Kalbar

Sejarah Arsenal, Dari Klub Pekerja Pabrik hingga Juara Liga Inggris

Unggul Ali Sadewo | 17 September 2026, 19:13 WIB
Sejarah Arsenal, Dari Klub Pekerja Pabrik hingga Juara Liga Inggris
Arsenal - Ist

kalbar.akurat.co - Arsenal Football Club merupakan salah satu klub sepak bola paling bersejarah di Inggris. Klub yang kini bermarkas di Emirates Stadium itu memiliki perjalanan panjang sejak berdiri pada 1886, mulai dari klub yang dibentuk para pekerja pabrik senjata di Woolwich hingga menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola Inggris.

Cikal bakal Arsenal lahir di kawasan Woolwich, London, pada 1886. Klub tersebut dibentuk oleh para pekerja di pabrik persenjataan Royal Arsenal. David Danskin bersama sejumlah rekannya menjadi tokoh penting dalam pembentukan tim yang awalnya menggunakan nama Dial Square. Pertandingan pertama mereka berlangsung pada Desember 1886 melawan Eastern Wanderers dan berakhir dengan kemenangan 6-0.

Tidak lama kemudian, klub berganti nama menjadi Royal Arsenal. Pada 1891, nama Woolwich Arsenal mulai digunakan setelah klub berkembang dan memasuki kompetisi yang lebih serius.

Pada 1913, Arsenal meninggalkan kawasan Woolwich dan pindah ke London Utara. Klub kemudian bermarkas di Highbury selama 93 tahun, dari 1913 hingga 2006. Perpindahan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam perkembangan Arsenal sebagai klub besar London.

Salah satu periode penting dalam sejarah Arsenal terjadi pada era manajer Herbert Chapman pada 1930-an. Arsenal memenangkan trofi besar pertamanya dengan menjuarai Piala FA pada 1930 setelah mengalahkan Huddersfield Town di final. Setahun kemudian, Arsenal meraih gelar liga pertamanya.

Kesuksesan Arsenal berlanjut dalam berbagai era. Klub kemudian mengoleksi sejumlah gelar liga dan Piala FA, menjadikan kompetisi domestik sebagai bagian penting dari identitas The Gunners.

Era modern Arsenal semakin dikenal ketika Arsène Wenger menjadi manajer pada 1996. Wenger membawa pendekatan baru dalam pengelolaan tim dan turut membentuk salah satu periode paling sukses dalam sejarah klub.

Pada musim 1997/1998, Arsenal meraih gelar Liga Inggris sekaligus Piala FA. Kesuksesan serupa kembali diraih pada musim 2001/2002.

Namun, pencapaian terbesar Arsenal pada era Wenger terjadi pada musim 2003/2004. Arsenal menyelesaikan musim Liga Inggris tanpa mengalami kekalahan dalam 38 pertandingan. Tim tersebut kemudian dikenal dengan julukan **The Invincibles**. Arsenal mencatat 26 kemenangan dan 12 hasil imbang dalam perjalanan menuju gelar juara.

Pada 2006, Arsenal meninggalkan Highbury dan pindah ke Emirates Stadium. Stadion baru tersebut menjadi markas Arsenal hingga sekarang.

Arsenal juga memiliki catatan kuat di Piala FA. Klub tersebut telah memenangkan kompetisi itu sebanyak **14 kali**, dengan gelar terakhir diraih pada 2020. Arsenal menjadi klub dengan jumlah kemenangan Piala FA terbanyak dalam sejarah kompetisi tersebut.

Setelah era Wenger berakhir, Arsenal memasuki periode pembangunan kembali. Mikel Arteta kemudian dipercaya menangani tim dan membawa Arsenal kembali meraih trofi Piala FA pada 2020.

Perjalanan Arsenal di kompetisi domestik kemudian mencapai tonggak baru pada musim 2025/2026. Arsenal berhasil memenangkan gelar Liga Inggris untuk keempat kalinya di era Premier League dan mengakhiri penantian selama 22 tahun sejak gelar liga terakhir mereka. Arsenal mengakhiri musim dengan 85 poin, unggul tujuh poin dari Manchester City.

Dengan sejarah sejak 1886, Arsenal kini tercatat memiliki **13 gelar liga**, **14 Piala FA**, dua Piala Liga, serta sejumlah trofi lainnya.

Dari klub yang dibentuk para pekerja pabrik persenjataan di Woolwich, Arsenal berkembang menjadi salah satu klub paling dikenal dalam sepak bola Inggris. Perjalanan panjang tersebut mencakup berbagai generasi, stadion, manajer, pemain dan trofi yang membentuk identitas The Gunners hingga saat ini.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.