Kalbar

Kultum di Masjid Mujahidin Bengkayang, Ria Norsan Ajak Jemaah Jaga Alam dan Amalkan Al-Qur’an

Jeklin Marvi | 30 Oktober 2026, 17:23 WIB
Kultum di Masjid Mujahidin Bengkayang, Ria Norsan Ajak Jemaah Jaga Alam dan Amalkan Al-Qur’an
Ria Norsan, memberikan kuliah tujuh menit (kultum) di Masjid Mujahidin, Kabupaten Bengkayang, Jumat (30/10/2026) subuh. - Humas Pemprov Kalbar

kalbar.akurat.co - Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mengajak masyarakat menjaga kelestarian alam, memperkuat ketaatan beribadah, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Pesan tersebut disampaikan saat memberikan kuliah tujuh menit (kultum) di Masjid Mujahidin, Kabupaten Bengkayang, Jumat (30/10/2026) subuh.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program Gema Membangun Desa (GMD) di Kabupaten Bengkayang, setelah sebelumnya gubernur menghadiri malam ramah tamah bersama jajaran pemerintah daerah dan tokoh masyarakat.

Dalam tausiah tersebut, Ria Norsan mengingatkan jemaah agar senantiasa bersyukur atas nikmat Allah SWT, termasuk menghadapi perubahan cuaca dan pergantian musim. Menurutnya, kondisi hujan maupun panas perlu disikapi dengan keikhlasan dan kesadaran bahwa setiap keadaan mengandung hikmah.

“Segala bentuk cuaca, baik hujan maupun panas, merupakan bentuk kasih sayang dan ujian dari Allah yang harus diterima dengan ikhlas,” ujarnya.

Ria Norsan juga mengutip Surah Ar-Rum ayat 41 yang menjelaskan kerusakan di darat dan laut akibat perbuatan manusia. Ia mengajak masyarakat menjadikan pesan tersebut sebagai pengingat untuk menjaga lingkungan dan menghindari tindakan yang dapat merusak alam.

Dalam konteks kondisi lingkungan di Kalimantan Barat, gubernur turut menyinggung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ia menyebut masih terdapat titik api di wilayah Kabupaten Ketapang, khususnya Kendawangan, meskipun kondisi di sejumlah daerah lainnya berangsur membaik.

“Jadi tadi malam saya masih cek kembali bahwa masih ada sedikit titik api, terutama di Kabupaten Ketapang, tepatnya di Kendawangan. Namun, di beberapa wilayah telah berangsur membaik dan mendekati angka nol. Ini berkat kerja sama serta kesadaran bersama antara pemerintah, aparat, dan masyarakat,” katanya.

Selain membahas kepedulian terhadap lingkungan, Ria Norsan menyampaikan kisah Luqmanul Hakim dalam mendidik anaknya sebagaimana diabadikan dalam Surah Luqman. Kisah tersebut, menurutnya, menjadi pelajaran bagi orang tua untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan dan kebijaksanaan kepada anak sejak dini.

Ia juga mengangkat perumpamaan tentang Luqman dan anaknya yang membawa seekor keledai, dengan beragam tanggapan masyarakat terhadap tindakan mereka. Ilustrasi itu digunakan untuk mengingatkan jemaah agar bijak menyikapi penilaian orang lain dan tidak mudah terpengaruh oleh beragam pendapat.

Ria Norsan menegaskan pentingnya menjaga kebersihan hati dan rasa syukur sebagai landasan dalam menjalani kehidupan.

Menurutnya, hati yang bersih akan mendorong seseorang untuk melakukan kebaikan, sedangkan hati yang dipenuhi sifat buruk dapat menjerumuskan seseorang pada tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Pada akhir kegiatan, Ria Norsan menyerahkan bantuan untuk Masjid Mujahidin Bengkayang berupa 25 Al-Qur’an, 25 mukena, 150 sarung, serta uang tunai sebesar Rp20 juta untuk mendukung kebutuhan operasional masjid.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendekatkan pemerintah kepada masyarakat melalui program Gema Membangun Desa, sekaligus memperkuat nilai keagamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.