Kalbar

Limbah Sawit Disulap Jadi Emas Hijau, APKASINDO Dorong Petani Kalbar Naik Kelas

Jeklin Marvi | 3 November 2026, 14:47 WIB
Limbah Sawit Disulap Jadi Emas Hijau, APKASINDO Dorong Petani Kalbar Naik Kelas

Kubu Raya– kalbarakurat.co - Limbah perkebunan kelapa sawit yang selama ini kerap dianggap tidak bernilai ternyata menyimpan peluang ekonomi bagi petani dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Mulai dari lidi, pelepah, tandan kosong hingga cangkang sawit, berbagai sisa produksi tersebut dapat diolah menjadi produk bernilai jual, bahkan berpotensi menembus pasar ekspor.

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Apkasindo Perjuangan, Drs. Sulaiman H. Andi Loeloe, MM., mengatakan pengembangan industri sawit perlu diarahkan tidak hanya pada budidaya dan penjualan tandan buah segar (TBS) serta minyak sawit mentah atau *crude palm oil* (CPO), tetapi juga pada pemanfaatan limbah perkebunan.

Menurutnya, berbagai bagian tanaman sawit yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal memiliki nilai ekonomis apabila diolah menjadi produk turunan.

Tandan kosong sawit, misalnya, berpotensi dimanfaatkan menjadi bahan baku produk olahan dan pupuk organik. Lidi sawit dapat dikembangkan menjadi kerajinan serta anyaman, sementara cangkangnya bisa diolah menjadi briket sebagai sumber energi alternatif.

Selain itu, batang sawit dari kegiatan peremajaan atau *replanting* juga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku papan dan produk lainnya.

“Limbah-limbah itu sangat bernilai tinggi untuk menambah penghasilan para petani sawit,” ujar Sulaiman.

Ia menjelaskan, pemanfaatan limbah tersebut menjadi bagian dari upaya hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas sawit. Melalui pelatihan peningkatan kapasitas perkebunan dan UMKM berbasis sawit, Apkasindo Perjuangan melewati PELATIHAN PENINGKATAN

KAPASITAS PEKEBUN DAN UMKM

BERBASIS SAWIT mendorong petani agar mampu melihat peluang usaha dari berbagai hasil samping perkebunan.

Dengan pengolahan yang tepat, limbah yang sebelumnya dibuang atau kurang dimanfaatkan diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi petani sekaligus membuka peluang usaha baru bagi UMKM. Kalbar sendiri merupakan penghasil limbah sawit tersebesar se Indonesia

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Apkasindo Perjuangan Provinsi Kalimantan Barat, Andreas Lani, S.H., menyoroti potensi limbah sawit Kalbar untuk dikembangkan sebagai komoditas ekspor.

Menurut Andreas, besarnya potensi tersebut tidak terlepas dari luasnya perkebunan sawit di Kalimantan Barat yang menghasilkan berbagai material sisa produksi. Apabila dikelola dengan baik, limbah tersebut dapat menjadi komoditas bernilai ekonomi yang mampu menjangkau pasar internasional.

Ia mencontohkan lidi dan serat sawit yang telah dikirim ke China untuk diolah lebih lanjut. Hal ini menunjukkan bahwa peluang ekonomi dari industri sawit tidak hanya berasal dari penjualan TBS dan CPO, tetapi juga dari produk samping yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.

Selain lidi dan serat, cangkang sawit juga memiliki potensi pasar sebagai bahan bakar industri, termasuk untuk kebutuhan boiler dan sebagai alternatif bahan bakar berbasis batu bara.

Andreas menilai, pengembangan pasar ekspor perlu diikuti peningkatan teknologi pengolahan dan kapasitas petani agar potensi limbah sawit dapat memberikan nilai tambah lebih besar.

Melalui pelatihan yang digelar Apkasindo Perjuangan, petani diharapkan semakin memahami peluang pengolahan limbah sekaligus mampu mengembangkan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Upaya tersebut diharapkan dapat memperluas sumber pendapatan petani, mendorong pertumbuhan UMKM berbasis sawit, serta meningkatkan nilai ekonomi perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Barat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.