Resmikan Taman Paskap, Sujiwo bawa Misi Ubah Sungai Kakap Menjadi Kota

kalbar.akurat.co — Pemerintah Kabupaten Kubu Raya terus menunjukkan komitmennya dalam menata infrastruktur dan ruang publik. Pada Jumat malam (7/8/2026), Bupati Kubu Raya, Sujiwo, secara resmi membuka Taman Paskap (Taman Pasar Kakap) yang berlokasi di Desa Sungai Kakap, Kecamatan Sungai Kakap.
Diawali oleh suara riuh gemuruh tepuk tangan warga langsung memecah udara saat sebuah mobil hitam berhenti tepat di pelataran. Dari dalam kendaraan tersebut, Bupati Kubu Raya, Sujiwo, turun didampingi sang istri Atzeby Yatu Lensi. Senyum hangatnya segera disambut oleh barisan jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, tokoh masyarakat, dan ratusan warga yang telah berkerumun antusias sejak petang.
Acara peresmian ini kemudian dibalut dalam nuansa perayaan yang kental. Mata para hadirin mulanya dimanjakan oleh nyanyian pemusik dan gemulai tarian pembuka yang seirama dengan alunan musik tradisional. Warna-warni lampu hias taman yang memantul di wajah ceria anak-anak hingga orang dewasa semakin menghidupkan suasana malam yang penuh suka cita tersebut.
Dalam sambutannya, Bupati Sujiwo menegaskan bahwa keberhasilan penataan kawasan Pasar Kakap ini adalah buah dari gotong royong dan keikhlasan warga setempat, khususnya para pedagang.
"Yang luar biasa, kalau seandainya tidak ada kerjasama yang baik, tidak mungkin akan terwujud seperti ini. Contohnya seperti yang di depan, yang kemarin bangunan-bangunan yang kumuh banget. Mereka dengan sukarela, ikhlas, kemudian kita lokalisir di sana, di Pujasera. Jadi tepuk tangan juga untuk masyarakat Desa Sungai Kakap," ujar Sujiwo di hadapan warga dan jajaran Forkopimcam yang hadir.
Lebih lanjut, orang nomor satu di Kubu Raya ini menyampaikan bahwa penataan Pasar Kakap bukan sekadar proyek pembangunan formalitas tingkat desa, melainkan etalase dari kemajuan daerah secara luas. Terlebih, kawasan ini berdekatan dengan Vihara Tridharma dan kelenteng di tengah laut yang memiliki daya tarik wisata hingga ke mancanegara.
"Bapak Ibu sekalian, ketika kita membangun pasar Kakap ini, ini sama dengan kita memperbaiki wajahnya Kalimantan Barat. Memperbaiki wajahnya Kabupaten Kubu Raya. Artinya, ketika kita menata ini sedang memperbaiki wajahnya Kalimantan Barat, wajahnya Kubu Raya," tegasnya.
Selain memperindah tata kota, tujuan utama dari revitalisasi ini adalah untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekitar sekaligus memberikan ruang rekreasi pariwisata yang memadai. Menurutnya, indikator keberhasilan pembangunan bisa dilihat langsung dari raut wajah masyarakat.
"Yang paling utama akan ada pergerakan ekonomi kemudian membuat bahagia masyarakat. Ketika saya datang, saya memperhatikan wajah-wajah anak-anak dengan ceria. Dari situ kita bisa melihat mereka mempunyai harapan dan penantian yang lama wajah ini kita rubah," tambah Sujiwo.
Kemudian, Bupati yang dikenal memiliki gaya kepemimpinan target-oriented ini menyebutkan potensi ekonomi sudah mulai berputar. Ia menyebutkan bahwa dari parkir inap saja, kawasan tersebut sudah mampu menghasilkan Rp1,5 juta hingga Rp2 juta per hari, yang nantinya akan diputar kembali untuk menghidupkan Pujasera.
