Kalbar

Duplikasi Jembatan Kapuas II Didorong Jadi Solusi Kemacetan Pontianak

Unggul Ali Sadewo | 15 Oktober 2026, 18:07 WIB
Duplikasi Jembatan Kapuas II Didorong Jadi Solusi Kemacetan Pontianak
Agenda kunjungan kerja anggota Komisi V DPR RI Syarif Abdullah di Pontive Center, Kantor Wali Kota Pontianak, Rabu (14/10/2026). - Humas Pemkot Pontianak

Kalbar.akurat.co – Duplikasi Jembatan Kapuas II di Kabupaten Kubu Raya didorong menjadi salah satu prioritas pembangunan infrastruktur untuk mengurai kemacetan di Kota Pontianak dan wilayah sekitarnya. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mendukung rencana tersebut karena dinilai dapat meningkatkan kapasitas jalan sekaligus memperlancar arus kendaraan.

“Duplikasi Jembatan Kapuas II ini penting, karena bagaimanapun salah satu kunci mengatasi kemacetan adalah memperluas geometrik jalan dan menambah jembatan, supaya arus terbagi dan kapasitasnya lebih besar,” ujarnya, usai menerima kunjungan kerja anggota Komisi V DPR RI Syarif Abdullah di Pontive Center, Kantor Wali Kota Pontianak, Rabu (14/10/2026).

Edi menilai, penambahan kapasitas jembatan dapat membagi beban lalu lintas sehingga kendaraan tidak terkonsentrasi pada satu titik. Ia mencontohkan penambahan kapasitas infrastruktur di kawasan Jembatan Kapuas I dan Jembatan Landak yang membantu mendistribusikan arus kendaraan. Menurutnya, peningkatan konektivitas jalan dan jembatan menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat.

“Prinsipnya, semakin baik kapasitas dan konektivitas jalannya, semakin terbagi pula arus lalu lintasnya. Itu yang kita harapkan bisa membantu mengurangi kemacetan,” katanya.

Terkait pembukaan kendaraan tertentu di duplikasi Jembatan Kapuas I, Edi berharap Surat Edaran Gubernur Kalimantan Barat terus dievaluasi. Uji coba yang telah dilakukan perlu menjadi bahan pertimbangan agar kebijakan yang diterapkan tidak menimbulkan dampak yang memberatkan masyarakat.

"Kalau memang itu tidak layak menyebabkan keparahan makin banyak, saya rasa masih itu akan dibatalkan atau dicarikan alternatif lain," tutupnya.

Sementara itu, anggota Komisi V DPR RI Syarif Abdullah menilai duplikasi Jembatan Kapuas II lebih realistis untuk diprioritaskan dalam waktu dekat dibandingkan pembangunan Jembatan Kapuas III. Menurutnya, kepadatan lalu lintas di Jembatan Kapuas I dan Kapuas II telah menjadi persoalan yang membutuhkan penanganan melalui peningkatan kapasitas infrastruktur.

“Sekarang ini kemacetan sudah menjadi persoalan. Jembatan Kapuas II juga traffic-nya cukup padat. Karena itu kita sudah berdiskusi, mungkin yang diprioritaskan lebih dahulu adalah duplikasi Jembatan Kapuas II,” ujarnya.

Syarif menjelaskan, pembangunan Jembatan Kapuas III sebenarnya telah masuk dalam perencanaan dan dirancang terhubung dengan jaringan jalan lingkar serta jalan tol. Namun, realisasinya masih membutuhkan proses panjang, terutama terkait penyelesaian pembebasan lahan.

“Jembatan Kapuas III memang sudah ada perencanaannya, tetapi prosesnya masih panjang. Provinsi juga masih harus menyelesaikan pembebasan lahan,” katanya.

Dalam kondisi tersebut, duplikasi Jembatan Kapuas II dinilai dapat menjadi alternatif yang lebih memungkinkan untuk didorong dalam waktu dekat. Ketersediaan lahan dan kebutuhan anggaran yang dinilai lebih terukur menjadi sejumlah pertimbangan untuk mempercepat realisasi proyek tersebut.

“Kalau duplikasi Jembatan Kapuas II, lahannya sudah tersedia dan biayanya juga tidak terlalu besar. Jadi ini yang menurut saya bisa didorong lebih cepat,” jelasnya.

Meski demikian, Syarif mengatakan masih ada tahapan teknis dan administrasi yang harus diselesaikan sebelum pembangunan dapat direalisasikan. Pembahasan mengenai prioritas pembangunan tersebut telah dilakukan bersama sejumlah pihak, termasuk unsur komisi di DPR RI.

Ia menegaskan, peningkatan kapasitas jalan dan jembatan penting bagi Pontianak sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Barat yang menjadi pusat aktivitas pemerintahan, perdagangan, dan jasa. Konektivitas yang lebih baik diharapkan turut mendukung pergerakan masyarakat serta aktivitas ekonomi di Pontianak, Kubu Raya, dan kawasan sekitarnya.

“Kalau kapasitas jembatan bertambah, arus kendaraan bisa terbagi. Itu yang kita harapkan bisa membantu mengurangi kemacetan yang sekarang terjadi,” pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.