Aksi Revolusi Jilid 2 Berlanjut ke Bundaran Digulis, Massa Blokade Jalan dan Bakar Ban

kalbar.akurat.co - Aksi unjuk rasa Aliansi Mahasiswa bertajuk “Revolusi Jilid 2” di Pontianak, Kalimantan Barat, berlanjut hingga ke kawasan Bundaran Digulis, Rabu (21/10/2026) malam. Setelah meninggalkan kawasan Kantor Gubernur Kalbar, massa bergerak menuju Jalan Jenderal Ahmad Yani dan berujung pada aksi pemblokiran jalan serta pembakaran ban bekas.
Berdasarkan pantauan Tribun Pontianak di lapangan, massa aksi memilih mundur dari kawasan Kantor Gubernur Kalbar. Massa kemudian bergerak menuju Jalan Jenderal Ahmad Yani dan sempat memblokade ruas jalan tersebut sembari menyampaikan orasi secara bergantian.
Pergerakan massa berlanjut hingga ke simpang empat Bundaran Digulis, kawasan Universitas Tanjungpura (Untan). Di lokasi yang menjadi salah satu titik penting arus lalu lintas Kota Pontianak tersebut, massa kembali memblokade jalan.
Situasi semakin memanas ketika sejumlah peserta aksi mulai membakar ban bekas dan road barrier atau pembatas jalan berbahan plastik di tengah jalan. Kobaran api di kawasan Bundaran Digulis terlihat semakin membesar setelah salah satu peserta aksi menyiramkan bensin ke area pembakaran.
Di tengah kobaran api, mahasiswa terus menyampaikan orasi hingga malam hari. Sekitar pukul 19.30 WIB, Pasukan Huru-Hara (PHH) dari Satuan Brigade Mobil (Satbrimob) Polda Kalbar diturunkan ke lokasi, setelah aksi berlangsung melewati batas waktu yang diizinkan.
Pihak kepolisian terlebih dahulu melakukan upaya persuasif untuk meminta massa menghentikan aksi. Namun, upaya tersebut berujung pada pembubaran paksa yang kemudian memicu kericuhan.
Terkait perpindahan titik aksi ke Bundaran Digulis hingga pemblokiran jalan dan pembakaran, perwakilan koordinator massa aksi dari Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) IAIN Pontianak, Fiky Fa Dedy, mengatakan rangkaian aksi tersebut merupakan bentuk luapan kekecewaan mahasiswa terhadap pemerintah daerah.
"Aspirasi kami sudah kami sampaikan, sudah kami luapkan, tapi kami kecewa sekali ketika hari ini tidak ada satupun yang kita sebut sebagai gubernur kita hari ini menampakkan dirinya untuk menjawab apa-apa yang hari ini menjadi keresahan kami masyarakat, mahasiswa, seluruh elemen masyarakat yang ada di Kalimantan Barat," ungkap Fiky di lokasi aksi.
Setelah aparat melakukan upaya pembubaran, massa aksi berhamburan dan bergerak menuju kawasan kampus Untan. Sementara itu, aparat kepolisian melakukan pengamanan di sekitar lokasi aksi.
Situasi di kawasan tersebut kemudian semakin memanas dan berujung pada kericuhan yang berlanjut pada malam hari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Edi Kamtono Ajak Warga Jadikan Pontianak Kota Tangguh dan Harmonis di Usia 255 Tahun
- 2Mendapat Kekerasan Saat Aksi Demonstrasi: Apa yang Harus Dilakukan?
- 3Hari Santri 2026: Kalbar Jadi Provinsi dengan Jumlah Pesantren Terbanyak di Kalimantan
- 4Lawyer Muda Kalbar Kecam Pembubaran Massa dengan Kekerasan, Siap Dampingi Mahasiswa Lapor Polisi
- 5Iman Tetap On Point, Toleransi Tetap Jalan: Moderasi Beragama Versi Gen Z
- 6KPPAD Kalbar Turun ke Lapangan, Pastikan Tak Ada Anak Terlibat dalam Aksi Demonstrasi
- 7Bentangkan Spanduk Kritik Karhutla di Simpang Lima, IMM Kapuas Raya Soroti Kegagalan Pemerintah
- 8LBH HWCI Kalbar Desak Polisi Usut Dugaan Kekerasan terhadap Mahasiswa
- 9Bentangkan Spanduk Kritik Karhutla di Simpang Lima, IMM Kapuas Raya Soroti Kegagalan Pemerintah
- 10Warga Keluhkan Jalan Gang Rusak Bertahun-tahun, RT 02/RW 02 Ajukan Proposal CSR ke PT BPK






