Kalbar

Olah Mocaf dan Bit Jadi Fetuccine Carbonara, TP PKK Pontianak Raih Juara II Inovasi Pangan Kalbar

Unggul Ali Sadewo | 14 Oktober 2026, 22:57 WIB
Olah Mocaf dan Bit Jadi Fetuccine Carbonara, TP PKK Pontianak Raih Juara II Inovasi Pangan Kalbar
Olah Mocaf dan Bit Jadi Fetuccine Carbonara, TP PKK Pontianak Raih Juara II Inovasi Pangan Kalbar - Humas Pemkot Pontianak

kalbar.akurat.co – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Pontianak meraih juara II dalam lomba inovasi penyajian makanan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) tingkat Provinsi Kalimantan Barat, Selasa (13/10/2026).

Prestasi tersebut diraih melalui inovasi olahan pangan yang memadukan tepung mocaf berbahan dasar singkong fermentasi dengan pasta bit menjadi mi, kemudian diolah menjadi fetuccine carbonara. Inovasi ini menjadi upaya menghadirkan sajian yang menarik dengan tetap memperhatikan nilai gizi dan keamanan pangan keluarga.

Ketua TP PKK Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie, mengatakan pencapaian tersebut menjadi motivasi bagi kader PKK dan Posyandu untuk terus mengembangkan kreativitas dalam mengolah makanan bagi keluarga.

“Alhamdulillah, TP PKK Kota Pontianak berhasil meraih juara II. Ini menjadi motivasi bagi kader-kader Posyandu lainnya untuk terus berinovasi menciptakan makanan bagi keluarga, sehingga kebutuhan gizi dan nutrisi terpenuhi serta aman untuk dikonsumsi,” ujarnya.

Menurut Yanieta, inovasi pangan tidak hanya berfokus pada tampilan makanan, tetapi juga harus memperhatikan pemenuhan kebutuhan gizi, kualitas bahan, serta keamanan makanan yang dikonsumsi keluarga.

Salah satu upaya yang dilakukan TP PKK Kota Pontianak adalah mengolah bahan pangan lokal menjadi sajian yang lebih bervariasi. Tepung mocaf yang berasal dari singkong fermentasi dikombinasikan dengan pasta bit untuk menghasilkan mi yang kemudian diolah menjadi fetuccine carbonara.

“Walaupun dalam bentuk pasta kami ingin makanan ini tetap memperhatikan nilai gizi dan kualitasnya, serta aman dikonsumsi oleh keluarga,” jelas Yanieta.

Ia menambahkan, penyajian makanan dalam bentuk yang familiar dan disukai masyarakat dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan minat keluarga dalam mengonsumsi pangan yang beragam. Namun, keseimbangan gizi dan keamanan pangan tetap harus menjadi perhatian.

Yanieta berharap inovasi tersebut dapat menginspirasi masyarakat, khususnya kader PKK dan Posyandu, untuk mengembangkan kreativitas dalam mengolah bahan pangan menjadi sajian yang menarik tanpa mengabaikan prinsip B2SA.

Menurutnya, pemenuhan gizi keluarga merupakan salah satu langkah penting dalam membangun masyarakat yang sehat. Dengan asupan gizi yang baik, masyarakat diharapkan mampu menjalankan aktivitas secara optimal dan menjadi lebih produktif.

Melalui inovasi pangan tersebut, TP PKK Kota Pontianak terus mendorong peningkatan kesadaran keluarga terhadap pentingnya makanan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman untuk mendukung terwujudnya masyarakat yang sehat dan produktif.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.