Dalam kesempatan yang sama, Ia kembali memaparkan visi besarnya untuk Kecamatan Sungai Kakap ke depan, termasuk penataan ulang secara total festival budaya tahunan Robo-robo agar naik kelas dan tidak lagi terkesan kumuh. Ia juga menargetkan penyelesaian infrastruktur jalan lingkar (outer ring road) dan penerangan jalan.
"Kecamatan Sungai Kakap ini kita akan wujudkan bukan lagi kampung, Kakap ini harus menjadi kota, bukan kampung. Apalagi sudah mendengar statement-nya Pak Lasarus, Ketua Komisi V, bahwasanya akan mengupayakan semaksimal mungkin Stadion GOR yang bertaraf internasional dan itu juga di Kecamatan Sungai Kakap," ungkapnya dengan penuh optimis.
Menutup sambutannya, pemimpin yang hadir dengan kemeja kasual tersebut mengajak seluruh elemen pemerintahan dari Camat, Kepala Desa, hingga Kepala OPD untuk memaksimalkan sisa waktu masa jabatannya demi pengabdian kepada rakyat.
"Mumpung kita masih punya nyawa, mumpung Tuhan masih memberikan amanah, mumpung negara masih memberikan kepercayaan, mumpung pemerintah masih memberikan kepercayaan, mumpung rakyat masih memberikan kepercayaan, Pak Camat, Pak Kades, para kepala OPD, ayo kita pegang amanah dan kepercayaan itu kita bareng-bareng." Pungkasnya.
Setelah rangkaian sambutan, puncak acara yang dinanti-nanti pun tiba. Bupati Sujiwo berdiri diapit oleh sang istri, pejabat daerah yang mengenakan batik, serta tokoh masyarakat setempat. Di hadapan mereka, membentang sebuah pita kuning cerah. Di latar belakang, huruf-huruf menyala membentuk kata "PASKAP" menjadi saksi bisu kemeriahan malam tersebut.
Dengan memegang mikrofon di satu tangan, Bupati memberikan aba-aba. Guntingan pita malam itu bukan sekadar memutus untaian kain kuning, melainkan memutus rantai kekumuhan masa lalu, dan membuka gerbang lebar-lebar menuju kemajuan, kebahagiaan, dan denyut nadi ekonomi baru bagi masyarakat Sungai Kakap. Gumuruh kembang api memanjakan pemandangan dan sorak sorai warga kembali pecah, menyatu dengan gemerlap lampu malam yang menghiasi pesisir Kubu Raya itu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Cegah Bullying dan Radikalisme, Rostini Hagawalti Usulkan Satu Psikolog untuk Tiga Sekolah
- 2Kecil-Kecil Cabe Rawit: Mengintip Ketangguhan BD9020, Solusi Cerdas Proyek Infrastruktur di Lahan Sempit
- 3Blak-blakan Soal Kasus Pelecehan di Sekolah Rakyat, Wali Kota Edi Kamtono Soroti Gegar Budaya dan Bawaan Trauma
- 4Gubernur Bengkulu Tertarik Adopsi Program GMD Kalbar untuk Tingkatkan Pelayanan Masyarakat
- 5Klaim Lahan PT TAA Disorot, BPN Temukan Lokasi GRTT Berjarak kurang 1 Km dari SHM Unus
- 6Bukan Sekadar Selokan, Ini Fungsi Penting Drainase bagi Lingkungan Perkotaan
- 7Budaya Ngopi Pontianak: Mengenal Coffee Shop, Kopitiam, Coffee Street, dan Warkop
- 8Keluarga Cabut Keterangan BAP, Perdamaian Jadi Harapan bagi Masa Depan Anak
- 9Orang Tua Korban Dugaan Pelecehan di Sekolah Rakyat Pontianak Tempuh Jalur Hukum, Soroti Kelalaian Penanggung Jawab
- 10Kecil-Kecil Cabe Rawit: Mengintip Ketangguhan BD9020, Solusi Cerdas Proyek Infrastruktur di Lahan Sempit






