Kalbar

Wakapolres Mempawah Sambut Tiga Helikopter Chinook Jepang, Perkuat Perang Lawan Karhutla

Unggul Ali Sadewo | 11 September 2026, 10:04 WIB
Wakapolres Mempawah Sambut Tiga Helikopter Chinook Jepang, Perkuat Perang Lawan Karhutla
Wakapolres Mempawah Sambut Tiga Helikopter Chinook Jepang - Humas Polres Mempawah

kalbar.akurat.co – Wakapolres Mempawah Kompol Reynaldi Guzel menyambut kedatangan tiga helikopter angkut berat CH-47 Chinook milik Jepang di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Kamis (10/9/2026), yang didatangkan untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Tiga helikopter tersebut tiba setelah dibawa menggunakan kapal Angkatan Laut Jepang, JS Kunisaki, yang bersandar di Dermaga Pelabuhan Internasional Kijing, Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah.

Kehadiran tiga helikopter Chinook tersebut menjadi bagian dari dukungan Pemerintah Jepang kepada Indonesia dalam membantu menangani karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.

Wakapolres Mempawah Kompol Reynaldi Guzel turut hadir dalam penyambutan bersama Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan, Dandim 1201/Mempawah Letkol Czi Ali Isnaini, serta unsur terkait lainnya.

Reynaldi menilai kedatangan tiga helikopter Chinook memberikan tambahan kemampuan dalam menghadapi karhutla, terutama untuk penanganan melalui udara.

“Ini tentu menjadi kabar baik bagi kita. Kehadiran tiga helikopter Chinook ini menjadi tambahan kekuatan untuk mendukung penanganan Karhutla di Kalimantan Barat,” kata Reynaldi.

Kemampuan CH-47 Chinook sebagai helikopter angkut berat diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung operasi pemadaman, termasuk melalui metode water bombing.

Kekuatan tersebut dinilai penting karena kondisi medan di sejumlah lokasi kebakaran tidak selalu memungkinkan untuk ditangani secara cepat menggunakan armada darat.

“Kalau titik api berada di lokasi yang sulit dijangkau, dukungan dari udara akan sangat membantu. Kita berharap penanganannya bisa lebih cepat dan titik api tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas,” ujarnya.

Namun, Reynaldi mengingatkan bahwa tambahan armada udara tidak boleh membuat upaya pencegahan di lapangan menjadi kendur.

Deteksi dini, patroli, edukasi kepada masyarakat, dan respons cepat ketika muncul titik api tetap menjadi bagian penting dalam pengendalian karhutla.

“Jangan hanya mengandalkan pemadaman. Pencegahan tetap harus menjadi perhatian. Semua pihak harus ikut bergerak dan tidak bekerja sendiri-sendiri,” tegasnya.

Ia menyebut penanganan karhutla membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, aparat keamanan hingga masyarakat.

“Karhutla ini bukan persoalan satu institusi. TNI, Polri, pemerintah daerah, masyarakat dan seluruh pihak harus terus bersinergi,” katanya.

Reynaldi berharap dukungan Jepang tersebut bisa memberikan dampak nyata dalam mempercepat pengendalian karhutla di Kalbar.

“Harapan kita tentu Karhutla bisa segera terkendali. Yang paling utama adalah keselamatan masyarakat. Dampak terhadap lingkungan dan aktivitas masyarakat juga harus kita tekan semaksimal mungkin,” pungkasnya.

Kedatangan JS Kunisaki dan tiga helikopter CH-47 Chinook di Pelabuhan Internasional Kijing sekaligus memperlihatkan dukungan kerja sama Indonesia dan Jepang dalam menghadapi bencana.

Dengan kemampuan operasi dari udara, tiga helikopter tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya pemadaman karhutla di wilayah Kalimantan Barat, khususnya pada kawasan yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.