Kalbar

Mengenang Majalah Bobo, Bacaan Ikonik yang Menemani Masa Kecil Generasi 90-an

Unggul Ali Sadewo | 31 Oktober 2026, 17:13 WIB
Mengenang Majalah Bobo, Bacaan Ikonik yang Menemani Masa Kecil Generasi 90-an
Mengenang Majalah Bobo, Bacaan Ikonik yang Menemani Masa Kecil Generasi 90-an - Ist

kalbar.akurat.co - Bagi generasi 90-an, majalah Bobo bukan sekadar bacaan anak-anak. Majalah ini menjadi bagian dari kenangan masa kecil, menemani waktu belajar, bermain, hingga mengisi hari-hari dengan cerita dan imajinasi.

Sampul majalah yang penuh warna, ilustrasi yang menarik, serta cerita yang menghibur membuat Bobo memiliki tempat tersendiri di hati pembacanya. Bagi sebagian anak pada masa itu, menunggu edisi terbaru terbit menjadi pengalaman yang selalu dinantikan.

Majalah Bobo pertama kali terbit pada 14 April 1973. Sejak awal kemunculannya, majalah ini hadir sebagai bacaan anak yang memadukan hiburan dan pendidikan dengan bahasa yang mudah dipahami.

Beragam rubrik menjadi daya tariknya. Cerita bergambar, dongeng, pengetahuan umum, teka-teki, hingga cerita pendek menghadirkan pengalaman membaca yang menyenangkan sekaligus menambah wawasan.

Salah satu karakter yang melekat dalam ingatan pembaca adalah Bobo, seekor kelinci yang menjadi ikon majalah tersebut. Bersama karakter dan cerita lainnya, Bobo menghadirkan dunia imajinasi yang dekat dengan kehidupan anak-anak.

Dari Bona hingga Cerita yang Sulit Dilupakan

Selain tokoh Bobo, sejumlah karakter dan rubrik turut memberikan warna tersendiri. Cerita keluarga Bobo, kisah Bona si gajah kecil, serta berbagai cerita fiksi dan pengetahuan membuat majalah ini tidak terasa monoton.

Bagi anak-anak yang tumbuh pada era 1990-an, membaca Bobo juga menjadi cara sederhana untuk mengenal dunia di luar lingkungan rumah dan sekolah.

Ketika internet dan telepon pintar belum menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, majalah cetak menjadi salah satu sumber hiburan sekaligus pengetahuan. Halaman demi halaman dibaca, gambar diperhatikan, dan cerita-ceritanya terkadang dibicarakan bersama teman.

Tidak sedikit pula yang masih mengingat kebiasaan menyimpan majalah lama, membaca ulang cerita favorit, atau menggunting gambar dan menyimpannya sebagai kenang-kenangan.

Kenangan yang Bertahan hingga Dewasa

Kini, generasi yang dahulu membaca Bobo telah tumbuh dewasa. Sebagian mungkin telah menjadi orang tua dan menjalani kehidupan yang jauh berbeda dari masa kecil mereka.

Namun, kenangan tentang majalah tersebut tetap memiliki tempat tersendiri. Sampul yang khas, karakter kelinci yang bersahabat, serta cerita sederhana mampu membawa pembacanya kembali ke masa ketika kebahagiaan bisa ditemukan dari sebuah bacaan.

Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan cara anak-anak menikmati hiburan, pengalaman membaca majalah cetak mungkin terasa berbeda bagi generasi sekarang. Meski demikian, Bobo menjadi salah satu pengingat bahwa bacaan anak dapat meninggalkan kesan yang bertahan selama bertahun-tahun.

Lebih dari sekadar majalah, Bobo merupakan bagian dari perjalanan tumbuh kembang banyak anak Indonesia. Ia menghadirkan cerita, pengetahuan, dan imajinasi yang ikut mewarnai masa kecil generasi 90-an.

Bagi mereka yang pernah mengenalnya, membuka kembali majalah Bobo bukan hanya membaca cerita lama, melainkan juga mengunjungi kembali masa kecil yang sederhana, penuh rasa ingin tahu, dan menyimpan banyak kenangan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.