agar tidak menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.
Melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk Bersama
Pencegahan akan lebih efektif apabila dilakukan secara bersama-sama. Masyarakat dapat bergotong royong membersihkan lingkungan, menguras tempat penampungan air, menutup wadah air, serta mendaur ulang atau menyingkirkan barang bekas yang berpotensi menampung air.
Selain itu, masyarakat perlu memahami bahwa Chikungunya tidak menular secara langsung melalui sentuhan, batuk, ataupun bersin dari orang yang terinfeksi. Penularan utamanya terjadi melalui gigitan nyamuk yang membawa virus tersebut.
Apabila mengalami demam mendadak disertai nyeri sendi, masyarakat dianjurkan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan penyebab gejala karena Chikungunya memiliki sejumlah gejala yang mirip dengan penyakit lain, termasuk Demam Berdarah Dengue (DBD).
Dengan menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan pemberantasan sarang nyamuk, serta menghindari gigitan nyamuk, masyarakat dapat berperan aktif menekan risiko penyebaran Chikungunya selama musim hujan.
Pencegahan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau petugas kesehatan, melainkan membutuhkan partisipasi seluruh masyarakat. Langkah sederhana yang dimulai dari lingkungan rumah dapat menjadi upaya penting dalam melindungi keluarga dari ancaman penyakit Chikungunya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Yayasan Sultan Hamid II Dukung Nama UIN Sultan Hamid II untuk IAIN Pontianak
- 2Pemprov Kalbar Minta Pemeliharaan PLTU Bengkayang Dipercepat, Target Operasi Lebih Awal
- 3Edi Kamtono Dorong Sungai Jawi Jadi Ruang Publik Produktif, Warga Dilibatkan Kelola Kawasan
- 4NPC Kalbar Perkenalkan Si Sempurna, Maskot Peparprov VII Berbentuk Orangutan
- 5Musim Hujan, dr. Asep Ahmad Saefullah Ingatkan Bahaya Chikungunya, Warga Diminta Waspada
- 6Pelantikan BKPRMI Terentang Dibarengi Gerakan Berbagi Al-Qur’an
- 7Ketua KNPI Pontianak Ajak Pemuda Jaga Persatuan dan Hadirkan Karya Nyata
- 8Milad ke-114 Muhammadiyah, PDM Kubu Raya Salurkan Sembako untuk 50 Kaum Dhuafa
- 9Slow Jogging 2,55K Jadi Momentum, Edi Dorong Pontianak Miliki Lebih Banyak Ruang Olahraga
- 10Pontianak Bidik Juara Umum Porprov XIV, 933 Atlet Disiapkan dengan Dukungan Rp2,5 Miliar



