Kalbar

Wali Kota Pontianak Pastikan Pasokan Air untuk Layanan Cuci Darah Terjaga

Unggul Ali Sadewo | 3 September 2026, 19:07 WIB
Wali Kota Pontianak Pastikan Pasokan Air untuk Layanan Cuci Darah Terjaga
Wali Kota Pontianak Pastikan Pasokan Air untuk Layanan Cuci Darah Terjaga - Humas Pemkot Pontianak

kalbar.akurat.co — Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono memastikan Pemerintah Kota Pontianak bersama Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa terus menjaga pasokan air bersih untuk mendukung layanan cuci darah di sejumlah rumah sakit di Kota Pontianak.

Edi mengatakan keandalan pasokan tersebut didukung teknologi *reverse osmosis* (RO) milik Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa yang mampu menurunkan kadar garam air secara signifikan sehingga menghasilkan air yang layak dikonsumsi.

“Sampai saat ini, dengan teknologi yang dimiliki PDAM, kapasitas RO kita bisa menurunkan kadar garam dari 1.129 menjadi 29 miligram per liter. Ambang batasnya di 250 miligram per liter,” ujarnya usai meninjau booster di Kantor Perumda Tirta Khatulistiwa, Rabu (2/9/2026).

Ia menjelaskan kualitas air hasil pengolahan RO tersebut sudah dapat dikonsumsi secara langsung. Namun, kapasitas produksi air masih terbatas, yakni sekitar 25.920 meter kubik per hari.

Karena keterbatasan tersebut, produksi air hasil pengolahan RO difokuskan untuk menjaga pasokan bagi rumah sakit yang membutuhkan air dengan kualitas khusus dan stabil, terutama untuk layanan cuci darah.

“Fokus kita adalah bagaimana output dari teknologi ini dikonsentrasikan untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit-rumah sakit yang melayani proses cuci darah di Kota Pontianak,” jelasnya.

Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat secara luas, Pemkot Pontianak bersama Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa masih mengupayakan tambahan pasokan air tawar.

Salah satu upaya dilakukan melalui pengambilan air dari Waduk Penepat yang hingga kini masih menghadapi kendala teknis di kawasan Kuala Mandor.

Meski demikian, produksi dan distribusi air PDAM untuk kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK) tetap berjalan guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Edi menegaskan Pemkot Pontianak bersama Perumda Tirta Khatulistiwa akan terus mencari solusi agar pasokan air tawar bagi warga tetap tersedia selama kondisi air baku belum kembali normal.

Upaya tersebut dilakukan melalui optimalisasi sumber air tawar, distribusi di sejumlah titik layanan, penggunaan mobil tangki, serta pemanfaatan teknologi yang tersedia.

“Kita terus upayakan agar tambahan pasokan air tawar bisa terpenuhi secara kontinu dalam situasi seperti sekarang,” pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.