Disporapar Kalbar Buka Peluang UMKM Perempuan Disabilitas Tampil di Porprov

Kalbar.akurat.co — Perempuan disabilitas di Kalimantan Barat mendapat peluang memperluas pemasaran produk melalui ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kalbar menyatakan kesiapan menyediakan ruang bagi pelaku usaha dari Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Kalbar untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat.
Dukungan tersebut menjadi salah satu langkah untuk memperkuat kemandirian ekonomi perempuan disabilitas, sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam kegiatan ekonomi kreatif.
Kepala Disporapar Kalbar, Sugeng, mengatakan pihaknya siap berkolaborasi dengan HWDI Kalbar melalui berbagai kegiatan yang melibatkan sektor kepemudaan, olahraga, dan pariwisata. Hal itu disampaikannya usai menghadiri peringatan HUT ke-29 HWDI Kalbar di aula Kantor Disporapar Kalbar, Rabu (14/10/2026).
“Pertama-tama saya bersama keluarga besar Disporapar Provinsi Kalimantan Barat mengucapkan selamat ulang tahun kepada Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia Kalimantan Barat. Mudah-mudahan ke depan terus berkembang dan jaya dalam pemberdayaan ekonomi, khususnya para anggotanya,” ujar Sugeng.
Ia menjelaskan, Disporapar Kalbar akan membuka kesempatan bagi anggota HWDI untuk terlibat dalam pameran produk pada berbagai kegiatan yang menyediakan tenant, termasuk Porprov mendatang.
“Nanti apabila ada event kepemudaan, olahraga, dan pariwisata yang menyediakan tenant, kami akan menyiapkan tempat bagi kawan-kawan HWDI untuk dapat berpartisipasi pada pameran dimaksud. Sehingga produk kawan-kawan ini bisa semakin dikenal oleh masyarakat luas di Kalimantan Barat,” ungkapnya.
Menurut Sugeng, keterlibatan perempuan disabilitas dalam kegiatan pemerintah tidak hanya berkaitan dengan inklusivitas, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui penguatan ekonomi.
“Kita dalam rangka mendukung untuk inklusi dan juga untuk kesejahteraan tentunya. Pemberdayaan perempuan disabilitas ini tujuannya jelas untuk meningkatkan kesejahteraan. Selaku pemerintah, tentu kami sangat mendukung hal-hal positif seperti ini dalam peningkatan ekonomi di lingkungan keluarga,” pungkasnya.
Ketua HWDI Kalbar, Linda Fardini, menyambut peluang tersebut dengan mendorong anggota yang menjalankan usaha untuk mempersiapkan produk unggulan mereka. Menurutnya, kesempatan mengikuti pameran dapat menjadi ruang bagi pelaku UMKM disabilitas untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing.
Linda menyampaikan hal itu dalam rangkaian peringatan HUT ke-29 HWDI Kalbar yang digelar pada Selasa (13/10/2026). Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan organisasi dalam memperjuangkan hak dan pemberdayaan perempuan disabilitas.
“Kami menampilkan kilas balik video perjuangan saya selama menjadi ketua. Mulai dari proses pengajuan Surat Keputusan (SK) sejak tahun 2023, hingga akhirnya resmi disahkan pada tahun 2025 dan terus berjalan di tahun 2026 ini,” ujar Linda.
Ia menegaskan, pemberdayaan ekonomi anggota menjadi salah satu fokus HWDI Kalbar. Karena itu, tawaran keterlibatan dalam Porprov akan dimanfaatkan dengan mengajak para pelaku UMKM disabilitas mempersiapkan produk yang layak dipasarkan kepada masyarakat luas.
“Fokus utama kami adalah memberdayakan perempuan disabilitas di Kalimantan Barat. Terkait penawaran untuk ikut serta di Porprov, sebisa mungkin saya akan mengerahkan teman-teman pelaku UMKM disabilitas untuk mempersiapkan produk-produk andalan mereka,” ungkapnya.
Linda mengatakan, kesiapan produk menjadi hal penting agar usaha yang dijalankan anggota HWDI dapat bersaing dengan produk lainnya. Kualitas barang dan kemasan akan menjadi perhatian sebelum produk dipasarkan melalui berbagai kesempatan pameran.
“Kami ingin produk-produk disabilitas ini bisa bersaing dengan produk luar. Oleh karena itu, kualitas dan kerapian kemasannya akan sangat kita perhatikan,” pungkas Linda.
Melalui peluang kolaborasi tersebut, HWDI Kalbar berharap anggota tidak hanya memperoleh ruang untuk memasarkan produk, tetapi juga semakin mandiri dalam mengembangkan usaha. Dukungan pemerintah dan kesiapan pelaku UMKM diharapkan dapat memperluas kesempatan perempuan disabilitas untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi di Kalimantan Barat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1MHH PWM Kalbar Nilai Gubernur dan Wakil Gubernur Gagal Lindungi Warga dari Kabut Asap
- 2MHH PWM Kalbar Desak Penegakan Hukum Lingkungan Berpihak pada Masyarakat
- 3Herwyn Tekankan IKU 2026 Harus Berdampak ke Publik, Dorong Penguatan Kinerja Bawaslu Lewat E-Monev CERMAT
- 4Disporapar Kubu Raya Gelar Silaturahmi Bersama OKP, Bahas Aspirasi Kepemudaan
- 5Sampaikan Aspirasi Karhutla di Istana Negara, Presma UMP Desak Pemerintah Serius Tangani Asap Kalbar
- 6Atlet Lempar Lembing dan Dua Atlet Angkat Berat Kalbar Perkuat Indonesia di Asian Para Games 2026
- 7Pelatihan Kepemimpinan, 51 Pelajar Kubu Raya Disiapkan Jadi Pelopor Perubahan
- 8Puskesmas Sungai Kakap Perkuat Kader Lewat Edukasi TOGA
- 9Duplikasi Jembatan Kapuas II Didorong Jadi Solusi Kemacetan Pontianak
- 10Tak Hanya Urus Kriminal, di Rasau Jaya Kini Polisi Ikut Berkebun Jagung






