Perkuat UMKM Lokal, Pemkot Pontianak Beri Akses Kemasan Gratis dan Sertifikasi Halal

kalbar.akurat.co — Pengembangan Pontianak sebagai destinasi wisata halal turut mendorong Pemerintah Kota Pontianak memperkuat kualitas produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Upaya tersebut dilakukan melalui fasilitasi sertifikasi halal, penyediaan layanan pengemasan produk, hingga bantuan sarana dan prasarana usaha.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, pelaku UMKM perlu didukung agar mampu menghasilkan produk yang berkualitas dan memiliki daya saing. Menurutnya, pengembangan usaha tidak cukup hanya mengandalkan kualitas produk, tetapi juga harus memperhatikan tampilan kemasan dan kepastian informasi bagi konsumen.
Salah satu langkah yang dilakukan Pemkot Pontianak adalah memfasilitasi sertifikasi halal bagi 78 UMKM sepanjang tahun ini. Fasilitasi tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian kepada masyarakat mengenai kehalalan produk yang dikonsumsi sekaligus mendukung kesiapan pelaku usaha dalam menyambut wisatawan.
“Ke depan, kita akan meluncurkan Pontianak sebagai kota wisata halal. Karena itu, secara bertahap usaha-usaha, terutama kuliner, kita dorong untuk memiliki sertifikasi halal,” kata Edi seusai penyerahan simbolis bantuan, Rabu (28/10/2026).
Ia menjelaskan, informasi mengenai kehalalan produk menjadi aspek penting dalam memberikan kenyamanan kepada konsumen. Terlebih, Pontianak tidak hanya melayani kebutuhan masyarakat setempat, tetapi juga menjadi tujuan bagi wisatawan dan tamu dari luar daerah.
“Orang yang datang ke Pontianak harus bisa mendapatkan kepastian, makanan yang akan dimakan ini halal atau tidak. Informasinya harus jelas,” ujarnya.
Selain legalitas produk, Pemkot Pontianak juga mendorong peningkatan kualitas kemasan melalui program Rumah Packaging. Tahun ini, sebanyak 11 UMKM memperoleh fasilitasi pengemasan untuk membantu meningkatkan tampilan produk agar lebih menarik ketika dipasarkan.
Edi mengatakan, kemasan memiliki peran penting dalam meningkatkan nilai tambah produk. Karena itu, pemerintah menyediakan peralatan pengemasan yang dapat dimanfaatkan pelaku UMKM tanpa dipungut biaya.
“Kita sudah membeli peralatan untuk kemasan, bahkan fasilitasnya diberikan secara gratis. Jadi pengusaha UMKM bisa meningkatkan kualitas produknya, bukan hanya dari sisi rasa atau isi, tetapi juga tampilannya,” jelasnya.
Menurut Edi, dukungan terhadap UMKM perlu mencakup berbagai aspek, mulai dari proses produksi hingga kesiapan produk untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Dengan dukungan tersebut, pelaku usaha diharapkan mampu terus berinovasi dan menjaga keberlanjutan usahanya.
Pada tahun ini, Pemkot Pontianak juga menyerahkan bantuan sarana dan prasarana berdasarkan usulan musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) kepada sembilan warga. Bantuan tersebut ditujukan untuk menunjang aktivitas usaha dan meningkatkan produktivitas penerima.
Edi berharap, berbagai fasilitas yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para penerima untuk mengembangkan usaha masing-masing. Pemerintah, lanjutnya, berupaya menyediakan kemudahan dan dukungan, sementara pelaku usaha perlu memanfaatkannya untuk meningkatkan kualitas serta mengembangkan inovasi produk.
“Harapannya usaha mereka tumbuh, produknya semakin baik dan bisa diterima pasar yang lebih luas. Pemerintah memberikan ruang dan kemudahan, kemudian pelaku UMKM harus terus berinovasi,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Cegah Bullying dan Radikalisme, Rostini Hagawalti Usulkan Satu Psikolog untuk Tiga Sekolah
- 2Kecil-Kecil Cabe Rawit: Mengintip Ketangguhan BD9020, Solusi Cerdas Proyek Infrastruktur di Lahan Sempit
- 3Blak-blakan Soal Kasus Pelecehan di Sekolah Rakyat, Wali Kota Edi Kamtono Soroti Gegar Budaya dan Bawaan Trauma
- 4Gubernur Bengkulu Tertarik Adopsi Program GMD Kalbar untuk Tingkatkan Pelayanan Masyarakat
- 5Klaim Lahan PT TAA Disorot, BPN Temukan Lokasi GRTT Berjarak kurang 1 Km dari SHM Unus
- 6Bukan Sekadar Selokan, Ini Fungsi Penting Drainase bagi Lingkungan Perkotaan
- 7Budaya Ngopi Pontianak: Mengenal Coffee Shop, Kopitiam, Coffee Street, dan Warkop
- 8Keluarga Cabut Keterangan BAP, Perdamaian Jadi Harapan bagi Masa Depan Anak
- 9Orang Tua Korban Dugaan Pelecehan di Sekolah Rakyat Pontianak Tempuh Jalur Hukum, Soroti Kelalaian Penanggung Jawab
- 10Kecil-Kecil Cabe Rawit: Mengintip Ketangguhan BD9020, Solusi Cerdas Proyek Infrastruktur di Lahan Sempit






