Bukan Sekadar Selokan, Ini Fungsi Penting Drainase bagi Lingkungan Perkotaan

kalbar.akurat.co - Drainase memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan perkotaan, terutama untuk mengalirkan air hujan agar tidak menimbulkan genangan. Saluran drainase yang tersumbat sampah, lumpur, maupun sedimentasi dapat menghambat aliran air dan meningkatkan risiko genangan di kawasan permukiman maupun jalan raya.
Di Kota Pontianak, persoalan drainase menjadi salah satu perhatian dalam upaya mengantisipasi genangan, khususnya ketika intensitas hujan meningkat. Karena itu, menjaga kebersihan saluran air tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat.
Sejak November, Pemerintah Kota Pontianak bersama masyarakat secara rutin melaksanakan kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan dan saluran drainase di sejumlah wilayah.
Dalam kegiatan tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pontianak melalui Bidang Sumber Daya Air turut melakukan penanganan terhadap saluran drainase, baik pada jaringan sekunder maupun primer.
Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, menjelaskan bahwa kegiatan gotong royong tidak sekadar bertujuan membersihkan lingkungan, tetapi juga memastikan kelancaran aliran air agar risiko genangan dapat diminimalkan.
“Yang kita lakukan hari ini bukan hanya membersihkan sampah, tetapi juga memastikan drainase tidak tersumbat. Ini bagian dari upaya kita mengantisipasi genangan,” ujarnya.
Mengapa Drainase Harus Dijaga?
Drainase merupakan sistem saluran yang berfungsi mengalirkan kelebihan air, terutama air hujan, menuju saluran pembuangan atau badan air penerima.
Ketika sistem drainase berfungsi dengan baik, air dapat mengalir secara lebih lancar sehingga risiko terjadinya genangan di jalan maupun kawasan permukiman dapat dikurangi.
Sebaliknya, drainase yang tidak terawat berpotensi menimbulkan sejumlah persoalan, di antaranya:
1. Menghambat Aliran Air Hujan
Sampah plastik, dedaunan, lumpur, dan material lainnya dapat menyumbat saluran sehingga air tidak dapat mengalir dengan optimal. Kondisi ini berpotensi menyebabkan air meluap ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.
2. Meningkatkan Risiko Genangan
Saluran yang mengalami penyumbatan atau pendangkalan dapat mengurangi kapasitas aliran air. Akibatnya, air hujan lebih mudah menggenangi jalan, halaman rumah, dan kawasan permukiman.
3. Menimbulkan Masalah Kesehatan dan Lingkungan
Genangan yang tidak segera surut dapat mengganggu aktivitas masyarakat serta berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Sampah yang menumpuk di saluran juga dapat menimbulkan bau tidak sedap dan menurunkan kualitas lingkungan.
4. Mengganggu Aktivitas Masyarakat
Genangan di jalan dapat menghambat mobilitas warga, mengganggu aktivitas ekonomi, serta meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengendara kendaraan bermotor.
Langkah Sederhana Menjaga Drainase di Lingkungan Rumah
Menjaga fungsi drainase sebenarnya dapat dimulai dari kebiasaan sederhana di lingkungan masing-masing. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan masyarakat:
Tidak membuang sampah ke saluran air. Sampah plastik, kemasan makanan, dan limbah rumah tangga dapat menyebabkan penyumbatan.
Membersihkan selokan secara rutin. Singkirkan sampah dan dedaunan yang menumpuk agar aliran air tetap lancar.
Memperhatikan kondisi saluran air. Segera laporkan apabila ditemukan drainase yang rusak, tersumbat, atau mengalami pendangkalan.
Tidak menutup saluran drainase tanpa memperhatikan akses perawatan. Saluran yang tertutup permanen dapat menyulitkan proses pembersihan dan pemeriksaan.
Melaksanakan gotong royong. Mengajak tetangga membersihkan lingkungan secara berkala dapat membantu menjaga saluran air tetap berfungsi.
Gotong Royong Menjadi Kunci Menjaga Lingkungan
Upaya menjaga drainase tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Partisipasi masyarakat menjadi bagian penting untuk memastikan saluran air di lingkungan permukiman tetap bersih dan berfungsi dengan baik.
Kegiatan gotong royong yang dilakukan Pemerintah Kota Pontianak bersama masyarakat menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Melalui keterlibatan perangkat daerah dan masyarakat, penanganan drainase diharapkan dapat berjalan lebih optimal, mulai dari pembersihan sampah hingga penanganan saluran yang membutuhkan perbaikan.
Pada akhirnya, drainase yang terawat bukan hanya membantu mengurangi risiko genangan, tetapi juga menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman.
Karena itu, menjaga drainase bukan hanya pekerjaan pemerintah ketika musim hujan tiba. Kebiasaan menjaga kebersihan saluran air perlu menjadi tanggung jawab bersama sepanjang tahun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Pemprov Kalbar Minta Pemeliharaan PLTU Bengkayang Dipercepat, Target Operasi Lebih Awal
- 2Edi Kamtono Dorong Sungai Jawi Jadi Ruang Publik Produktif, Warga Dilibatkan Kelola Kawasan
- 3NPC Kalbar Perkenalkan Si Sempurna, Maskot Peparprov VII Berbentuk Orangutan
- 4Musim Hujan, dr. Asep Ahmad Saefullah Ingatkan Bahaya Chikungunya, Warga Diminta Waspada
- 5Milad ke-114 Muhammadiyah, PDM Kubu Raya Salurkan Sembako untuk 50 Kaum Dhuafa
- 6Uray Emma Dorong Pemuda Kubu Raya Terlibat dalam Pengembangan Ekonomi Daerah
- 7Blak-blakan Soal Kasus Pelecehan di Sekolah Rakyat, Wali Kota Edi Kamtono Soroti Gegar Budaya dan Bawaan Trauma
- 8Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, Cornelis Dorong Mahasiswa Jadi Generasi Berintegritas dan Berkontribusi bagi Kalimantan Barat
- 9Produk Daur Ulang Karya Disabilitas Jadi Daya Tarik di FinExpo 2026 Kubu Raya
- 10Budaya Ngopi Pontianak: Mengenal Coffee Shop, Kopitiam, Coffee Street, dan Warkop





