Kalbar

Pemprov Kalbar Minta Pemeliharaan PLTU Bengkayang Dipercepat, Target Operasi Lebih Awal

Jeklin Marvi | 30 Oktober 2026, 17:15 WIB
Pemprov Kalbar Minta Pemeliharaan PLTU Bengkayang Dipercepat, Target Operasi Lebih Awal
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, meninjau langsung proses pemeliharaan PLTU Bengkayang di Desa Karimunting, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang, Kamis (29/10/2026). - Humas Pemprov Kalbar

kalbar.akurat.co - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mendorong percepatan pemeliharaan PLTU Bengkayang untuk membantu memulihkan keandalan pasokan listrik di wilayah Kalbar, menyusul pemadaman bergilir yang belakangan dirasakan masyarakat Pontianak dan sekitarnya.

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, meninjau langsung proses pemeliharaan PLTU Bengkayang di Desa Karimunting, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang, Kamis (29/10/2026). Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan perkembangan pekerjaan sekaligus mendorong agar pembangkit dapat kembali beroperasi lebih cepat.

Dalam kunjungan ke PLTU Bengkayang yang dikelola PT PLN Indonesia Power UBP Singkawang, Ria Norsan bersama jajaran manajemen meninjau pekerjaan serious inspection pada Unit 3.

Berdasarkan laporan harian, progres pemeliharaan telah mencapai 35,46 persen, melampaui target rencana sebesar 34,49 persen. Semula, pekerjaan dijadwalkan berlangsung selama 54 hari dan ditargetkan rampung pada 5 Desember 2026.

Namun, pemerintah daerah berharap proses tersebut dapat dipangkas sehingga pembangkit bisa kembali beroperasi pada pertengahan November.

“Target awalnya 54 hari atau sekitar 5 Desember. Mudah-mudahan bisa dipercepat menjadi sekitar 25 hari. Kita minta manajemen bekerja lebih cepat agar pada pertengahan November sudah bisa selesai,” kata Ria Norsan saat meninjau lokasi.

Menurutnya, percepatan pemeliharaan menjadi salah satu upaya untuk memperbaiki kondisi kelistrikan yang saat ini menjadi perhatian masyarakat. Pasokan listrik yang andal dinilai penting untuk menjaga aktivitas masyarakat dan dunia usaha, terutama menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

Ria Norsan juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang tetap bersabar selama proses pemeliharaan berlangsung. Ia menekankan pentingnya keterbukaan informasi agar masyarakat dapat mengetahui perkembangan perbaikan pembangkit dan kondisi pasokan listrik di Kalimantan Barat.

“Kita ingin memberikan informasi secara terbuka kepada masyarakat mengenai kondisi kelistrikan saat ini. Harapannya, pekerjaan dapat segera diselesaikan sehingga keandalan pasokan listrik semakin baik,” ujarnya.

Sementara itu, manajemen PLN Indonesia Power menyatakan akan mengoptimalkan sumber daya yang tersedia untuk mendukung percepatan pekerjaan. Sejumlah tahapan pemeliharaan yang dilakukan meliputi pembersihan komponen Main Stop Valve (MSV) dan lower casing, perbaikan sistem udara pembangkit, serta pengujian kelistrikan pada turbin dan generator.

PLTU Bengkayang memiliki daya mampu netto sebesar 80 megawatt (MW). Pembangkit ini menjadi salah satu penopang sistem kelistrikan interkoneksi Khatulistiwa di Kalimantan Barat, dengan kontribusi sekitar 12 persen terhadap beban puncak sistem yang mencapai 650 MW.

Percepatan pemeliharaan diharapkan dapat membantu memperkuat pasokan listrik dan meningkatkan keandalan sistem kelistrikan Kalimantan Barat, sehingga kebutuhan listrik masyarakat maupun dunia usaha dapat terpenuhi dengan lebih baik.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.