Kalbar

Green Healthpreneur Aisyiyah Dorong Desa Sungai Kakap Jadi Desa Mandiri dan Sehat

Unggul Ali Sadewo | 31 Oktober 2026, 13:40 WIB
Green Healthpreneur Aisyiyah Dorong Desa Sungai Kakap Jadi Desa Mandiri dan Sehat
Green Healthpreneur Aisyiyah Dorong Desa Sungai Kakap Jadi Desa Mandiri dan Sehat - Unggul

kalbar.akurat.co — Program Green Healthpreneur Aisyiyah dikembangkan di Desa Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, melalui penguatan Bank Sampah, gerakan Zero Food Waste, serta pengembangan UMKM Hijau. Program ini bertujuan mendorong masyarakat menjaga lingkungan sekaligus menciptakan peluang ekonomi melalui pengelolaan limbah.

Politeknik Aisyiyah Pontianak bersama LAZISMU, Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Sungai Kakap, serta perwakilan Pemerintah Desa Sungai Kakap menggelar sosialisasi, diskusi panel, dan pelatihan lanjutan pada Kamis (29/10/2026), mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat yang mendapat dukungan pendanaan dari LAZISMU. Desa Sungai Kakap telah ditetapkan sebagai Desa Binaan Mandiri dan Sehat, dengan fokus pada pengelolaan sampah dan pengembangan usaha berbasis lingkungan.

Ketua PCA Sungai Kakap, Syarifah Fatimah, mengatakan pihaknya siap mendampingi masyarakat dalam menjalankan program tersebut agar memberikan manfaat berkelanjutan bagi lingkungan dan perekonomian keluarga.

"Kami sangat menyambut baik Program Green Healthpreneur Aisyiyah ini di Desa Sungai Kakap. PCA Sungai Kakap siap menjadi jembatan antara tim Politeknik Aisyiyah Pontianak, LAZISMU, pemerintah desa dan warga desa. Kami akan mendampingi warga secara konsisten untuk mengembangkan Bank Sampah, menerapkan Zero Food Waste di rumah tangga, serta mendorong lahirnya UMKM Hijau agar lingkungan menjadi lebih sehat dan ekonomi keluarga semakin kuat."

Dukungan juga disampaikan Indriyani selaku perwakilan Kepala Desa Sungai Kakap. Ia menyatakan pemerintah desa siap berkolaborasi untuk memastikan program tersebut berjalan secara berkelanjutan dan melibatkan masyarakat.

"Pemerintah Desa Sungai Kakap sangat mendukung program ini. Kami siap berkolaborasi menyediakan ruang, memobilisasi warga serta mendukung keberlangsungan Bank Sampah dan gerakan Zero Food Waste agar benar-benar terimplementasi secara berkelanjutan di lingkungan desa yang telah menjadi desa binaan ini."

Sementara itu, Dosen Politeknik Aisyiyah Pontianak, Muhammad Kholid Ramadhanzi, menjelaskan bahwa program tersebut tidak hanya berfokus pada sosialisasi, tetapi juga membangun ekosistem pengelolaan lingkungan yang dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

"Kami datang bukan hanya untuk memberikan penyuluhan satu kali saja. Kami ingin memperkuat ekosistem hijau yang utuh di Desa Sungai Kakap berkat dukungan pendanaan LAZISMU. Sampah organik dan sisa makanan dapat diolah menjadi kompos, pupuk, atau produk olahan lain; sampah anorganik dapat dikelola melalui Bank Sampah; kemudian hasilnya dapat dikembangkan menjadi usaha UMKM yang berkelanjutan."

Dalam diskusi panel, peserta membahas berbagai tantangan dalam pelaksanaan program, mulai dari peningkatan kesadaran masyarakat dan pemilahan sampah hingga pengelolaan operasional Bank Sampah serta strategi pemasaran produk UMKM Hijau.

Kegiatan tersebut diikuti tenaga pendidik dan mahasiswa Politeknik Aisyiyah Pontianak, perwakilan LAZISMU, Indriyani selaku perwakilan pemerintah desa, pengurus PCA Sungai Kakap, serta puluhan warga setempat.

Dukungan pendanaan dari LAZISMU menjadi salah satu bagian penting dalam pelaksanaan program pemberdayaan tersebut. Dana yang bersumber dari zakat, infak, dan sedekah diarahkan untuk mendorong kemandirian masyarakat melalui kegiatan produktif dan berkelanjutan.

Melalui program Green Healthpreneur Aisyiyah, masyarakat diharapkan mampu mengurangi sampah rumah tangga sekaligus mengolah limbah menjadi produk bernilai jual. Upaya ini juga menjadi bentuk penerapan nilai-nilai Islam dalam menjaga lingkungan, menghindari pemborosan, dan memperkuat perekonomian keluarga.

Ke depan, tim pelaksana berencana melanjutkan pendampingan intensif, pelatihan teknis lanjutan, penguatan pengelola Bank Sampah, serta pendampingan pemasaran produk UMKM Hijau.

Melalui kolaborasi antara Politeknik Aisyiyah Pontianak, LAZISMU, PCA Sungai Kakap, pemerintah desa, dan masyarakat, Desa Sungai Kakap diharapkan dapat menjadi model desa binaan mandiri dan sehat yang bisa dikembangkan di desa-desa lain di Kabupaten Kubu Raya maupun Kalimantan Barat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.