Kalbar

Bahasan Minta Warga Tidak Abaikan Kebersihan Drainase, Cegah Genangan di Pontianak

Satyananda Wicaksana | 30 Oktober 2026, 14:33 WIB
Bahasan Minta Warga Tidak Abaikan Kebersihan Drainase, Cegah Genangan di Pontianak
Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan saat membersihkan drainase di Jalan Media, Bansir Laut, Pontianak Tenggara, Jumat (30/10/2026). - Humas Pemkot Pontianak

kalbar.akurat.co - Upaya mencegah terjadinya genangan air di Kota Pontianak membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat. Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, mengingatkan warga untuk tidak membuang sampah sembarangan serta memastikan saluran drainase di sekitar tempat tinggal tetap berfungsi dengan baik.

Pesan tersebut disampaikan Bahasan saat mengikuti kegiatan gotong royong bersama perangkat daerah dan masyarakat di wilayah Pontianak Tenggara, Jumat (30/10/2026). Kegiatan ini difokuskan pada pembersihan lingkungan, khususnya sejumlah saluran air yang berpotensi mengalami penyumbatan akibat tumpukan sampah.

Dalam kegiatan tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pontianak melalui bidang sumber daya air turut melakukan penanganan terhadap saluran drainase, baik pada jaringan sekunder maupun primer.

Bahasan menjelaskan, kegiatan gotong royong tidak sekadar bertujuan membersihkan lingkungan, tetapi juga memastikan kelancaran aliran air agar risiko genangan dapat diminimalkan.

“Yang kita lakukan hari ini bukan hanya membersihkan sampah, tetapi juga memastikan drainase tidak tersumbat. Ini bagian dari upaya kita mengantisipasi genangan,” ujarnya.

Ia menyebutkan, Pemerintah Kota Pontianak terus melakukan berbagai upaya untuk mengatasi persoalan genangan, termasuk melalui kesiapsiagaan petugas sumber daya air. Bahkan, petugas PUPR hampir setiap hari melakukan pemantauan dan penanganan saluran air. Ketika terjadi hujan ekstrem, sejumlah mesin pompa juga disiagakan untuk membantu mempercepat pengaliran air.

Meski demikian, menurutnya, berbagai langkah pemerintah tersebut perlu diimbangi dengan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Bahasan juga mengingatkan warga agar tidak menutup saluran drainase secara permanen demi memperluas atau mempercantik bagian depan maupun samping rumah. Pasalnya, tindakan tersebut berpotensi menghambat aliran air dan meningkatkan risiko terjadinya genangan.

Selain itu, masyarakat diminta menghentikan kebiasaan membuang sampah ke dalam parit. Ia menilai, perubahan perilaku masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga fungsi drainase tetap optimal.

“Jangan sampai karena merasa paling mudah, sampah langsung dilempar ke parit. Kita harus terus mengedukasi supaya masyarakat memiliki pemahaman yang sama tentang pentingnya menjaga kebersihan,” katanya.

Bahasan menegaskan bahwa persoalan kebersihan lingkungan tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Partisipasi masyarakat melalui kebiasaan menjaga kebersihan dan tidak merusak fungsi saluran air menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih sekaligus mengurangi potensi genangan.

“Tugas menjaga lingkungan tetap bersih dan asri adalah tugas kita semua. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri,” pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.