Kalbar

Kelurahan Sungai Jawi Tembus Tiga Besar Regional Kalimantan, Siap Bersaing di Tingkat Nasional

Satyananda Wicaksana | 5 November 2026, 11:52 WIB
Kelurahan Sungai Jawi Tembus Tiga Besar Regional Kalimantan, Siap Bersaing di Tingkat Nasional
Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan dalam klarifikasi lapangan oleh tim penilai nasional kelurahan berprestasi yang berlangsung di Aula Muis Amin, Kantor Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Pontianak, Kamis (5/11/2026). - Humas Pemkot Pontianak

kalbar.akurat.co - Berbagai inovasi pelayanan publik dan pemberdayaan masyarakat mengantarkan Kelurahan Sungai Jawi, Kecamatan Pontianak Kota, masuk dalam tiga besar Regional III Kalimantan pada Penjaringan Desa dan Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2026.

Pencapaian tersebut membawa Kelurahan Sungai Jawi ke tahap klarifikasi lapangan oleh tim penilai nasional. Kegiatan berlangsung di Aula Muis Amin, Kantor Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Pontianak, Kamis (5/11/2026).

Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, mengapresiasi kerja kolektif berbagai pihak yang telah mendorong kemajuan Kelurahan Sungai Jawi. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari sinergi pemerintah kelurahan, kecamatan, perangkat daerah, serta partisipasi aktif masyarakat.

Ia menyebut, sejumlah program inovatif menjadi keunggulan Sungai Jawi dalam kompetisi tersebut. Pada sektor pemerintahan, terdapat Sipaling Sungai Jawi yang memanfaatkan teknologi digital untuk mempermudah akses dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, pada sektor kewilayahan, Kelurahan Sungai Jawi mengembangkan Bank Sampah Jawi Berkelas dan Kampung Sayur. Kedua program tersebut diarahkan untuk mendorong kepedulian terhadap lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi dan memperkuat ketahanan pangan warga.

Bahasan mencontohkan Kampung Sayur yang telah mendorong masyarakat memanfaatkan lahan untuk menanam berbagai komoditas pangan, termasuk cabai. Selain memenuhi kebutuhan rumah tangga, gerakan tersebut diharapkan dapat membantu menjaga pasokan dan menekan gejolak harga komoditas.

"Di bidang kemasyarakatan, inovasi Jawara, Terisma, dan Sakura menjadi bagian dari upaya pemberdayaan dan peningkatan kualitas kehidupan warga," jelasnya.

Menurut Bahasan, berbagai inovasi tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan wilayah bukan penghalang untuk melahirkan program yang bermanfaat. Sebagai kawasan dengan permukiman cukup padat, Sungai Jawi justru dituntut untuk mampu mengoptimalkan potensi yang dimiliki melalui kreativitas dan keterlibatan masyarakat.

Ia berharap capaian ini tidak berhenti pada prestasi kompetisi, tetapi menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pemberdayaan masyarakat. Bahasan juga mendorong agar praktik baik yang telah dikembangkan Sungai Jawi dapat direplikasi oleh kelurahan lainnya.

"Semoga Sungai Jawi dapat menjadi contoh bagi 28 kelurahan lainnya di Kota Pontianak," harapnya.

Sementara itu, Asisten Deputi Pembiayaan Kementerian Koperasi, Niken Wulandari, menjelaskan bahwa penjaringan desa dan kelurahan berprestasi tahun ini memiliki cakupan penilaian yang lebih luas. Selain aspek pemerintahan, kewilayahan, dan kemasyarakatan, penilaian juga menitikberatkan pada penguatan ekonomi lokal melalui koperasi dan UMKM, ketangguhan menghadapi perubahan iklim, serta kemampuan menghadapi dampak inflasi.

Ia menegaskan, pengembangan UMKM perlu diikuti dengan upaya membangun ekosistem usaha yang lebih kuat melalui kelembagaan koperasi. Dengan begitu, usaha masyarakat tidak hanya berkembang secara mandiri, tetapi juga memiliki jaringan pemasaran dan distribusi yang lebih terorganisasi.

"Jadi tidak hanya UMKM yang tumbuh, tetapi bagaimana usaha-usaha tersebut dapat dikonsolidasikan melalui koperasi," ungkapnya.

Niken menambahkan, koperasi memiliki potensi strategis dalam membantu menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga kebutuhan pokok. Salah satunya melalui kemitraan dengan pelaku usaha dan pemerintah daerah untuk memperkuat rantai pasok komoditas.

Ia menilai program Kampung Sayur di Sungai Jawi dapat menjadi salah satu contoh keterlibatan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan lokal. Inisiatif tersebut berpeluang dikembangkan lebih luas melalui kerja sama berbagai pihak.

Terkait tahapan penilaian, Niken menerangkan bahwa proses administrasi, pemaparan, dan wawancara calon juara telah berlangsung pada 5 hingga 9 Oktober 2026. Pada tahun ini, penjaringan dibagi ke dalam enam wilayah regional, dengan Kalimantan tergabung dalam Regional III.

Melalui klarifikasi lapangan, tim penilai akan mencocokkan dokumen dan informasi yang telah disampaikan dengan kondisi sebenarnya. Penilaian juga dilakukan dengan melihat implementasi program secara langsung serta menggali informasi dari pemerintah kelurahan dan masyarakat penerima manfaat.

Menurut Niken, keberhasilan sebuah inovasi tidak hanya dilihat dari konsep maupun capaian administratif, tetapi juga dari dampak yang dihasilkan dan kemampuan program tersebut untuk terus berjalan.

"Klarifikasi lapangan tidak semata-mata untuk memeriksa kesesuaian data dan informasi, tetapi juga memahami bagaimana program inovasi dilaksanakan, sejauh mana manfaatnya bagi masyarakat, dan bagaimana keberlanjutannya dapat dijaga," terangnya.

Hasil kunjungan dan klarifikasi tersebut selanjutnya menjadi salah satu komponen dalam penentuan desa dan kelurahan berprestasi tingkat nasional tahun 2026.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.