PIBT UM Pontianak Bawa Lima Tenant ke Bursa Wirausaha Unggulan 2026, Dorong UMKM Kalbar Naik Kelas

kalbar.akurat.co - Pusat Inkubator Bisnis dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Pontianak (PIBT UM Pontianak) membawa lima tenant binaan dalam Bursa Wirausaha Unggulan 2026 yang digelar di Auditorium Universitas Tanjungpura (Untan), Pontianak, Senin (26/10/2026). Keikutsertaan ini menjadi upaya mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Kalimantan Barat agar semakin berkembang dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Lima tenant yang dihadirkan PIBT UM Pontianak tersebut yakni Acadexa, ARJN Corp, D'Twin3D Pontianak, Soil Match, dan Sigma. Melalui kegiatan ini, para pelaku usaha berkesempatan memperkenalkan produk unggulan, memperluas jaringan pemasaran, serta menjajaki peluang kerja sama dengan calon mitra bisnis.
Bursa Wirausaha Unggulan 2026 turut dihadiri Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia, Maman Abdurrahman, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, serta perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan sejumlah mitra kerja sama UMKM.
Kegiatan ini menjadi wadah promosi, pemasaran, dan pengembangan jaringan bagi produk-produk wirausaha unggulan Kalimantan Barat. Selain itu, bursa tersebut mempertemukan pelaku usaha dengan perbankan, marketplace, dan calon pembeli untuk memperluas akses pasar serta membuka peluang kemitraan.
Ketua PIBT UM Pontianak, Sukardi, menjelaskan bahwa keikutsertaan dalam kegiatan ini bertujuan memperkenalkan produk unggulan tenant binaan, khususnya produk berbasis teknologi, kepada masyarakat luas dan investor.
Menurut Sukardi, bursa tersebut tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga sarana meningkatkan kapasitas pelaku UMKM melalui pendampingan (coaching), kurasi produk, dan literasi digital. Upaya ini diharapkan dapat membantu pelaku usaha meningkatkan kualitas produk, kemasan, legalitas, serta daya saing bisnis.
Sukardi berharap, Bursa Wirausaha Unggulan 2026 mampu memberikan dampak nyata bagi perkembangan UMKM Kalimantan Barat.
“Harapannya, melalui kegiatan ini tercipta brand awareness yang kuat untuk produk unggulan Kalimantan Barat sehingga mampu bersaing di pasar modern dan menembus pasar ekspor. Kami juga berharap terjalin transaksi bisnis yang nyata serta kemitraan berkelanjutan setelah kegiatan bursa berakhir,” ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat mendorong lahirnya wirausaha baru yang inovatif, kreatif, dan berdaya saing, terutama dari kalangan pemuda dan mitra inkubator.
“Selain itu, kami berharap UMKM Kalimantan Barat bisa naik kelas dari skala lokal menjadi skala nasional melalui peningkatan kualitas produk, kemasan, dan legalitas usaha. Dengan begitu, produk-produk unggulan daerah memiliki daya saing yang lebih kuat dan peluang pasar yang semakin luas,” kata Sukardi.
Lebih lanjut, Sukardi berharap Bursa Wirausaha Unggulan dapat diselenggarakan secara berkelanjutan sebagai agenda tahunan sekaligus menjadi etalase utama produk unggulan Kalimantan Barat.
“Ke depan, kami berharap kegiatan ini menjadi agenda tahunan yang dapat memperkenalkan produk-produk unggulan Kalimantan Barat kepada masyarakat luas, memperkuat jejaring bisnis, serta membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk berkembang di pasar nasional maupun internasional,” tambahnya.
Partisipasi PIBT UM Pontianak dalam kegiatan ini turut mendapat apresiasi dari Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UM Pontianak, Prof. Helman Fachri. Ia mengaku bangga karena PIBT UM Pontianak dapat mewakili kampus dalam ajang tersebut.
Keikutsertaan ini menjadi kesempatan bagi UM Pontianak untuk memperkenalkan potensi kewirausahaan dan produk-produk binaannya kepada masyarakat, sekaligus memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai pihak.
Melalui sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, perbankan, dan mitra usaha, Bursa Wirausaha Unggulan 2026 diharapkan mampu memperkuat ekosistem kewirausahaan di Kalimantan Barat serta mendorong UMKM lokal tumbuh menjadi usaha yang inovatif, mandiri, dan berdaya saing.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Cegah Bullying dan Radikalisme, Rostini Hagawalti Usulkan Satu Psikolog untuk Tiga Sekolah
- 2Kecil-Kecil Cabe Rawit: Mengintip Ketangguhan BD9020, Solusi Cerdas Proyek Infrastruktur di Lahan Sempit
- 3Blak-blakan Soal Kasus Pelecehan di Sekolah Rakyat, Wali Kota Edi Kamtono Soroti Gegar Budaya dan Bawaan Trauma
- 4Gubernur Bengkulu Tertarik Adopsi Program GMD Kalbar untuk Tingkatkan Pelayanan Masyarakat
- 5Klaim Lahan PT TAA Disorot, BPN Temukan Lokasi GRTT Berjarak kurang 1 Km dari SHM Unus
- 6Bukan Sekadar Selokan, Ini Fungsi Penting Drainase bagi Lingkungan Perkotaan
- 7Budaya Ngopi Pontianak: Mengenal Coffee Shop, Kopitiam, Coffee Street, dan Warkop
- 8Keluarga Cabut Keterangan BAP, Perdamaian Jadi Harapan bagi Masa Depan Anak
- 9Orang Tua Korban Dugaan Pelecehan di Sekolah Rakyat Pontianak Tempuh Jalur Hukum, Soroti Kelalaian Penanggung Jawab
- 10Kecil-Kecil Cabe Rawit: Mengintip Ketangguhan BD9020, Solusi Cerdas Proyek Infrastruktur di Lahan Sempit






